Minggu, 16 Desember 2018 | 04:58 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Perempuan / Figur

Ini 5 wanita Indonesia yang layak kamu teladani agar hidup tak melulu soal cinta

Minggu, 20 Mei 2018 - 11:26 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Najwa Shihab. Sumber foto: https://bit.ly/2k8YYCj
Najwa Shihab. Sumber foto: https://bit.ly/2k8YYCj

Elshinta.com - Mencetak kesuksesan dan prestasi gemilang adalah impian semua orang, tak terkecuali untuk para wanita. Mungkin kamu bercita-cita ikut memperbaiki sistem di negeri ini, menjadi sosok inspiratif yang melenggang hingga luar negeri, atau mungkin ingin menjadi ibu rumah tangga yang berpendidikan tinggi.

Menjadi wanita sukses itu seperti bekerja dua kali, karena selain mengusahakan kesuksesanmu sendiri, kamu dituntut untuk tidak melupakan kodrat. Mudah bagi wanita untuk menyerah sebelum bisa mencium kesuksesan. Mereka lebih memilih menjadi biasa-biasa saja dan berkorban demi kesuksesan orang di sekitarnya.

Tapi jika kamu ingin menyerah, ingatlah bahwa kamu bukan satu-satunya wanita di dunia yang sedang berusaha. Jangan menghabiskan waktu untuk menggalau tentang jodoh dan calon suami, banyak wanita di luar sana yang juga sibuk mengaktualisasi diri. Yuk kita simak beberapa wanita yang patut diteladani agar hidup tak selalu tentang cinta dan materi, dilansir dari laman hipwee.com:

  • Dian Sastro rela rehat dari gemerlap dunia hiburan demi pendidikan

Semua orang pasti tahu kalau Dian Sastro adalah primadona selebriti Indonesia sepanjang zaman. Kita semua tumbuh menyaksikan wajahnya di majalah dan layar lebar. Selain kemampuan aktingnya yang apik, wajah yang cantik dan menarik juga jadi faktor kesuksesannya di dunia hiburan. Namun dia tahu bahwa kecantikan luar tidaklah selalu bisa diandalkan.

Dia rela rehat dari gemerlapnya dunia hiburan untuk untuk merampungkan pendidikan. Terbukti  dia berhasil lulus sarjana dari Jurusan Filsafat Fakultas Ilmu dan Budaya Universitas Indonesia pada tahun 2007. Selang beberapa tahun, dia juga melanjutkan sekolah masternya di Jurusan Manajemen Keuangan, Fakultas Ekonomi, UI. Selain pendidikan, rasa perhatian pada keluarga dan jiwa sosial juga dia miliki. Kini dia menjadi ibu dari dua orang anak dan mendirikan yayasan yang dinamainya Dian Sastrowardoyo.

  • Agnez Mo jadikan hujatan sebagai cambuk untuk mewujudkan mimpi yang lebih tinggi

Artis yang awalnya terkenal sebagai artis cilik ini memang patut diacungi jempol kalau soal kegigihan meraih mimpi. Sejak umur 6 tahun, dia sudah terjun ke dunia hiburan sebagai penyanyi cilik. Tahun demi tahun, karirnya terus meningkat dengan aktif menjajal profesi yang lain seperti presenter, pemain sinetron, hingga main film garapan luar negeri. Namun, jalan hidupnya bukan berarti baik-baik saja. Dia seringkali mendapatkan kritik pedas dan hujatan soal gaya penampilannya. Selain itu, dia juga tak absen dari cibiran dari banyak orang tentang obsesinya pergi berkiprah di Amerika.

Di balik itu semua, Agnez tetap cuek saja. Setelah beberapa waktu lalu merilis single Coke Bottle bersama produser kenamaan Timbaland, Agnez tetap berjuang sekeras biasanya untuk bisa mewujudkan mimpi menembus pasar musik Amerika yang memang dikenal tidak “ramah” bagi penyanyi berpenampilan Asia. Dia bahkan menggaet penghargaan di ajang MTV Iggy atas lagunya.

