Selasa, 19 Juni 2018 | 02:25 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

Luar Negeri / Afrika

Rayakan Ramadan, rakyat Mesir penuhi pasar untuk beli lentera

Kamis, 17 Mei 2018 - 13:45 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ImDkJf
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ImDkJf

Elshinta.com - Sebelum kedatangan bulan suci Ramadan, rakyat Mesir memenuhi pasar lokal untuk membeli lentera warna-warni, yang dalam Bahasa Arab disebut "fanoos", untuk anak-anak mereka atau sebagai hiasan rumah dan tempat kerja.

Buat rakyat Mesir, membeli fanoos nyaris menjadi keharusan sebab itu telah menjadi tradisi selama berabad-abad. Lentera tersebut, yang kebanyakan buatan tangan, menghiasi jalan dan lorong sempit semua kota besar di Mesir selama bulan paling suci umat Muslim yang dimulai pada Kamis. Rasa lelah saat mengunjungi pasar lentera terbesar di Sayyida, Kairo terbayarkan saat mendapat lentera yang bagus. Meskipun tahun ini terjadi kenaikan mencolok harga lentera, rakyat Mesir dari segala lapisan mendatangi pasar untuk membeli fanoos buat anak mereka serta menghiasi bagian depan dan dalam rumah mereka. "Saya mencari lentera murah dengan kualitas bagus buat empat cucu saya," kata Reda Mohammed, perempuan yang berusia akhir 50-an tahun, kepada Xinhua.

Saat itu, ia akan memasuki satu toko besar yang menjual lentera Ramadhan. Saat memeriksa lentera kecil yang berwarna merah dan biru, perempuan yang sudah pensiun tersebut mengatakan Ramadhan takkan berarti tanpa membeli lentera buat anak kecil. Fanoos muncul di Mesir selama Kekhalifahan Fathimiyyah ratusan tahun lalu, ketika benda itu berfungsi untuk menerangi jalan tapi belakangan menjadi mainan tradisional anak-anak untuk bermain di luar rumah selama malam hari bulan Ramadhan. "Ramadhan selama menjadi bulan kegembiraan buat anak kecil dan anak muda ... Anak-anak merasa sangat gembira ketika mereka berkeliling kampung dengan membawa lentera mereka setelah menyantap Iftar (makanan berbuka puasa)," tambah wanita itu.

Reda mengeluhkan harga lentera yang tinggi tahun ini. Namun, ia mengatakan ia harus membeli lentera sebab itu telah menjadi budaya yang diwariskan buat sebagian besar Muslim Mesir. "Tahun lalu, saya mengeluarkan 20 pound untuk setiap lentera. Tahun ini harga barang yang hampir sama telah lebih dari 30 pound," katanya, dikutip Antara.

Mesir telah menderita resesi ekonomi dalam beberapa tahun belakangan, kondisi yang telah menyebar akibat kerusuhan politik dan masalah keamanan yang berkaitan, sehingga negeri tersebut melancarkan rencana pembaruan ketat, langkah penghematan, pengambangan mata uang lokal dan pemangkasan subsidi energi. Langkah pembaruan itu, yang didukung oleh pinjaman bernilai 12 miliar dolar AS dari Dana Moneter Internasional, di tengah kekurangan dolar, yang nilai tukarnya naik dari delapan jadi 18 pound Mesir, mengakibatkan inflasi yang tak pernah terjadi sebelumnya dan kenaikan harga setiap komoditas di negara Arab paling pada penduduk tersebut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 18 Juni 2018 - 21:53 WIB

KPU RI ingatkan pakta integritas harus dilaksanakan

Asia Pasific | 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 21:26 WIB

90.000 kendaraan kembali lalui Jakarta-Cikampek

Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:48 WIB

Warga ikut padamkan kebakaran hutan TNRAW

Kecelakaan | 18 Juni 2018 - 20:33 WIB

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Senin, 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Senin, 18 Juni 2018 - 19:29 WIB

Islam berkembang di Rusia peluang kerja sama

Minggu, 17 Juni 2018 - 18:22 WIB

Dubes: WNI ke Rusia terus meningkat

Minggu, 17 Juni 2018 - 17:05 WIB

Prancis tutup situs gelap narkoba

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com