143 juta pengguna medsos berpotensi terkena virus radikal, 1.285 akun diblokir
Jumat, 18 Mei 2018 - 02:35 WIB | Penulis : Administrator | Editor : Administrator
Foto: Kominfo.go.id

Elshinta.com 

Saat ini, agitasi dan propaganda kelompok radikalisme dan terorisme kerap dilakukan di dunia maya atau media sosial (Medsos). Tujuannya, untuk mempengaruhi warganet yang masih bisa dipengaruhi dengan “kampanye-kampanye” mereka.

Demikian disampaikan Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Donny Budi Utoyo dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB9) bertajuk "Cegah dan Perangi Aksi Teroris" di Gedung Serba Guna Kemkominfo, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

“Sekitar dua tahun yang lalu tanpa sengaja saya bersama teman-teman tim sedang masuk ke youtube. Tiba-tiba ada video yang baru di-upload. Menurut saya bagus sekali. Judulnya, “Ayahku Teladanku”. Kami sempat download,” ujar Donny.

Menurut Donny, ini video dokumenter yang bagus sekali karena digarap secara profesional. Di film itu diaawali ada sekumpulan anak yang sedang latihan baris-berbaris dan latihan bela diri.

“Ternyata, ini video ISIS. Menariknya, sudah ada terjemahan bahasa Indonesianya. Di film itu, seorang anak memberikan testimoni, ‘saya mengikuti teladan ayahku, ayahku dibunuh oleh kafir dan sekarang saya harus membunuh kaum kafir’,” jelas Donny seraya mengutip kalimat di film tersebut.

Donny menilai, film ini jelas memiliki tujuan sebagai bagian dari proses mendorong orang menjadi radikal melalui sosial media. Dan, dengan kemasan yang mereka buat di film itu, sangat mungkin sekali ada yang terpengaruh. Khususnya anak-anak.

“Jika film ini ditonton oleh anak-anak, sudah bisa dipastikan akan terpengaruh. Karena menurut saya, kemasan dalam film ini dibuat secara profesional dan mudah dicerna anak-anak,” ujarnya.

Donny menjelaskan, di film itu mengadegankan, anak-anak yang berkelompok disatukan dalam satu rumah, ruangannya gelap, mereka bergerak seperti pasukan dengan menggunakan infrared, mengejar sesosok musuh yang mereka kejar.

“Ternyata, musuh yang dikejar mereka adalah warga negara asing yang sedang diikat matanya. Kemudian di adegan berikutnya musuh yang mereka kejar itu dieksekusi. Terlihat sangat real,” ulas Donny.

Untungnya, lanjut Donny, film ISIS itu tidak lama ada di youtube, setelah itu langsung ditakedown. Karena harus ada ketegasan atas audiovisual di media sosial yang berisi agitasi propaganda yang berbahaya seperti itu.

“Kami dari Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong penggunaan platform media sosial secara baik, sehat dan positif. Dan jelas sekali film itu sangat berbahaya. Karena itu harus ditakedown,” ulas Donny.

Di Indonesia, ada 143 juta pengguna medsos yang sangat berpotensi terkena virus radikalisme dan terorisme. “Kita harus bicara hulu dan hilir. Hulu seperti apa? Ya itu, literasi, bicara conten, dan narasi. Hilirnya baru pemblokiran,” jelas Donny.

Sejak pertama kali terjadi bom di gereja, menurut Donny, ada 1.285 akun medsos yang diblokir. Dan itu hanya dalam waktu 3-4 hari. Sesungguhnya, proses yang sudah dilakukan oleh kami jauh-jauh hari dilakukan terus menerus dan saat kejadian lebih diintensifkan.

“Salah satu upayanya adalah dengan aduan konten, internet sehat, siber kreasi dan lainnya. Isinya dengan melakukan literasi digital, cara menghindari paham radikal,” ucap Donny.

Selain Tenaga Ahli Kemkominfo Donny Budi Utoyo, hadir juga sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Ketua Dewan Pers Joseph Adi Prasetyo dan Pengamat Terorisme Universitas Indonesia Solahudin. (Kominfo)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:38 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ...
Selasa, 15 Januari 2019 - 20:37 WIB
Elshinta.com - Kapolres Mimika, Papua AKBP Agung Marlianto mengatakan, pasukan TNI dan Pol...
Senin, 14 Januari 2019 - 20:37 WIB
Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pengamanan sejuml...
Jumat, 11 Januari 2019 - 06:44 WIB
Elshinta.com - Rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Wakil Ket...
Rabu, 09 Januari 2019 - 19:47 WIB
Elshinta.com - Pihak kepolisian meningkatkan patroli di kediaman pimpinan Komisi Pemberant...
Rabu, 09 Januari 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kepolisian mengusut tuntas pelaku dug...
Rabu, 09 Januari 2019 - 16:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wir...
Rabu, 09 Januari 2019 - 15:12 WIB
Elshinta.com - Baku tembak antara personel TNI dengan kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (...
Jumat, 04 Januari 2019 - 15:47 WIB
Elshinta.com - Wakapolrestabes Medan, Sumatera Utara, AKBP Rudi Rifani bertindak sebagai i...
Kamis, 03 Januari 2019 - 18:35 WIB
Elshinta.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah tidak mentoleransi ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)