  • Sri Mulyani Indrawarti mengharumkan nama bangsa dengan mengabdi di level dunia

Wanita yang sudah berumur 52 tahun ini bisa dibilang primadona untuk soal masalah ekonomi. Tercatat sekarang dia adalah satu-satu orang Indonesia sekaligus wanita pertama yang pernah mendapatkan jabatan tinggi di World Bank, yaitu Direktur Pelaksana.

Bukan berarti mudah untuk mencapai ke sana, Sri Mulyani perlu merangkak perlahan hingga prestasinya menjadi gemilang. Sebelumnya dia pernah beberapa kali menjabat sebagai menteri dan mencetak berbagai prestasi, namun masalah politik membuatnya harus undur diri. Merasa terombang-ambing karena suasana politik yang tak sehat di dalam negeri, membuatnya memilih pergi ke luar negeri dan mengabdikan diri melayani dunia dari ilmu yang dia miliki. Merasa tidak dihargai oleh negara sendiri bukan menjadi alasan untuk berhenti membuat Indonesia bangga. Dia justru selalu berusaha memberikan kebaikan pada banyak orang dengan berbagai cara.

  • Meski datang dari keluarga terpandang tak membuat Najwa Shihab berleha-leha dalam mengejar cita-cita

Wajah kearab-araban Najwa Shihab mungkin sudah tidak asing lagi bagi semua penikmat TV. Fakta-fakta yang terkuak dalam acara Mata Najwa seringkali membuat mata terbelalak. Hal ini dikarenakan pertanyaan dan analisisnya yang tajam selalu membuat orang terpana. Gak jarang dia mewawancarai tokoh politik dan tokoh besar. Kini namanya semakin bersinar dengan gaya wawancaranya yang cerdas.

Awalnya, banyak orang memandang sebelah mata atas prestasi Najwa. Ada yang bilang dia mendompleng nama ayahnya, Quraish Shihab ahli tafsir dan mantan menteri. Padahal dia juga bekerja keras untuk bisa menjadi jurnalis terkenal sekarang ini. Dia memulai karir sebagai jurnalis dari liputan saat terjadi bencana Tsunami di Aceh. Karena aksinya yang emosional saat melaporkan bencana, perlahan namanya mulai dikenal masyarakat. Pada tahun 2006, akhirnya dia terpilih sebagai Jurnalis Terbaik Metro TV. Usahanya tak sampai disitu saja,  tahun 2011  wanita yang akrab disapa Nana ini meraih penghargaan Young Global Leader (YGL) 2011 dari World Economic Forum (WEF) di Swiss.

  • Susi Pudjiastuti mengacungkan jari tengah pada kegagalan cinta dan tegakkan kepala demi kesuksesan yang menunggu di depannya

Wanita nyentrik ini memang seringkali menjadi sorotan media karena sikapnya yang tegas dalam membuat kebijakan. Di balik ketangguhannya, beliau menyimpan cerita asmara yang bisa kamu pelajari.

Sebuah wawancara menyebutkan bahwa beliau sudah pernah menikah tiga kali. Gagal di pernikahan pertama, beliau punya satu anak laki-laki. Setelah itu, beliau menikah lagi dengan orang asing dari Swiss. Sayangnya penikahan keduanya juga harus kandas. Seorang putri menjadi buah cinta dari suaminya yang kedua. Tak larut dalam kegaluan, Susi Pudjiastuti tetap menjalani hidup sebagai seorang pebisnis. Beliau asyik menjual ikan dan merekrut banyak karyawan. Setelah itu, akhirnya beliau menikah lagi dengan seorang pria asal Jerman, Christian von Strowberg. Hingga sekarang, mereka hidup dengan bahagia.

