Senin, 22 Oktober 2018 | 09:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Software

Apple buat kurikulum pengkodean untuk diakses siswa tunarungu dan tunanetra

Jumat, 18 Mei 2018 - 02:15 WIB    |    Penulis : Administrator    |    Editor : Administrator
Foto by Apple, Inc.
Foto by Apple, Inc.

Elshinta.com 

Apple baru saja mengumumkan bahwa mereka bekerja sama dengan para pendidik untuk mempopulerkan program "Everyone Can Code" ke banyak sekolah untuk para siswa yang tuli, buta, dan memiliki kebutuhan khusus lain.

Musim gugur ini, para guru di sekolah-sekolah tertentu yang melayani siswa penyandang disabilitas akan mulai bergabung di dalam program tersebut untuk dimasukan ke dalam kurikulum kelas mereka.

"Misi Apple adalah membuat produk dapat diakses semudah mungkin," kata CEO Apple Tim Cook dalam sebuah pernyataan.

"Kami membuat Semua Orang Bisa Meng-Code karena kami percaya semua siswa berhak mendapat kesempatan untuk mempelajari bahasa teknologi. Kami berharap untuk membawa Semua Orang Dapat Mengarsip ke lebih banyak sekolah di seluruh dunia yang melayani siswa penyandang cacat."

Melalui program Kode untuk Setiap Orang, Apple berharap dapat mendorong anak-anak untuk belajar kode dengan cara yang mudah dan menarik, meletakkan dasar untuk karir STEM masa depan.

Program ini kompatibel dengan VoiceOver, yang merupakan teknologi membaca layar yang canggih untuk orang-orang dengan gangguan penglihatan. Dengan menggunakan teknologi berbasis gerakan ini, orang dapat belajar membuat kode tanpa harus benar-benar melihat layar.

Bagi siswa yang mengalami gangguan pendengaran, FaceTime dapat menangkap ekspresi dan gerak tubuh sehingga mereka dapat sepenuhnya berinteraksi dengan program. Selain itu fitur seperti Type to Siri dan perangkat seperti Made for iPhone hearing aids juga dapat membantu siswa tuna rungu menggunakan Everyone Can Code.

Peluncuran program untuk para siswa tunarungu dan tunanetra akan mulai di delapan sekolah di Amerika. Agaknya, Apple akan bekerja dengan para pendidik ini untuk menyempurnakan platform sebelum membuatnya tersedia lebih luas. Ini langkah besar untuk aksesibilitas. (*)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 09:26 WIB

PKS Komitmen kawal moral partai dan kader

Ekonomi | 22 Oktober 2018 - 09:18 WIB

Adobsi teknologi dorong peningkatan DPK Bank Pasar

Badminton | 22 Oktober 2018 - 09:07 WIB

Kevin-Marcus `Minions` akhirnya juarai Denmark Terbuka

Event | 22 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Indra Sjafri yakin timnas Indonesia bisa bangkit

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 08:43 WIB

Pakar komunikasi ajak netizen deteksi berita hoax

Musibah | 22 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Wakil Bupati Pasaman Barat tinjau lokasi banjir

Elshinta.com 

Apple baru saja mengumumkan bahwa mereka bekerja sama dengan para pendidik untuk mempopulerkan program "Everyone Can Code" ke banyak sekolah untuk para siswa yang tuli, buta, dan memiliki kebutuhan khusus lain.

Musim gugur ini, para guru di sekolah-sekolah tertentu yang melayani siswa penyandang disabilitas akan mulai bergabung di dalam program tersebut untuk dimasukan ke dalam kurikulum kelas mereka.

"Misi Apple adalah membuat produk dapat diakses semudah mungkin," kata CEO Apple Tim Cook dalam sebuah pernyataan.

"Kami membuat Semua Orang Bisa Meng-Code karena kami percaya semua siswa berhak mendapat kesempatan untuk mempelajari bahasa teknologi. Kami berharap untuk membawa Semua Orang Dapat Mengarsip ke lebih banyak sekolah di seluruh dunia yang melayani siswa penyandang cacat."

Melalui program Kode untuk Setiap Orang, Apple berharap dapat mendorong anak-anak untuk belajar kode dengan cara yang mudah dan menarik, meletakkan dasar untuk karir STEM masa depan.

Program ini kompatibel dengan VoiceOver, yang merupakan teknologi membaca layar yang canggih untuk orang-orang dengan gangguan penglihatan. Dengan menggunakan teknologi berbasis gerakan ini, orang dapat belajar membuat kode tanpa harus benar-benar melihat layar.

Bagi siswa yang mengalami gangguan pendengaran, FaceTime dapat menangkap ekspresi dan gerak tubuh sehingga mereka dapat sepenuhnya berinteraksi dengan program. Selain itu fitur seperti Type to Siri dan perangkat seperti Made for iPhone hearing aids juga dapat membantu siswa tuna rungu menggunakan Everyone Can Code.

Peluncuran program untuk para siswa tunarungu dan tunanetra akan mulai di delapan sekolah di Amerika. Agaknya, Apple akan bekerja dengan para pendidik ini untuk menyempurnakan platform sebelum membuatnya tersedia lebih luas. Ini langkah besar untuk aksesibilitas. (*)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com