Rabu, 24 Oktober 2018 | 11:00 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Travel

Bom Surabaya dikhawatirkan pengaruhi sektor pariwisata

Selasa, 15 Mei 2018 - 19:45 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: www.bisniswisata.co.id.
Foto: www.bisniswisata.co.id.

Elshinta.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, tak banyak berpengaruh kepada perekonomian. Namun, PSI mengingatkan peristiwa tersebut bisa berdampak pada kinerja pariwisata nasional. “Yang mesti diwaspadai kinerja industri pariwisata nasional bisa terkoreksi. Target-target mungkin berat tercapai,” ucap Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis, Rizal Calvary Marimbo, di Jakarta dalam keterangannya yang diterima redaksi elshinta.com, Selasa (15/5). 

Rizal mengatakan, industri ini sangat sensitif terhadap masalah keamanan. Apalagi Surabaya dekat dengan destinasi-destinasi andalan pariwisata nasional seperti Bali, Lombok serta Banyuwangi. “Tidak saja karena Surabaya kota terbesar kedua, tapi juga dekat dengan destinasi pariwisata andalan kita,” ucap dia.

Rizal mengatakan, bom Surabaya tak berpengaruh banyak kepada stabilitas perekonomian.  Di dalam negeri, masyarakat sudah tidak terpengaruh lagi dengan isu-isu kegiatan terorisme. Sehingga aktifitas ekonomi akan berjalan seperti biasa. “Fundamental ekonomi kita sudah sangat kuat. Tidak apa-apa," ucap dia.

Hanya saja yang mesti diantisipasi sektor pariwisata, sebab di luar negeri muncul persepsi rendahnya rasa aman di dalam negeri. Sehingga untuk sementara waktu, wisatawan manca negara (wisman) dapat saja melakukan penangguhan kunjungan ke Indonesia. “Ini yang harus kita waspadai dan antisipasi,” ucap dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pertunjukan | 24 Oktober 2018 - 10:53 WIB

Susi Pudjiastuti kembali tampil di show Anne Avantie

Manajemen | 24 Oktober 2018 - 10:34 WIB

Ketahui bagaimana memisahkan uang pribadi dengan uang usaha

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 10:25 WIB

Dzeko aktor kemenangan 3-0 Roma atas CSKA

Kriminalitas | 24 Oktober 2018 - 10:15 WIB

JPU tuntut dua terdakwa pengeroyokan suporter Persija

Aktual Dalam Negeri | 24 Oktober 2018 - 10:09 WIB

DPRD Kalsel inginkan pelayanan kesehatan lebih baik

Elshinta.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, tak banyak berpengaruh kepada perekonomian. Namun, PSI mengingatkan peristiwa tersebut bisa berdampak pada kinerja pariwisata nasional. “Yang mesti diwaspadai kinerja industri pariwisata nasional bisa terkoreksi. Target-target mungkin berat tercapai,” ucap Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis, Rizal Calvary Marimbo, di Jakarta dalam keterangannya yang diterima redaksi elshinta.com, Selasa (15/5). 

Rizal mengatakan, industri ini sangat sensitif terhadap masalah keamanan. Apalagi Surabaya dekat dengan destinasi-destinasi andalan pariwisata nasional seperti Bali, Lombok serta Banyuwangi. “Tidak saja karena Surabaya kota terbesar kedua, tapi juga dekat dengan destinasi pariwisata andalan kita,” ucap dia.

Rizal mengatakan, bom Surabaya tak berpengaruh banyak kepada stabilitas perekonomian.  Di dalam negeri, masyarakat sudah tidak terpengaruh lagi dengan isu-isu kegiatan terorisme. Sehingga aktifitas ekonomi akan berjalan seperti biasa. “Fundamental ekonomi kita sudah sangat kuat. Tidak apa-apa," ucap dia.

Hanya saja yang mesti diantisipasi sektor pariwisata, sebab di luar negeri muncul persepsi rendahnya rasa aman di dalam negeri. Sehingga untuk sementara waktu, wisatawan manca negara (wisman) dapat saja melakukan penangguhan kunjungan ke Indonesia. “Ini yang harus kita waspadai dan antisipasi,” ucap dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com