Sebagai wanita, sekuat apapun Susi Pudjiastuti, pastilah beliau merasakan patah hati dari kegagalannya dalam asmara. Tapi beliau justru terus berkarya dan  asyik mengatur ikan-ikan Indonesia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Mencetak kesuksesan dan prestasi gemilang adalah impian semua orang, tak terkecuali untuk para wanita. Mungkin kamu bercita-cita ikut memperbaiki sistem di negeri ini, menjadi sosok inspiratif yang melenggang hingga luar negeri, atau mungkin ingin menjadi ibu rumah tangga yang berpendidikan tinggi.

Menjadi wanita sukses itu seperti bekerja dua kali, karena selain mengusahakan kesuksesanmu sendiri, kamu dituntut untuk tidak melupakan kodrat. Mudah bagi wanita untuk menyerah sebelum bisa mencium kesuksesan. Mereka lebih memilih menjadi biasa-biasa saja dan berkorban demi kesuksesan orang di sekitarnya.

Tapi jika kamu ingin menyerah, ingatlah bahwa kamu bukan satu-satunya wanita di dunia yang sedang berusaha. Jangan menghabiskan waktu untuk menggalau tentang jodoh dan calon suami, banyak wanita di luar sana yang juga sibuk mengaktualisasi diri. Yuk kita simak beberapa wanita yang patut diteladani agar hidup tak selalu tentang cinta dan materi, dilansir dari laman hipwee.com:

  • Dian Sastro rela rehat dari gemerlap dunia hiburan demi pendidikan

Semua orang pasti tahu kalau Dian Sastro adalah primadona selebriti Indonesia sepanjang zaman. Kita semua tumbuh menyaksikan wajahnya di majalah dan layar lebar. Selain kemampuan aktingnya yang apik, wajah yang cantik dan menarik juga jadi faktor kesuksesannya di dunia hiburan. Namun dia tahu bahwa kecantikan luar tidaklah selalu bisa diandalkan.

Dia rela rehat dari gemerlapnya dunia hiburan untuk untuk merampungkan pendidikan. Terbukti  dia berhasil lulus sarjana dari Jurusan Filsafat Fakultas Ilmu dan Budaya Universitas Indonesia pada tahun 2007. Selang beberapa tahun, dia juga melanjutkan sekolah masternya di Jurusan Manajemen Keuangan, Fakultas Ekonomi, UI. Selain pendidikan, rasa perhatian pada keluarga dan jiwa sosial juga dia miliki. Kini dia menjadi ibu dari dua orang anak dan mendirikan yayasan yang dinamainya Dian Sastrowardoyo.

  • Agnez Mo jadikan hujatan sebagai cambuk untuk mewujudkan mimpi yang lebih tinggi

Artis yang awalnya terkenal sebagai artis cilik ini memang patut diacungi jempol kalau soal kegigihan meraih mimpi. Sejak umur 6 tahun, dia sudah terjun ke dunia hiburan sebagai penyanyi cilik. Tahun demi tahun, karirnya terus meningkat dengan aktif menjajal profesi yang lain seperti presenter, pemain sinetron, hingga main film garapan luar negeri. Namun, jalan hidupnya bukan berarti baik-baik saja. Dia seringkali mendapatkan kritik pedas dan hujatan soal gaya penampilannya. Selain itu, dia juga tak absen dari cibiran dari banyak orang tentang obsesinya pergi berkiprah di Amerika.

Di balik itu semua, Agnez tetap cuek saja. Setelah beberapa waktu lalu merilis single Coke Bottle bersama produser kenamaan Timbaland, Agnez tetap berjuang sekeras biasanya untuk bisa mewujudkan mimpi menembus pasar musik Amerika yang memang dikenal tidak “ramah” bagi penyanyi berpenampilan Asia. Dia bahkan menggaet penghargaan di ajang MTV Iggy atas lagunya.

  • Sri Mulyani Indrawarti mengharumkan nama bangsa dengan mengabdi di level dunia

Wanita yang sudah berumur 52 tahun ini bisa dibilang primadona untuk soal masalah ekonomi. Tercatat sekarang dia adalah satu-satu orang Indonesia sekaligus wanita pertama yang pernah mendapatkan jabatan tinggi di World Bank, yaitu Direktur Pelaksana.

