Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Amerika

Pesawat jatuh di Kuba diduga akibat minim perawatan

Minggu, 20 Mei 2018 - 14:45 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Petugas sedang melakukan penyelamatan pada pesawat Boeing 373 yang jatuh di Kuba, Jumat (18/5). Sumber foto: https://tmsnrt.rs/2IWVkcY
Petugas sedang melakukan penyelamatan pada pesawat Boeing 373 yang jatuh di Kuba, Jumat (18/5). Sumber foto: https://tmsnrt.rs/2IWVkcY

Elshinta.com - Seorang pilot asal Meksiko, Marco Aurelio Hernandez, mengaku pernah menerbangkan pesawat penumpang yang belum lama ini jatuh di Kuba untuk menewaskan 110 orang.

Hernandez, berdasarkan AFP kepada surat kabar Milenio yang dihimpun Antara, mengatakan perusahaan penyewaan pesawat terbang Global Air berkinerja buruk dalam perawatan pesawat. Perusahaan ini, kata Hernandez, pernah dilarang terbang di Chile dan pernah terbang di Venezuela malam hari tanpa radar.

Pada periode 2005-2015 silam, dia pernah menerbangkan tiga Boeing milik Global Air, yang juga dikenal sebagai Damojh, salah satunya adalah pesawat berusia 39 tahun yang jatuh dua hari lalu itu. Saat masih bekerja di perusahaan tersebut, dia mengaku pernah membuat aduan karena pesawat kurang dirawat meskipun mereka memiliki teknisi yang sangat terampil.

Juru bicara Global Air membenarkan Hernandez pernah bekerja di perusahaan ini, namun menolak berkomentar mengenai tuduhan yang disampaikan.

“Kami tidak akan berkomentar. Apa yang dikatakan Hernandez adalah murni tanggung jawabnya secara pribadi,” kata mereka.

Sebuah pesawat penumpang sewaan jatuh di Kuba dan menewaskan 110 orang setelah lepas landas dari bandara Havana. Pesawat buatan 1979 ini sudah melewati tes keselamatan pada November tahun lalu. Pesawat ini disewa oleh maskapai penerbangan miliki negara Kuba, Cubana de Aviacio dengan perjanjian, Global Air yang menyediakan pesawat, kru, perawatan dan asuransi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - Seorang pilot asal Meksiko, Marco Aurelio Hernandez, mengaku pernah menerbangkan pesawat penumpang yang belum lama ini jatuh di Kuba untuk menewaskan 110 orang.

Hernandez, berdasarkan AFP kepada surat kabar Milenio yang dihimpun Antara, mengatakan perusahaan penyewaan pesawat terbang Global Air berkinerja buruk dalam perawatan pesawat. Perusahaan ini, kata Hernandez, pernah dilarang terbang di Chile dan pernah terbang di Venezuela malam hari tanpa radar.

Pada periode 2005-2015 silam, dia pernah menerbangkan tiga Boeing milik Global Air, yang juga dikenal sebagai Damojh, salah satunya adalah pesawat berusia 39 tahun yang jatuh dua hari lalu itu. Saat masih bekerja di perusahaan tersebut, dia mengaku pernah membuat aduan karena pesawat kurang dirawat meskipun mereka memiliki teknisi yang sangat terampil.

Juru bicara Global Air membenarkan Hernandez pernah bekerja di perusahaan ini, namun menolak berkomentar mengenai tuduhan yang disampaikan.

“Kami tidak akan berkomentar. Apa yang dikatakan Hernandez adalah murni tanggung jawabnya secara pribadi,” kata mereka.

Sebuah pesawat penumpang sewaan jatuh di Kuba dan menewaskan 110 orang setelah lepas landas dari bandara Havana. Pesawat buatan 1979 ini sudah melewati tes keselamatan pada November tahun lalu. Pesawat ini disewa oleh maskapai penerbangan miliki negara Kuba, Cubana de Aviacio dengan perjanjian, Global Air yang menyediakan pesawat, kru, perawatan dan asuransi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com