Jumat, 14 Desember 2018 | 00:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Polri amankan keluarga teroris Mapolda Riau

Jumat, 18 Mei 2018 - 07:15 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Penyerangan di Mapolda Riau. Foto: Ist
Penyerangan di Mapolda Riau. Foto: Ist

Elshinta.com - Tim gabungan Polda Riau dan Detasemen Khusus 88 Anti Teror mengamankan delapan terduga teroris di Kota Dumai, dengan beberapa di antaranya diketahui masih memiliki hubungan darah dengan tersangka teror di Mapolda Riau.

"Beberapa dari mereka ada hubungan keluarga," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto di Pekanbaru, Kamis (17/5).

AKBP Sunarto merincikan, ke delapan terduga teroris yang diamankan tim gabungan tersebut ditangkap di sejumlah titik di Kota Dumai, Rabu (16/5) pagi, pasca-upaya penyerangan Mapolda Riau. 

Ke delapan terduga teroris yang kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Dumai itumasing-masing berinisial HAR, NI, AS, SW, HD, YEP, DS dan SY alias IJ.

AKBP Sunarto mengungkapkan, untuk terduga teroris HAR, merupakan abang kandung dari Suwardi, salah satu tersangka yang tewas ditembak mati dalam insiden penyerangan Mapolda Riau. Selain HAR, polisi juga mengamankan NI, ibu kandung Suwardi.

Selanjutnya SW diketahui merupakan ibu dari tersangka Adi Sufiyan. Turut diamankan HD dan YEP, adik kandung Adi Sufiyan, yang juga salah satu tersangka teror Mapolda Riau.

Lebih jauh, Sunarto mengatakan, Pak Ngah merupakan ketua dari kelompok teror penyerangan Mapolda Riau. "Pak Ngah sebagai pimpinan. Tapi belum tau kelompok mana," ujarnya.

Para keluarga diduga berafiliasi dengan kelompok teror penyerang Mapolda Riau. Meski begitu, AKBP Sunarto mengatakan, pihaknya masih mendalami delapan terduga yang diamankan itu dengan pemeriksaan intensif yang digelar di Mapolres Dumai.

"Delapan orang yang diamankan masih didalami keterangannya di Mapolres Dumai," paparnya, dikutip Antara
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

Elshinta.com - Tim gabungan Polda Riau dan Detasemen Khusus 88 Anti Teror mengamankan delapan terduga teroris di Kota Dumai, dengan beberapa di antaranya diketahui masih memiliki hubungan darah dengan tersangka teror di Mapolda Riau.

"Beberapa dari mereka ada hubungan keluarga," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto di Pekanbaru, Kamis (17/5).

AKBP Sunarto merincikan, ke delapan terduga teroris yang diamankan tim gabungan tersebut ditangkap di sejumlah titik di Kota Dumai, Rabu (16/5) pagi, pasca-upaya penyerangan Mapolda Riau. 

Ke delapan terduga teroris yang kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Dumai itumasing-masing berinisial HAR, NI, AS, SW, HD, YEP, DS dan SY alias IJ.

AKBP Sunarto mengungkapkan, untuk terduga teroris HAR, merupakan abang kandung dari Suwardi, salah satu tersangka yang tewas ditembak mati dalam insiden penyerangan Mapolda Riau. Selain HAR, polisi juga mengamankan NI, ibu kandung Suwardi.

Selanjutnya SW diketahui merupakan ibu dari tersangka Adi Sufiyan. Turut diamankan HD dan YEP, adik kandung Adi Sufiyan, yang juga salah satu tersangka teror Mapolda Riau.

Lebih jauh, Sunarto mengatakan, Pak Ngah merupakan ketua dari kelompok teror penyerangan Mapolda Riau. "Pak Ngah sebagai pimpinan. Tapi belum tau kelompok mana," ujarnya.

Para keluarga diduga berafiliasi dengan kelompok teror penyerang Mapolda Riau. Meski begitu, AKBP Sunarto mengatakan, pihaknya masih mendalami delapan terduga yang diamankan itu dengan pemeriksaan intensif yang digelar di Mapolres Dumai.

"Delapan orang yang diamankan masih didalami keterangannya di Mapolres Dumai," paparnya, dikutip Antara
 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com