Risma ingin sekolah di Surabaya dilengkapi pendeteksi suasana hati siswa
Kamis, 17 Mei 2018 - 09:16 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menggelar koordinasi dengan seluruh kepala sekolah di Surabaya. Rabu (16/5). Sumber Foto: https://bit.ly/2wPJufI

Elshinta.com  - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan alat pendeteksi dini suasana hati siswa ketika datang ke sekolah, sebagai upaya membentengi anak didik itu dari pengaruh buruk masuknya paham radikal.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya M. Ikhsan, Kamis, mengatakan, alat pendeteksi dini tersebut sesuai arahan Risma yang disampaikan kepada para kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, madrasah diniyah dan pondok pesantren se-Kota Surabaya pada Rabu (16/5).

"Apakah anak tersebut sedih atau senang. Nanti ada alat pendeteksi semacam itu dibantu guru bimbingan konseling (BK) dan wali kelas," ujar Ikhsan di Surabaya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan membuat software sederhana untuk memasukkan nama anak-anak yang tidak sekolah agar terdata dengan baik. "Kami akan mendalami jika terdapat anak yang dalam kurun waktu satu hari tidak masuk sekolah," ujarnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan pihaknya meminta para guru memperhatikan dan melaporkan anak yang secara tiba-tiba tidak sekolah. "Segera saya koordinasikan dengan Pak Ikhsan (Kadinas Pendidikan Kota Surabaya)," katanya, seperti dikutip Antara.

Selain itu, lanjut dia, untuk mengantisipasi agar anak-anak tidak trauma, pihaknya menyediakan wadah trauma center bagi korban bom maupun yang berada di lingkaran teroris, khususnya anak-anak.

Saat ini, dirinya telah berkoordinasi bersama dengan jemaat gereja, organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Surabaya terkait dan profesi himpunan psikologi klinis dan sekolah. "Metode pendampingan satu anak akan didampingi satu psikolog baik ketika di rumah sakit, di rumah maupun di sekolah," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 18 Januari 2019 - 00:35 WIB
Elshinta.com - Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja bersama jajarannya mel...
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:47 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII melalui fungsi Aviasi me...
Senin, 14 Januari 2019 - 21:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menye...
Senin, 14 Januari 2019 - 18:44 WIB
Elshinta.com - Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua, John Richard Banua mengatakan 12 sekolah...
Minggu, 13 Januari 2019 - 15:21 WIB
Elshinta.com -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyepa...
Jumat, 11 Januari 2019 - 20:47 WIB
Elshinta.com - Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan dalam bidang pendidikan yakni sama...
Jumat, 11 Januari 2019 - 20:35 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik mengatakan pihaknya sedang menjaj...
Jumat, 11 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Prof. Dr. Sutopo, M.Si dikukuhkan sebagai guru besar ilmu pendidikan fisika...
Kamis, 10 Januari 2019 - 21:39 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya 37 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta berpartisipasi me...
Rabu, 09 Januari 2019 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta akan mengadakan kur...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/usr/lib/php/20151012/apc.so' - /usr/lib/php/20151012/apc.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: