Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Amerika

AS jatuhkan sanksi atas pemimpin Hizbullah

Kamis, 17 Mei 2018 - 12:56 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Pemimpin kelompok Hizbullah Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah. Sumber Foto: https://cnn.it/2Ky7l5N
Pemimpin kelompok Hizbullah Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah. Sumber Foto: https://cnn.it/2Ky7l5N

Elshinta.com  - Kementerian Keuangan AS pada Rabu (16/5) mengumumkan kementerian itu telah menjatuhkan sanksi atas pemimpin Hizbullah serta beberapa orang lagi dan satu kelompok, tindakan yang dikatakannya akan "mengganggu kelompok dukungan Iran tersebut".

Kementerian Keuangan tersebut mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa tindakan paling akhir itu, yang dilakukan bersama sekutu AS di Teluk, atau enam anggota lain Terrorist Financing Targeting Center (TFTC), ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hasan Nasrallah, Wakil Sekretaris Jenderalnya Naim Qasim dan empat orang lagi serta satu kelompok.

Rancangan tersebut ditujukan kepada "pengaruh Hizbullah dan Iran yang merusak kestabilan di wilayah itu," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin di dalam pernyataan tersebut.

Akibat tindakan itu, semua harta dan kepentingan yang dimiliki oleh semua orang yang dituju tersebut dan menjadi sasaran jurisdiksi AS diblokir, dan warga negara AS secara umum dilarang melakukan transaksi dengan mereka.

Itu adalah babak baru hukuman atas Iran dan hubungan luar negerinya oleh Washington setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai penarikan diri dari kesepakatan bersejarah nuklir Iran pekan lalu, demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (17/5) siang.

Selain itu, keenam negara anggota TFTC yaitu Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar dan Uni Emirat Arab juga membidik kesatuan dan orang-orang yang memiliki hubungan dengan Hizbullah yang sudah dimasukkan ke dalam daftar hitam AS. TFTC dibentuk pada Mei 2017 dan diresmikan oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz As-Saud dan Trump di sisi Pertemuan Puncak Amerika-Arab-Islam tahun lalu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:49 WIB

MPR ingatkan semua pihak waspadai kecurangan pemilu

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Elshinta.com  - Kementerian Keuangan AS pada Rabu (16/5) mengumumkan kementerian itu telah menjatuhkan sanksi atas pemimpin Hizbullah serta beberapa orang lagi dan satu kelompok, tindakan yang dikatakannya akan "mengganggu kelompok dukungan Iran tersebut".

Kementerian Keuangan tersebut mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa tindakan paling akhir itu, yang dilakukan bersama sekutu AS di Teluk, atau enam anggota lain Terrorist Financing Targeting Center (TFTC), ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hasan Nasrallah, Wakil Sekretaris Jenderalnya Naim Qasim dan empat orang lagi serta satu kelompok.

Rancangan tersebut ditujukan kepada "pengaruh Hizbullah dan Iran yang merusak kestabilan di wilayah itu," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin di dalam pernyataan tersebut.

Akibat tindakan itu, semua harta dan kepentingan yang dimiliki oleh semua orang yang dituju tersebut dan menjadi sasaran jurisdiksi AS diblokir, dan warga negara AS secara umum dilarang melakukan transaksi dengan mereka.

Itu adalah babak baru hukuman atas Iran dan hubungan luar negerinya oleh Washington setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai penarikan diri dari kesepakatan bersejarah nuklir Iran pekan lalu, demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (17/5) siang.

Selain itu, keenam negara anggota TFTC yaitu Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar dan Uni Emirat Arab juga membidik kesatuan dan orang-orang yang memiliki hubungan dengan Hizbullah yang sudah dimasukkan ke dalam daftar hitam AS. TFTC dibentuk pada Mei 2017 dan diresmikan oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz As-Saud dan Trump di sisi Pertemuan Puncak Amerika-Arab-Islam tahun lalu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 12:38 WIB

KJRI Guangzhou bantu pulangkan 22 ABK Indonesia

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 07:22 WIB

Dolar melemah tertekan data negatif ekonomi AS

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:25 WIB

Wapres hadiri pembukaan KTT ASEM ke-12

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com