Kamis, 18 Oktober 2018 | 00:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

Kehadiran dokter spesialis hingga ke wilayah pelosok diperlukan

Rabu, 16 Mei 2018 - 08:02 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Istimewa.
Foto: Istimewa.

Elshinta.com - Keberadaan dokter spesialis dinilai sangat penting agar setiap warga, khususnya warga Jawa Barat terjamin kesehatannya dan warga merasakan kehadiran negara. Demikian disampaikan mantan anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin atau yang akrab disapa Kang Hasan, saat mengunjungi pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Kader PDI Perjuangan, di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (16/5).

Menurut Kang Hasan yang juga calon gubernur Jawa Barat, adalah fakta tenaga medis khususnya dokter spesialis di pelosok itu sangat kurang. Karena itulah dengan Program Jabar Cageur,  pihaknya akan memberikan insentif kepada dokter spesialis agar mau bertugas di pelosok. 

"Kami akan menerbitman Kartu Jabar Cageur. Dan  ini akan diberikan kepada mereka yang benar-benar tidak mampu atau rakyat miskin, sehingga tepat sasaran," ungkap Kang Hasan  

Mantan anggota Komisi I DPR RI itu menjelaskan, Kartu Jabar Cageur akan mempermudah masyarakat mendapat akses berobat dari penyakit ringan hingga penyakit berat dan dilayani dengan baik. 

Pelayanan kesehatan prima, lanjut Kang Hasan, harus di dukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karenanya, Selain tentang Dokter Spesialis pasangan dengan sebutan Hasanah itu akan membangun empat rumah sakit rujukan provinsi, yang tersebar di wilayah strategis yang menjangkau seluruh masyarakat Jawa Barat. 

"Khusus untuk Dokter spesialis, sebetulnya itu banyak, tapi kenapa tidak mau ke daerah? makanya akan saya beri insentifnya 20 juta per bulan," pungkasnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 17 Oktober 2018 - 21:34 WIB

Indra Sjafri: Saya tidak perlu `striker` asal...

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 21:23 WIB

Menhub segera kaji penerapan `panic button` taksi online

Peluang | 17 Oktober 2018 - 21:15 WIB

Langkah-langkah membuka TK atau PAUD

Hukum | 17 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Menhub tegaskan akan atur taksi online

Arestasi | 17 Oktober 2018 - 20:47 WIB

Satreskrim Polres Langkat ringkus penjual togel

Elshinta.com - Keberadaan dokter spesialis dinilai sangat penting agar setiap warga, khususnya warga Jawa Barat terjamin kesehatannya dan warga merasakan kehadiran negara. Demikian disampaikan mantan anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin atau yang akrab disapa Kang Hasan, saat mengunjungi pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Kader PDI Perjuangan, di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (16/5).

Menurut Kang Hasan yang juga calon gubernur Jawa Barat, adalah fakta tenaga medis khususnya dokter spesialis di pelosok itu sangat kurang. Karena itulah dengan Program Jabar Cageur,  pihaknya akan memberikan insentif kepada dokter spesialis agar mau bertugas di pelosok. 

"Kami akan menerbitman Kartu Jabar Cageur. Dan  ini akan diberikan kepada mereka yang benar-benar tidak mampu atau rakyat miskin, sehingga tepat sasaran," ungkap Kang Hasan  

Mantan anggota Komisi I DPR RI itu menjelaskan, Kartu Jabar Cageur akan mempermudah masyarakat mendapat akses berobat dari penyakit ringan hingga penyakit berat dan dilayani dengan baik. 

Pelayanan kesehatan prima, lanjut Kang Hasan, harus di dukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karenanya, Selain tentang Dokter Spesialis pasangan dengan sebutan Hasanah itu akan membangun empat rumah sakit rujukan provinsi, yang tersebar di wilayah strategis yang menjangkau seluruh masyarakat Jawa Barat. 

"Khusus untuk Dokter spesialis, sebetulnya itu banyak, tapi kenapa tidak mau ke daerah? makanya akan saya beri insentifnya 20 juta per bulan," pungkasnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com