Petani perlu memiliki usaha produk turunan dari hasil tani
Kamis, 17 Mei 2018 - 12:02 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Foto: Istimewa.

Elshinta.com - Petani seringkali hanya mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber penghasilan utama, dan tidak memiliki usaha lain sebagai tambahan. Kurangnya pembinaan, serta ketiadaan modal menjadi faktor utama petani hanya berfokus pada hasil taninya saja. Hal tersebut, disampaikan oleh mantan anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin yang juga calon gubernur Jawa Barat  saat mengunjungi kelompok tani di Kampung Pasir Bentang, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Kamis (17/5).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Hasan ini, para petani harus memiliki usaha produk turunan dari hasil tani. Oleh karenanya, Kang Hasan akan memberdayakan para petani melalui pembinaan dan pelatihan usaha. Bukan hanya itu, Purnawirawan Jendral TNI AD itu juga akan membuka akses permodalan bagi para petani tanpa agunan, melalui Bumdes atau Koperasi kelompok tani.

"Itu semua ada dalam program kami, JabarSeubeuh, agar ketika petani menunggu hasil tani, bisa menjalankan usaha lain," ungkap pria yang juga berasal dari keluarga petani itu. 

Kang Hasan menyampaikan, akan terus memperjuangkan kesejahteraan para petani di Jawa Barat, dengan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Salah satunya, program presiden Jokowi untuk memberikan izin pengolahan lahan selama 35 tahun untuk petani, melalui lahan perhutani. Hal itu, lanjut Kang Hasan, sebagai solusi bagi para petani yang tidak memiliki lahan untuk digarap. Lahan tersebut nantinya, juga bisa diwariskan kepada anak cucunya sebagai lahan garapan. 

Sementara itu, Roni Usman Usmana, Koordinator Petani Jawa Barat berharap, ditangan Kang Hasan para petani akan mendapatkan akses yang mudah untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, terutama masalah permodalan, sebagai dasar untuk memulai usaha bagi para petani. Sehingga, masyarakat petani bisa lebih sejahtera.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 16 Januari 2019 - 13:40 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, pertumbuhan e...
Rabu, 16 Januari 2019 - 13:31 WIB
Elshinta.com - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita menyatakan pembahasan d...
Rabu, 16 Januari 2019 - 09:14 WIB
Elshinta.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyebutkan maskapai penerbangan seharus...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (15/1)...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:07 WIB
Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Sela...
Selasa, 15 Januari 2019 - 17:33 WIB
Elshinta.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengingatkan kalangan pengusaha bah...
Selasa, 15 Januari 2019 - 12:33 WIB
Elshinta.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa para pedagang maupun penye...
Selasa, 15 Januari 2019 - 10:43 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa d...
Selasa, 15 Januari 2019 - 10:05 WIB
Elshinta.com - Jajaran Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPB...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:05 WIB
Elshinta.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sebanyak 1.239 Nomor Induk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)