AS jatuhkan sanksi atas pemimpin Hizbullah
Kamis, 17 Mei 2018 - 12:56 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Pemimpin kelompok Hizbullah Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah. Sumber Foto: https://cnn.it/2Ky7l5N

Elshinta.com  - Kementerian Keuangan AS pada Rabu (16/5) mengumumkan kementerian itu telah menjatuhkan sanksi atas pemimpin Hizbullah serta beberapa orang lagi dan satu kelompok, tindakan yang dikatakannya akan "mengganggu kelompok dukungan Iran tersebut".

Kementerian Keuangan tersebut mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa tindakan paling akhir itu, yang dilakukan bersama sekutu AS di Teluk, atau enam anggota lain Terrorist Financing Targeting Center (TFTC), ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hasan Nasrallah, Wakil Sekretaris Jenderalnya Naim Qasim dan empat orang lagi serta satu kelompok.

Rancangan tersebut ditujukan kepada "pengaruh Hizbullah dan Iran yang merusak kestabilan di wilayah itu," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin di dalam pernyataan tersebut.

Akibat tindakan itu, semua harta dan kepentingan yang dimiliki oleh semua orang yang dituju tersebut dan menjadi sasaran jurisdiksi AS diblokir, dan warga negara AS secara umum dilarang melakukan transaksi dengan mereka.

Itu adalah babak baru hukuman atas Iran dan hubungan luar negerinya oleh Washington setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai penarikan diri dari kesepakatan bersejarah nuklir Iran pekan lalu, demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (17/5) siang.

Selain itu, keenam negara anggota TFTC yaitu Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar dan Uni Emirat Arab juga membidik kesatuan dan orang-orang yang memiliki hubungan dengan Hizbullah yang sudah dimasukkan ke dalam daftar hitam AS. TFTC dibentuk pada Mei 2017 dan diresmikan oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz As-Saud dan Trump di sisi Pertemuan Puncak Amerika-Arab-Islam tahun lalu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 15 Januari 2019 - 07:42 WIB
Elshinta.com - Presiden Donald Trump pada Senin (14/1) memprediksi Amerika Serikat (AS) ak...
Sabtu, 12 Januari 2019 - 16:55 WIB
Elshinta.com - Tiga orang meninggal dan puluhan lainnya terluka dalam kecelakaan bus tingk...
Sabtu, 12 Januari 2019 - 16:41 WIB
Elshinta.com - Pemilihan perempuan sebagai anggota Kongres AS, Rashida Tlaib dan Ilhan Oma...
Rabu, 09 Januari 2019 - 08:05 WIB
Elshinta.com - Kurs dolar AS berbalik (rebound) pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi W...
Sabtu, 05 Januari 2019 - 14:28 WIB
Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Jumat (4/1) bahwa ia ...
Kamis, 03 Januari 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Rabu (2/1) bahwa ia t...
Selasa, 25 Desember 2018 - 16:56 WIB
Elshinta.com - Kelompok gerilyawan YPG/PKK telah merebut kekuasaan atas Kota Hajin, kubu u...
Jumat, 21 Desember 2018 - 10:23 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis, Kamis (20/12) waktu setempat...
Rabu, 19 Desember 2018 - 10:45 WIB
Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada rekan sejawatnya da...
Jumat, 07 Desember 2018 - 07:15 WIB
Elshinta.com - Kurs dolar AS memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat (7/...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/usr/lib/php/20151012/apc.so' - /usr/lib/php/20151012/apc.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: