Senin, 18 Juni 2018 | 13:13 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

Hiburan / Musik

20 tahun reformasi, seniman dituntut hasilkan karya terbaik

Jumat, 18 Mei 2018 - 17:08 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Istimewa.
Foto: Istimewa.

Elshinta.com - Musisi atau seniman bebas berkreasi untuk menghasilkan karya-karya terbaik di era reformasi karena demokrasi memberikan ruang kebebasan kepada siapapun untuk berkaya.

"Gimana 20 tahun reformasi, saya pikir kita tidak diarahkan untuk membuat apa yang mau kita buat sebagai seniman. Kita tidak dilarang untuk mengkritik rezim," kata Ali Priambodo, ex vokalis Band Day Afternoon dalam diskusi bertajuk "Refleksi 20 Tahun Reformasi dari Mata Pegiat Seni" di Jakarta, Kamis malam (17/5).

Di era reformasi, lanjut musisi yang akrab disapa Dodo ini, seniman atau musisi lebih dihadapkan bukan lagi takut kepada rezim, namun bagaimana bisa mempertanggungjawabkan karya yang dibuatnya. 

Sementara itu, musikus Tony Waluyo Sukmoasih yang lebih dikenal dengan Tony Q Rastafara, menyampaikan, bahwa reformasi 98 lalu bukan hanya bagaimana membangun sistem pemerintahan, tetapi lebih bagaimana menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjadi lebih baik. 

"Jadi reformasi itu sebenarnya lebih kepada bagaimana manusia-manusianya ini untuk membangun kesadaran, untuk membuat reformasi yang sebenarnya," ujar musikus dengan aliran reggae ini.

Disinggung soal bagaimana peran musikus untuk mencegah maraknya aksi radikal dan terorisme yang marak belakangan ini, Tony berpendapat, bahwa tidak menutup kemungkinan akibat adanya konspirasi global.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 18 Juni 2018 - 13:12 WIB

Panama: Kami bukan favorit tapi apa pun bisa terjadi

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 12:36 WIB

M Iriawan dilantik sebagai Penjabat Gubernur Jabar

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 12:27 WIB

Arus balik mulai terjadi di Garut

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 12:15 WIB

Menhub pastikan semua instansi siap hadapi puncak arus balik

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 11:49 WIB

Bupati Malang akan beri sanksi ASN yang tambah libur

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com