Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Hiburan / Musik

20 tahun reformasi, seniman dituntut hasilkan karya terbaik

Jumat, 18 Mei 2018 - 17:08 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Istimewa.
Foto: Istimewa.

Elshinta.com - Musisi atau seniman bebas berkreasi untuk menghasilkan karya-karya terbaik di era reformasi karena demokrasi memberikan ruang kebebasan kepada siapapun untuk berkaya.

"Gimana 20 tahun reformasi, saya pikir kita tidak diarahkan untuk membuat apa yang mau kita buat sebagai seniman. Kita tidak dilarang untuk mengkritik rezim," kata Ali Priambodo, ex vokalis Band Day Afternoon dalam diskusi bertajuk "Refleksi 20 Tahun Reformasi dari Mata Pegiat Seni" di Jakarta, Kamis malam (17/5).

Di era reformasi, lanjut musisi yang akrab disapa Dodo ini, seniman atau musisi lebih dihadapkan bukan lagi takut kepada rezim, namun bagaimana bisa mempertanggungjawabkan karya yang dibuatnya. 

Sementara itu, musikus Tony Waluyo Sukmoasih yang lebih dikenal dengan Tony Q Rastafara, menyampaikan, bahwa reformasi 98 lalu bukan hanya bagaimana membangun sistem pemerintahan, tetapi lebih bagaimana menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjadi lebih baik. 

"Jadi reformasi itu sebenarnya lebih kepada bagaimana manusia-manusianya ini untuk membangun kesadaran, untuk membuat reformasi yang sebenarnya," ujar musikus dengan aliran reggae ini.

Disinggung soal bagaimana peran musikus untuk mencegah maraknya aksi radikal dan terorisme yang marak belakangan ini, Tony berpendapat, bahwa tidak menutup kemungkinan akibat adanya konspirasi global.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 15:06 WIB

Pemerintah belum bahas rencana pembelian Sukhoi

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - Musisi atau seniman bebas berkreasi untuk menghasilkan karya-karya terbaik di era reformasi karena demokrasi memberikan ruang kebebasan kepada siapapun untuk berkaya.

"Gimana 20 tahun reformasi, saya pikir kita tidak diarahkan untuk membuat apa yang mau kita buat sebagai seniman. Kita tidak dilarang untuk mengkritik rezim," kata Ali Priambodo, ex vokalis Band Day Afternoon dalam diskusi bertajuk "Refleksi 20 Tahun Reformasi dari Mata Pegiat Seni" di Jakarta, Kamis malam (17/5).

Di era reformasi, lanjut musisi yang akrab disapa Dodo ini, seniman atau musisi lebih dihadapkan bukan lagi takut kepada rezim, namun bagaimana bisa mempertanggungjawabkan karya yang dibuatnya. 

Sementara itu, musikus Tony Waluyo Sukmoasih yang lebih dikenal dengan Tony Q Rastafara, menyampaikan, bahwa reformasi 98 lalu bukan hanya bagaimana membangun sistem pemerintahan, tetapi lebih bagaimana menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjadi lebih baik. 

"Jadi reformasi itu sebenarnya lebih kepada bagaimana manusia-manusianya ini untuk membangun kesadaran, untuk membuat reformasi yang sebenarnya," ujar musikus dengan aliran reggae ini.

Disinggung soal bagaimana peran musikus untuk mencegah maraknya aksi radikal dan terorisme yang marak belakangan ini, Tony berpendapat, bahwa tidak menutup kemungkinan akibat adanya konspirasi global.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Ed dan Lorraine Warren ambil bagian di `Annabelle 3`

Senin, 15 Oktober 2018 - 13:55 WIB

Keira perempuan dengan tujuh kepribadian

Minggu, 14 Oktober 2018 - 12:41 WIB

Penyanyi legendaris Saleem meninggal dunia

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 10:27 WIB

Yoseob Highlight akan ikut wajib militer tahun depan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com