Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Minangkabau Ekspres kereta bandara ketiga di Indonesia

Minggu, 20 Mei 2018 - 12:55 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Kereta Api Minangkabau Ekspres. Sumber foto: https://bit.ly/2wTaUkV
Kereta Api Minangkabau Ekspres. Sumber foto: https://bit.ly/2wTaUkV

Elshinta.com - Kereta api yang terintegrasi langsung dengan bandara di Sumatera Barat merupakan yang ketiga di Indonesia setelah di Kualanamu, Sumatera Utara, dan Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Dari sekitar 237 bandara di Indonesia, baru dua yang yang terintegrasi dengan kereta api yaitu Kualanamu dan Soekarno-Hatta. Kita adalah yang ketiga," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Amran di Padang, Minggu (20/5).

Dilansir dari Antara, kereta api bandara yang dinamai Minangkabau Ekspres itu akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang akan berkunjung ke Sumbar, Senin (21/5). Moda transportasi itu menjadi salah satu alternatif yang bisa digunakan oleh masyarakat di Padang, Ibu Kota Provinsi Sumbar untuk mencapai bandara dalam waktu relatif singkat. Waktu tempuh kereta dari Stasiun Simpang Haru menuju Bandara Internasional Minangkabau sekitar 40 menit, termasuk waktu berhenti pada dua stasiun yang dilalui yaitu Tabing dan Duku.

Kereta api menjadi pilihan masyarakat yang takut terlambat mengejar jadwal penerbangan karena kemacetan jalan raya yang mulai akut di Padang, terutama di persimpangan, pusat perbelanjaan, pasar tumpah dan pusat pendidikan.

"Kereta api memiliki jalur sendiri dan harus didahulukan dari moda transportasi lain. Keuntungan ini membuat masyarakat yang takut terlambat ke bandara, lebih memilih kereta api dibanding moda transportasi lain," kata Amran.

Menurutnya keberadaan kereta api bandara merupakan anugrah bagi masyarakat Minang, meski ia yakin, keberadaannya juga tidak akan mematikan bus atau taksi yang telah lebih dahulu melayani rute tersebut.

KA Minangkabau ekspres telah mulai beroperasi dengan jadwal sepuluh kali perjalan sehari sejak awal Mei 2018, lima kali dari stasiun Simpang Haru dan lima kali dari BIM. Ratusan masyarakat menggunakan layanan transportasi itu pada awal pembukaan jadwal perjalanan yang menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap moda transportasi ini. Tarif yang dikenakan untuk masyarakat yang ingin menggunakan jasa kereta api juga relatif sangat murah yakni untuk Stasiun Simpang Haru Padang-BIM Rp10.000, Padang-Tabing Rp5.000, Padang-Duku Rp5.000, dan Duku-BIM Rp5.000.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:41 WIB

Ribuan petani unjuk rasa nilai SK Bupati penertiban KJA merugikan

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Menteri KKP sebut pemicu perang masa depan adalah sumber daya alam

Pembangunan | 17 Oktober 2018 - 15:15 WIB

Presiden ingin rumah sakit Indonesia menjadi `Smart Hospital`

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:07 WIB

Presiden: Teknologi picu gaya hidup tidak sehat

Hukum | 17 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Fayakhun mengaku dikenalkan keluarga Jokowi kasus Bakamla

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:42 WIB

Lubang di ruang anggota fraksi DPR Demokrat diketahui sejak Selasa

Elshinta.com - Kereta api yang terintegrasi langsung dengan bandara di Sumatera Barat merupakan yang ketiga di Indonesia setelah di Kualanamu, Sumatera Utara, dan Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Dari sekitar 237 bandara di Indonesia, baru dua yang yang terintegrasi dengan kereta api yaitu Kualanamu dan Soekarno-Hatta. Kita adalah yang ketiga," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Amran di Padang, Minggu (20/5).

Dilansir dari Antara, kereta api bandara yang dinamai Minangkabau Ekspres itu akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang akan berkunjung ke Sumbar, Senin (21/5). Moda transportasi itu menjadi salah satu alternatif yang bisa digunakan oleh masyarakat di Padang, Ibu Kota Provinsi Sumbar untuk mencapai bandara dalam waktu relatif singkat. Waktu tempuh kereta dari Stasiun Simpang Haru menuju Bandara Internasional Minangkabau sekitar 40 menit, termasuk waktu berhenti pada dua stasiun yang dilalui yaitu Tabing dan Duku.

Kereta api menjadi pilihan masyarakat yang takut terlambat mengejar jadwal penerbangan karena kemacetan jalan raya yang mulai akut di Padang, terutama di persimpangan, pusat perbelanjaan, pasar tumpah dan pusat pendidikan.

"Kereta api memiliki jalur sendiri dan harus didahulukan dari moda transportasi lain. Keuntungan ini membuat masyarakat yang takut terlambat ke bandara, lebih memilih kereta api dibanding moda transportasi lain," kata Amran.

Menurutnya keberadaan kereta api bandara merupakan anugrah bagi masyarakat Minang, meski ia yakin, keberadaannya juga tidak akan mematikan bus atau taksi yang telah lebih dahulu melayani rute tersebut.

KA Minangkabau ekspres telah mulai beroperasi dengan jadwal sepuluh kali perjalan sehari sejak awal Mei 2018, lima kali dari stasiun Simpang Haru dan lima kali dari BIM. Ratusan masyarakat menggunakan layanan transportasi itu pada awal pembukaan jadwal perjalanan yang menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap moda transportasi ini. Tarif yang dikenakan untuk masyarakat yang ingin menggunakan jasa kereta api juga relatif sangat murah yakni untuk Stasiun Simpang Haru Padang-BIM Rp10.000, Padang-Tabing Rp5.000, Padang-Duku Rp5.000, dan Duku-BIM Rp5.000.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com