A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/lib/php/sessions/ci_session7bs4183hm4neak8vhv476i27t5r16u60): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

Pesawat jatuh di Kuba diduga akibat minim perawatan
Pesawat jatuh di Kuba diduga akibat minim perawatan
Minggu, 20 Mei 2018 - 14:45 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Petugas sedang melakukan penyelamatan pada pesawat Boeing 373 yang jatuh di Kuba, Jumat (18/5). Sumber foto: https://tmsnrt.rs/2IWVkcY

Elshinta.com - Seorang pilot asal Meksiko, Marco Aurelio Hernandez, mengaku pernah menerbangkan pesawat penumpang yang belum lama ini jatuh di Kuba untuk menewaskan 110 orang.

Hernandez, berdasarkan AFP kepada surat kabar Milenio yang dihimpun Antara, mengatakan perusahaan penyewaan pesawat terbang Global Air berkinerja buruk dalam perawatan pesawat. Perusahaan ini, kata Hernandez, pernah dilarang terbang di Chile dan pernah terbang di Venezuela malam hari tanpa radar.

Pada periode 2005-2015 silam, dia pernah menerbangkan tiga Boeing milik Global Air, yang juga dikenal sebagai Damojh, salah satunya adalah pesawat berusia 39 tahun yang jatuh dua hari lalu itu. Saat masih bekerja di perusahaan tersebut, dia mengaku pernah membuat aduan karena pesawat kurang dirawat meskipun mereka memiliki teknisi yang sangat terampil.

Juru bicara Global Air membenarkan Hernandez pernah bekerja di perusahaan ini, namun menolak berkomentar mengenai tuduhan yang disampaikan.

“Kami tidak akan berkomentar. Apa yang dikatakan Hernandez adalah murni tanggung jawabnya secara pribadi,” kata mereka.

Sebuah pesawat penumpang sewaan jatuh di Kuba dan menewaskan 110 orang setelah lepas landas dari bandara Havana. Pesawat buatan 1979 ini sudah melewati tes keselamatan pada November tahun lalu. Pesawat ini disewa oleh maskapai penerbangan miliki negara Kuba, Cubana de Aviacio dengan perjanjian, Global Air yang menyediakan pesawat, kru, perawatan dan asuransi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 20 Mei 2019 - 13:53 WIB
Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran sehingga meningkatkan ...
Sabtu, 18 Mei 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Eddy Montes, seorang pengunjuk rasa yang ditembak hingga mati di penjara Ni...
Selasa, 14 Mei 2019 - 14:46 WIB
Elshinta.com - Penjaga Pantai Amerika Serikat dan petugas dari Federasi Penerbangan (FAA) ...
Selasa, 14 Mei 2019 - 14:15 WIB
Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (13/5) waktu setempat...
Sabtu, 11 Mei 2019 - 08:22 WIB
Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jumat (10/5) mengatakan dirinya `tidak te...
Senin, 06 Mei 2019 - 14:17 WIB
Elshinta.com - Ribuan demonstran turun ke jalan di Mexico City pada Minggu (5/5) guna menuntut ...
Minggu, 05 Mei 2019 - 19:39 WIB
Elshinta.com - Satu helikopter militer Venezuela jatuh dekat Karakas pada Sabtu pagi, mene...
Sabtu, 04 Mei 2019 - 17:29 WIB
Elshinta.com - Seorang juru bicara Naval Air Station Jacksonville mengungkapkan, satu pesa...
Kamis, 02 Mei 2019 - 10:39 WIB
Elshinta.com - Maskapai asal Amerika Serikat, Boeing, menunjuk J Michael Luttig sebagai pe...
Rabu, 01 Mei 2019 - 13:49 WIB
Elshinta.com - Dua orang tewas dan beberapa orang lagi cedera ketika seorang tersangka mel...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
ElshintaBandung