Bukan berarti mudah untuk mencapai ke sana, Sri Mulyani perlu merangkak perlahan hingga prestasinya menjadi gemilang. Sebelumnya dia pernah beberapa kali menjabat sebagai menteri dan mencetak berbagai prestasi, namun masalah politik membuatnya harus undur diri. Merasa terombang-ambing karena suasana politik yang tak sehat di dalam negeri, membuatnya memilih pergi ke luar negeri dan mengabdikan diri melayani dunia dari ilmu yang dia miliki. Merasa tidak dihargai oleh negara sendiri bukan menjadi alasan untuk berhenti membuat Indonesia bangga. Dia justru selalu berusaha memberikan kebaikan pada banyak orang dengan berbagai cara.

  • Meski datang dari keluarga terpandang tak membuat Najwa Shihab berleha-leha dalam mengejar cita-cita

Wajah kearab-araban Najwa Shihab mungkin sudah tidak asing lagi bagi semua penikmat TV. Fakta-fakta yang terkuak dalam acara Mata Najwa seringkali membuat mata terbelalak. Hal ini dikarenakan pertanyaan dan analisisnya yang tajam selalu membuat orang terpana. Gak jarang dia mewawancarai tokoh politik dan tokoh besar. Kini namanya semakin bersinar dengan gaya wawancaranya yang cerdas.

Awalnya, banyak orang memandang sebelah mata atas prestasi Najwa. Ada yang bilang dia mendompleng nama ayahnya, Quraish Shihab ahli tafsir dan mantan menteri. Padahal dia juga bekerja keras untuk bisa menjadi jurnalis terkenal sekarang ini. Dia memulai karir sebagai jurnalis dari liputan saat terjadi bencana Tsunami di Aceh. Karena aksinya yang emosional saat melaporkan bencana, perlahan namanya mulai dikenal masyarakat. Pada tahun 2006, akhirnya dia terpilih sebagai Jurnalis Terbaik Metro TV. Usahanya tak sampai disitu saja,  tahun 2011  wanita yang akrab disapa Nana ini meraih penghargaan Young Global Leader (YGL) 2011 dari World Economic Forum (WEF) di Swiss.

  • Susi Pudjiastuti mengacungkan jari tengah pada kegagalan cinta dan tegakkan kepala demi kesuksesan yang menunggu di depannya

Wanita nyentrik ini memang seringkali menjadi sorotan media karena sikapnya yang tegas dalam membuat kebijakan. Di balik ketangguhannya, beliau menyimpan cerita asmara yang bisa kamu pelajari.

Sebuah wawancara menyebutkan bahwa beliau sudah pernah menikah tiga kali. Gagal di pernikahan pertama, beliau punya satu anak laki-laki. Setelah itu, beliau menikah lagi dengan orang asing dari Swiss. Sayangnya penikahan keduanya juga harus kandas. Seorang putri menjadi buah cinta dari suaminya yang kedua. Tak larut dalam kegaluan, Susi Pudjiastuti tetap menjalani hidup sebagai seorang pebisnis. Beliau asyik menjual ikan dan merekrut banyak karyawan. Setelah itu, akhirnya beliau menikah lagi dengan seorang pria asal Jerman, Christian von Strowberg. Hingga sekarang, mereka hidup dengan bahagia.

Sebagai wanita, sekuat apapun Susi Pudjiastuti, pastilah beliau merasakan patah hati dari kegagalannya dalam asmara. Tapi beliau justru terus berkarya dan  asyik mengatur ikan-ikan Indonesia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 02 Desember 2018 - 16:13 WIB

Pengidap HIV/AIDS di Lhokseumawe dominan wanita

Selasa, 20 November 2018 - 12:47 WIB

Bangladesh minati produk kosmetik halal Indonesia

Jumat, 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com