Senin, 22 Oktober 2018 | 11:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Penipu bermodus gandakan uang miliaran rupiah ditangkap petugas

Kamis, 17 Mei 2018 - 20:16 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Sutini
Foto: Sutini

Elshinta.com - TA (46) warga Kabupaten Sragen Jawa Tengah pelaku pengganda uang diringkus oleh Tim Satreskrim Polres Kudus, setelah menipu korban JM warga Kudus sebesar Rp30 juta. Dimana pelaku mengaku dapat menggandakan uang dari Rp30 juta menjadi Rp2,5 Milyar.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan kronologis penipuan yang dilakukan oleh TA berawal saat korban yang membutuhkan uang mendatangi temannya warga Grobogan. Korban kemudian dikenalkan dengan pelaku yang dapat menggandakan uang.

"Pada hari yang telah ditentukan pelaku datang ke rumah korban di Kudus. Berhubung di rumah korban sedang banyak tamu, akhirnya korban diajak kesalah satu hotel di daerah jalur lingkar Kudus. Di situlah pelaku memperdaya korban dengan ritual penggandaan uang," ujarnya kepada wartawan termasuk Kontributor elshinta, Sutini, Kamis (17/5).

Menurut Gurning, dalam ritual di hotel tersebut, untuk meyakinkan korban. Pelaku bersama temannya yang saat ini masih diburu membawa sejumlah barang-barang klenik, seperti jenglot, kereta kencana Nyi Blorong, kardus berisi dua buah kelapa beserta keris.

"Mereka melakukan ritual dengan cara korban diminta berdoa setelah menyerahkan uang sebesar Rp30 juta. Saat berdoa kondisi ruangan dibuat gelap sehingga korban tidak mengetahui jika uang miliknya yang digandakan dibawa lari oleh pelaku. Sampai akhirnya korban tersadar menjadi korban penipuan," imbuhnya.

Gurning mengungkapkan pelaku ditangkap di daerah asalnya beserta barang bukti kecuali uang karena sudah habis. Para pelaku akan dijerat pasal 378 KUHP terkait penipuan dengan ancaman 4 tahun.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 22 Oktober 2018 - 11:37 WIB

Hidayat Nur Wahid minta Presiden berikan contoh politik kebohongan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:28 WIB

Polisi ringkus penganiaya bocah perempuan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:19 WIB

BNN konsisten edukasi bahaya narkoba pada pelajar

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Ribuan siswa peringati Hari Santri di Alun-alun Kebumen

Hukum | 22 Oktober 2018 - 11:01 WIB

KPK panggil lagi Sjamsul Nursalim

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 10:52 WIB

Polisi ringkus juru parkir karena edarkan narkoba

Elshinta.com - TA (46) warga Kabupaten Sragen Jawa Tengah pelaku pengganda uang diringkus oleh Tim Satreskrim Polres Kudus, setelah menipu korban JM warga Kudus sebesar Rp30 juta. Dimana pelaku mengaku dapat menggandakan uang dari Rp30 juta menjadi Rp2,5 Milyar.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan kronologis penipuan yang dilakukan oleh TA berawal saat korban yang membutuhkan uang mendatangi temannya warga Grobogan. Korban kemudian dikenalkan dengan pelaku yang dapat menggandakan uang.

"Pada hari yang telah ditentukan pelaku datang ke rumah korban di Kudus. Berhubung di rumah korban sedang banyak tamu, akhirnya korban diajak kesalah satu hotel di daerah jalur lingkar Kudus. Di situlah pelaku memperdaya korban dengan ritual penggandaan uang," ujarnya kepada wartawan termasuk Kontributor elshinta, Sutini, Kamis (17/5).

Menurut Gurning, dalam ritual di hotel tersebut, untuk meyakinkan korban. Pelaku bersama temannya yang saat ini masih diburu membawa sejumlah barang-barang klenik, seperti jenglot, kereta kencana Nyi Blorong, kardus berisi dua buah kelapa beserta keris.

"Mereka melakukan ritual dengan cara korban diminta berdoa setelah menyerahkan uang sebesar Rp30 juta. Saat berdoa kondisi ruangan dibuat gelap sehingga korban tidak mengetahui jika uang miliknya yang digandakan dibawa lari oleh pelaku. Sampai akhirnya korban tersadar menjadi korban penipuan," imbuhnya.

Gurning mengungkapkan pelaku ditangkap di daerah asalnya beserta barang bukti kecuali uang karena sudah habis. Para pelaku akan dijerat pasal 378 KUHP terkait penipuan dengan ancaman 4 tahun.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 09:47 WIB

KA terguling di Taiwan, belum ada laporan korban WNI

Senin, 22 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Wakil Bupati Pasaman Barat tinjau lokasi banjir

Senin, 22 Oktober 2018 - 07:50 WIB

Korban penyanderaan KKB di rawat di RS Bhayangkara

Minggu, 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com