Kamis, 18 Oktober 2018 | 00:22 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aplikasi

Vietnam akan investigasi akusisi Uber-Grab

Kamis, 17 Mei 2018 - 14:57 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2INCip7
Sumber foto: https://bit.ly/2INCip7

Elshinta.com - Kementerian Perdagangan Vietnam tengah mempertimbangkan untuk menggelar investigasi atas kesepakatan bisnis Uber dengan Grab, setelah penyelidikan menunjukkan adanya pelanggaran undang-undang persaingan usaha (antitrust) pada kesepakatan itu.

Kementerian itu mengatakan pada bulan lalu transaksi bisa saja diblokir jika pangsa pasar gabungan antara Uber dan Grab di Vietnam mencapai lebih dari 50 persen, sesuai hukum di negara itu. "Hasil penyelidikan awal menunjukkan konsentrasi ekonomi antara Grab dan Uber di pasar Vietnam memiliki pangsa pasar gabungan lebih dari 50 persen," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan dilansir Reuters, Rabu (16/5).

Dikatakan selanjutnya, setelah bekerja dengan perusahaan, asosiasi dan otoritas pemerintah, telah ditemukan kesepakatan yang menunjukkan "tanda-tanda pelanggaran pada konsentrasi ekonomi". Namun Kementerian tidak mengatakan waktu untuk memutuskan serta meluncurkan penyelidikan itu. Uber dan Grab mengumumkan kesepakatan pada bulan Maret 2018. Uber akan mengambil 27,5 persen saham Grab sebagai pertukaran atas bisnis di Asia Tenggara. Perusahaan AS itu telah menjual operasi di China dan Rusia ke pesaing lokal.

Langkah Vietnam untuk memperluas pengawasan kesepakatan bisnis, juga diikuti Singapura, Malaysia dan Filipina, dikutip Antara.

Hingga saat ini belum jelas apakah kesepakatan itu akan berpengaruh jika Vietnam atau salah satu negara lain menyimpulkan bahwa akuisisi itu merugikan persaingan usaha. Namun diperketatnya pengawasan itu dapat menyulitkan akuisisi, menurut pengacara dan analis. Di sisi lain, Uber dan Grab belum memberikan jawaban atas masalah ini, demikian Reuters.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 17 Oktober 2018 - 21:34 WIB

Indra Sjafri: Saya tidak perlu `striker` asal...

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 21:23 WIB

Menhub segera kaji penerapan `panic button` taksi online

Peluang | 17 Oktober 2018 - 21:15 WIB

Langkah-langkah membuka TK atau PAUD

Hukum | 17 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Menhub tegaskan akan atur taksi online

Arestasi | 17 Oktober 2018 - 20:47 WIB

Satreskrim Polres Langkat ringkus penjual togel

Elshinta.com - Kementerian Perdagangan Vietnam tengah mempertimbangkan untuk menggelar investigasi atas kesepakatan bisnis Uber dengan Grab, setelah penyelidikan menunjukkan adanya pelanggaran undang-undang persaingan usaha (antitrust) pada kesepakatan itu.

Kementerian itu mengatakan pada bulan lalu transaksi bisa saja diblokir jika pangsa pasar gabungan antara Uber dan Grab di Vietnam mencapai lebih dari 50 persen, sesuai hukum di negara itu. "Hasil penyelidikan awal menunjukkan konsentrasi ekonomi antara Grab dan Uber di pasar Vietnam memiliki pangsa pasar gabungan lebih dari 50 persen," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan dilansir Reuters, Rabu (16/5).

Dikatakan selanjutnya, setelah bekerja dengan perusahaan, asosiasi dan otoritas pemerintah, telah ditemukan kesepakatan yang menunjukkan "tanda-tanda pelanggaran pada konsentrasi ekonomi". Namun Kementerian tidak mengatakan waktu untuk memutuskan serta meluncurkan penyelidikan itu. Uber dan Grab mengumumkan kesepakatan pada bulan Maret 2018. Uber akan mengambil 27,5 persen saham Grab sebagai pertukaran atas bisnis di Asia Tenggara. Perusahaan AS itu telah menjual operasi di China dan Rusia ke pesaing lokal.

Langkah Vietnam untuk memperluas pengawasan kesepakatan bisnis, juga diikuti Singapura, Malaysia dan Filipina, dikutip Antara.

Hingga saat ini belum jelas apakah kesepakatan itu akan berpengaruh jika Vietnam atau salah satu negara lain menyimpulkan bahwa akuisisi itu merugikan persaingan usaha. Namun diperketatnya pengawasan itu dapat menyulitkan akuisisi, menurut pengacara dan analis. Di sisi lain, Uber dan Grab belum memberikan jawaban atas masalah ini, demikian Reuters.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com