Jumat, 16 November 2018 | 15:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

WNI lolos dari hukuman mati di Malaysia

Kamis, 17 Mei 2018 - 19:25 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2L8Ob7F
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2L8Ob7F

Elshinta.com - Warga Negara Indonesia (WNI) asal Madura Provinsi Jawa Timur Satria Hidayat (24) lolos dari hukuman mati pada pengadilan di Mahkamah Tinggi Malaya di Klang, Selangor, Kamis (17/5).

Eksepsi yang diajukan pengacara diterima oleh Wakil Jaksa Penuntut Umum Yong Leou Shin. Semula dia didakwa dengan pasal 302 pembunuhan berencana kemudian diubah menjadi pertuduhan alternatif 304 (a) hukum pidana. Menurut pasal tersebut hukuman untuk pembunuhan yang dianiaya tidak sebesar pembunuhan berencana. Hakim Pengadilan Tinggi Klang Datok Ahmad Fairus Bin Zainol Abidin kemudian mem-vonis Satria Hidayat 17 tahun penjara.

Dikutip Antara, pelaku didakwa melakukan pembunuhan yang menyebabkan kematian terhadap seorang wanita Tan Kim Poh di Kantor Pabrik Papan Summer Media Sdn Bhd Lot 4775 Mukim Rawang, Malang Jaya, Kuang, pada 5 Agustus 2017. Pabrik tersebut merupakan milik Tan Kim Poh yang mempekerjakan pekerja berbangsa China, Melayu dan WNI. Penyelidikan menunjukkan pelaku pernah bekerja di pabrik tersebut selama seminggu kemudian tidak bekerja lagi dan dia bekerja di tempat lain.

Pada 5 Agustus 2017 Satria datang kembali ke tempat Tan Kim Poh untuk mencari pekerjaan namun dia mengambil peluang untuk merampok korban yang sedang sendiri dengan mencekiknya hingga mati. Pelaku kemudian mengambil handphone korban dan uang tunai RM 3000 yang berada di atas meja milik korban. Pada malam kejadian pelaku mentraktir makan malam kawannya bernama Abdul Bezit dan bermain judi dengan menggunakan uang lebih kurang RM 320.

Tertuduh juga telah membeli handphone dengan harga RM 699, membayar hutang ke rekannya RM 600, mengirim uang ke kampungnya RM 336, mengirim ke istrinya RM 300 dan kegunaan lainnya. Pada 8 Agustus 2017 jam 16.30 waktu setempat pelaku telah ditangkap polisi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 15:15 WIB

Komnas HAM beri masukan ke Presiden soal KSAD baru

Lingkungan | 16 November 2018 - 15:06 WIB

Banyak program restorasi gambut gagal, ini penyebabnya

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 14:55 WIB

Presiden yakin tujuh mimpi anak bangsa di Kapsul Waktu bisa terwujud, jika...

Aktual Olahraga | 16 November 2018 - 14:47 WIB

Kasdam I/BB berangkatkan 32 atlet Yong Moo Do ke Bali

Musibah | 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Elshinta.com - Warga Negara Indonesia (WNI) asal Madura Provinsi Jawa Timur Satria Hidayat (24) lolos dari hukuman mati pada pengadilan di Mahkamah Tinggi Malaya di Klang, Selangor, Kamis (17/5).

Eksepsi yang diajukan pengacara diterima oleh Wakil Jaksa Penuntut Umum Yong Leou Shin. Semula dia didakwa dengan pasal 302 pembunuhan berencana kemudian diubah menjadi pertuduhan alternatif 304 (a) hukum pidana. Menurut pasal tersebut hukuman untuk pembunuhan yang dianiaya tidak sebesar pembunuhan berencana. Hakim Pengadilan Tinggi Klang Datok Ahmad Fairus Bin Zainol Abidin kemudian mem-vonis Satria Hidayat 17 tahun penjara.

Dikutip Antara, pelaku didakwa melakukan pembunuhan yang menyebabkan kematian terhadap seorang wanita Tan Kim Poh di Kantor Pabrik Papan Summer Media Sdn Bhd Lot 4775 Mukim Rawang, Malang Jaya, Kuang, pada 5 Agustus 2017. Pabrik tersebut merupakan milik Tan Kim Poh yang mempekerjakan pekerja berbangsa China, Melayu dan WNI. Penyelidikan menunjukkan pelaku pernah bekerja di pabrik tersebut selama seminggu kemudian tidak bekerja lagi dan dia bekerja di tempat lain.

Pada 5 Agustus 2017 Satria datang kembali ke tempat Tan Kim Poh untuk mencari pekerjaan namun dia mengambil peluang untuk merampok korban yang sedang sendiri dengan mencekiknya hingga mati. Pelaku kemudian mengambil handphone korban dan uang tunai RM 3000 yang berada di atas meja milik korban. Pada malam kejadian pelaku mentraktir makan malam kawannya bernama Abdul Bezit dan bermain judi dengan menggunakan uang lebih kurang RM 320.

Tertuduh juga telah membeli handphone dengan harga RM 699, membayar hutang ke rekannya RM 600, mengirim uang ke kampungnya RM 336, mengirim ke istrinya RM 300 dan kegunaan lainnya. Pada 8 Agustus 2017 jam 16.30 waktu setempat pelaku telah ditangkap polisi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com