Jumat, 17 Agustus 2018 | 16:41 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Luar Negeri / Eropa

Jumlah penduduk Muslim di Eropa akan capai 8 persen pada tahun 2030

Kamis, 17 Mei 2018 - 12:28 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Keluarga Muslim di Rusia. Sumber foto: https://bit.ly/2rPAb9K
Keluarga Muslim di Rusia. Sumber foto: https://bit.ly/2rPAb9K

Elshinta.com 

Sebuah studi yang melaporkan kondisi diaspora Muslim di dunia menyebutkan bahwa populasi umat Islam di Eropa akan mencapai 8 persen dan 2.1 persen di Amerika Serikat pada tahun 2030. Laporan yang berjudul Global Diaspora Muslim Report dibahas pada workshop “Muslim Diaspora: Global Peace and Difficulties for Welfare” (Diaspora Muslim: Perdamaian Dunia dan Kesulitan untuk Sejahtera).

Acara yang diselenggarakan di Istanbul,  Sabtu (12/05) oleh lembaga terafiliasi kantor PM Turki dan di bawah Organisasi Konferensi Islam (OKI) itu melaporkan bahwa saat ini sebanyak 44 juta umat Islam bermukim di Eropa, sementara di Amerika Serikat terdapat sekitar 5 juta Muslim.

 Menurut Musa Kulaklikaya, kepala Statistical Economic and Social Research and Training Centre for Islamic Countries (SESRIC) yang menyelenggarakan acara tersebut, seperti dilaporkan oleh Anadolu Agency, studi tersebut disusun untuk memetakan kondisi diaspora Muslim di dunia.

“Kami evaluasi sejumlah aspek seperti populasi, kondisi keuangan, tingkat pendidikan, status kebudayaan, partisipasi dalam politik, citra sosiologis, integrasi dengan lingkungan sekitarnya  dan faktor kesetiaan,” katanya.

Menurutnya, mengingat diaspora Muslim ini  merupakan bagian dari komunitasnya, dan sebagian besar adalah warga negara, maka perdamaian global hanya dapat dicapai dengan memastikan integrasi mereka.

“Apabila kedua belah pihak [red: pihak diaspora dan populasi penerima] dapat mengesampingkan sejumlah prasangka, maka kontribusi umat Islam di negara-negara tersebut akan lebih banyak. Ketika kesempatan diberikan, pemeluk Islam justru berkontribusi pada masyarakat,” lanjutnya.

Sejumlah survei dilakukan di tiga negara: Inggris, Jerman dan Prancis melibatkan diaspora Muslim di sana. Selain itu, dilibatkan juga pandangan sejumlah akademisi, pembuat kebijakan dan LSM.

Sayangnya, hasil dari survey itu mengindikasikan bahwa Muslim di negara-negara tersebut cenderung masih mengalami diskriminasi. Meskipun demikian, menurut Musa, adalah umat Islam yang bermukim di Inggris lah yang paling mendapat perlakuan adil.

“Orang cenderung akan membangun di tempat mereka bermukim dan memperlancar perdagangan. Ilmuwan juga akan berkontribusi pada sains, dokter akan membawa keahlian mereka. Di Inggris saja, terdapat sepuluh walikota Muslim. Terdapat banyak menteri beragama Islam di sejumlah negara di Eropa, dan banyak lagi anggota parlemen,” ungkap Musa.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 17 Agustus 2018 - 16:30 WIB

Ari Dono resmi jabat Wakapolri

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 16:25 WIB

Panglima TNI: Alutsista ditargetkan berbasis digital

Asian Games 2018 | 17 Agustus 2018 - 16:14 WIB

Tim polo air Indonesia kalahkan Hong Kong 9-8

Arestasi | 17 Agustus 2018 - 15:51 WIB

Oknum PNS Langkat tersangka OTT akui pungli atas inisiatifnya

Kesehatan | 17 Agustus 2018 - 15:34 WIB

Waktu tepat menikmati teh hijau

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 15:25 WIB

Pendaki gagal capai puncak Lawu akibat kebakaran

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com