Rayakan Ramadan, rakyat Mesir penuhi pasar untuk beli lentera
Kamis, 17 Mei 2018 - 13:45 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ImDkJf

Elshinta.com - Sebelum kedatangan bulan suci Ramadan, rakyat Mesir memenuhi pasar lokal untuk membeli lentera warna-warni, yang dalam Bahasa Arab disebut "fanoos", untuk anak-anak mereka atau sebagai hiasan rumah dan tempat kerja.

Buat rakyat Mesir, membeli fanoos nyaris menjadi keharusan sebab itu telah menjadi tradisi selama berabad-abad. Lentera tersebut, yang kebanyakan buatan tangan, menghiasi jalan dan lorong sempit semua kota besar di Mesir selama bulan paling suci umat Muslim yang dimulai pada Kamis. Rasa lelah saat mengunjungi pasar lentera terbesar di Sayyida, Kairo terbayarkan saat mendapat lentera yang bagus. Meskipun tahun ini terjadi kenaikan mencolok harga lentera, rakyat Mesir dari segala lapisan mendatangi pasar untuk membeli fanoos buat anak mereka serta menghiasi bagian depan dan dalam rumah mereka. "Saya mencari lentera murah dengan kualitas bagus buat empat cucu saya," kata Reda Mohammed, perempuan yang berusia akhir 50-an tahun, kepada Xinhua.

Saat itu, ia akan memasuki satu toko besar yang menjual lentera Ramadhan. Saat memeriksa lentera kecil yang berwarna merah dan biru, perempuan yang sudah pensiun tersebut mengatakan Ramadhan takkan berarti tanpa membeli lentera buat anak kecil. Fanoos muncul di Mesir selama Kekhalifahan Fathimiyyah ratusan tahun lalu, ketika benda itu berfungsi untuk menerangi jalan tapi belakangan menjadi mainan tradisional anak-anak untuk bermain di luar rumah selama malam hari bulan Ramadhan. "Ramadhan selama menjadi bulan kegembiraan buat anak kecil dan anak muda ... Anak-anak merasa sangat gembira ketika mereka berkeliling kampung dengan membawa lentera mereka setelah menyantap Iftar (makanan berbuka puasa)," tambah wanita itu.

Reda mengeluhkan harga lentera yang tinggi tahun ini. Namun, ia mengatakan ia harus membeli lentera sebab itu telah menjadi budaya yang diwariskan buat sebagian besar Muslim Mesir. "Tahun lalu, saya mengeluarkan 20 pound untuk setiap lentera. Tahun ini harga barang yang hampir sama telah lebih dari 30 pound," katanya, dikutip Antara.

Mesir telah menderita resesi ekonomi dalam beberapa tahun belakangan, kondisi yang telah menyebar akibat kerusuhan politik dan masalah keamanan yang berkaitan, sehingga negeri tersebut melancarkan rencana pembaruan ketat, langkah penghematan, pengambangan mata uang lokal dan pemangkasan subsidi energi. Langkah pembaruan itu, yang didukung oleh pinjaman bernilai 12 miliar dolar AS dari Dana Moneter Internasional, di tengah kekurangan dolar, yang nilai tukarnya naik dari delapan jadi 18 pound Mesir, mengakibatkan inflasi yang tak pernah terjadi sebelumnya dan kenaikan harga setiap komoditas di negara Arab paling pada penduduk tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 20 Mei 2019 - 09:35 WIB
Elshinta.com - Ledakan yang ditujukan ke satu bus pariwisata melukai 12 orang di dekat mus...
Selasa, 07 Mei 2019 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri Niger, Mohamed Bazzoum mengungkapkan, sedikitnya ada 5...
Jumat, 26 April 2019 - 12:31 WIB
Elshinta.com - Pejabat setempat menyatakan lebih dari 70 orang meninggal di Afrika Selatan...
Minggu, 21 April 2019 - 06:28 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya 220 orang telah tewas dan ratusan orang lagi cedera dalam bentro...
Jumat, 19 April 2019 - 12:54 WIB
Elshinta.com - ISIS mencatat rekor atas tewasnya 69 korban dari tentara Nigeria dan pasuka...
Sabtu, 13 April 2019 - 12:40 WIB
Elshinta.com - Jaksa Agung Ethiopia, Berhanu Tsegaye mengatakan, pihak berwenang di negara...
Kamis, 11 April 2019 - 10:35 WIB
Elshinta.com - Mesir telah keluar dari upaya AS untuk membentuk `NATO Arab` dengan sekutu penti...
Jumat, 29 Maret 2019 - 09:47 WIB
Elshinta.com - Suara tembakan terdengar pada Kamis di dekat pangkalan militer utama di Ibu...
Jumat, 22 Maret 2019 - 06:56 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertanahan dan Lingkungan Hidup Mozambik, Celso Correia, Kamis, men...
Minggu, 10 Maret 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com - Sebuah pesawat milik Ethiopian Airlines yang sedang terbang menuju Nairobi ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 182
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once