Minggu, 19 Agustus 2018 | 03:23 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

Dalam Negeri / Pendidikan

Risma ingin sekolah di Surabaya dilengkapi pendeteksi suasana hati siswa

Kamis, 17 Mei 2018 - 09:16 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menggelar koordinasi dengan seluruh kepala sekolah di Surabaya. Rabu (16/5). Sumber Foto: https://bit.ly/2wPJufI
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menggelar koordinasi dengan seluruh kepala sekolah di Surabaya. Rabu (16/5). Sumber Foto: https://bit.ly/2wPJufI

Elshinta.com  - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan alat pendeteksi dini suasana hati siswa ketika datang ke sekolah, sebagai upaya membentengi anak didik itu dari pengaruh buruk masuknya paham radikal.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya M. Ikhsan, Kamis, mengatakan, alat pendeteksi dini tersebut sesuai arahan Risma yang disampaikan kepada para kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, madrasah diniyah dan pondok pesantren se-Kota Surabaya pada Rabu (16/5).

"Apakah anak tersebut sedih atau senang. Nanti ada alat pendeteksi semacam itu dibantu guru bimbingan konseling (BK) dan wali kelas," ujar Ikhsan di Surabaya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan membuat software sederhana untuk memasukkan nama anak-anak yang tidak sekolah agar terdata dengan baik. "Kami akan mendalami jika terdapat anak yang dalam kurun waktu satu hari tidak masuk sekolah," ujarnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan pihaknya meminta para guru memperhatikan dan melaporkan anak yang secara tiba-tiba tidak sekolah. "Segera saya koordinasikan dengan Pak Ikhsan (Kadinas Pendidikan Kota Surabaya)," katanya, seperti dikutip Antara.

Selain itu, lanjut dia, untuk mengantisipasi agar anak-anak tidak trauma, pihaknya menyediakan wadah trauma center bagi korban bom maupun yang berada di lingkaran teroris, khususnya anak-anak.

Saat ini, dirinya telah berkoordinasi bersama dengan jemaat gereja, organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Surabaya terkait dan profesi himpunan psikologi klinis dan sekolah. "Metode pendampingan satu anak akan didampingi satu psikolog baik ketika di rumah sakit, di rumah maupun di sekolah," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 18 Agustus 2018 - 21:40 WIB

Buronan pembakar satu keluarga dibekuk

Aktual Dalam Negeri | 18 Agustus 2018 - 21:29 WIB

Dubes harapkan WNI di Swiss wujudkan Indonesia yang lebih maju

Asian Games 2018 | 18 Agustus 2018 - 21:12 WIB

Dirjen: Asian Games kesempatan emas bagi Indonesia

Aktual Dalam Negeri | 18 Agustus 2018 - 20:50 WIB

Pasukan Polri-korban perang rayakan kemerdekaan di Sudan

Aktual Dalam Negeri | 18 Agustus 2018 - 20:39 WIB

Warga Indonesia dan Malaysia rayakan HUT Kemerdekaan bersama

Megapolitan | 18 Agustus 2018 - 20:28 WIB

Kemendagri: Hak partai Aher jadi wagub DKI

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com