Senin, 22 Oktober 2018 | 09:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Perempuan / Figur

Profil Ibu Rakhmat Sulistio, pendiri perusahaan jamu Sido Muncul

Rabu, 10 Januari 2018 - 18:17 WIB    |    Penulis : Administrator    |    Editor : Administrator
Ibu Rakhmat Sulistio, Pendiri Jamu Sido Muncul
Ibu Rakhmat Sulistio, Pendiri Jamu Sido Muncul

Elshinta.com - Sido Muncul adalah salah satu perusahaan jamu terkenal di Indonesia. Sido Muncul yang awalnya hanya berasal dari produksi rumahan saja didirikan oleh Ibu Rakhmat Sulistio.

Ibu Rakhmat Sulistio lahir pada tanggal 13 Agustus 1897. Ia merupakan wanita keuturunan Tionghoa dengan nama asli Go Djing Nio. Tidak banyak informasi yang diketahui mengenai kehidupan dari Ibu Rakhmat Sulistio. Ia menikah dengan Siem Thiam Hie.

Setelah menikah, pasangan suami istri itu kemudian membuka usaha pemerasan susu sapi dengan nama usaha Melkrey di wilayah Ambarawa.

Usaha mereka berhenti ketika perang Malese terjadi pada tahun 1928. Ibu Rakhmat Sulistio kemudian menutup usahanya dan pindah ke Solo pada tahun 1930. Untuk menyambung hidup, Ibu. Rahmat Sulistio bersama dengan suaminya membuka usaha toko roti bernama Roti Muncul.

Lima tahun setelah membuka toko roti, Ibu Rakhmat Sulistio yang hobi dalam meramu jamu serta rempah-rempah kemudian mendirikan usaha jamu di Yogyakarta. Kerja kerasnya membuat usaha pasangan suami istri tersebut berkembang pesat.

Pada tahun 1941, Ibu Rakhmat membuat Jamu Tolak Angin yang ketika itu kia namakan Jamu Tujuh Angin. Usaha mereka kemudian berkembang dari tahun ke tahun sejak membuka usaha jamu. Namun usaha sempat terhenti karena agresi militer Belanda terjadi pada tahun 1949.

Ibu Rakhmat Sulistio bersama dengan suaminya memilih mengungsi ke Semarang. Di Kota tersebut, mereka berdua mendirikan usaha pabrik jamu yang mereka beri nama Sido Muncul yang memiliki arti ‘Impian yang terwujud’.

Ibu Rakhmat Sulistio menggunakan rumahnya yang beralamat di Jalan Mlaten Trenggulun, No. 104 sebagai tempat untuk memproduksi jamu buatannya. Dalam memproduksi jamu Sido Muncul, Ibu Rakhmat Sulistio dibantu oleh tiga orang karyawan.

Dalam perkembangannya, Ibu Rakhmat Sulistio membuat terobosan dengan mengemas jamu tolak angin dalam bentuk serbuk dan membuatnya dalam kemasan yang praktis. Permintaan konsumen akan jamu tolak angin meningkat.

Beberapa puluh tahun kemudian, usaha Jamu Sido Muncul milik Ibu Rakhmat Sulistio sudah cukup besar. Untuk itu di tahun 1970, Ia membentuk badan usaha dalam bentuk persekutuan komanditer dengan nama CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Lima tahun kemudian tepatnya pada tahun 1975, CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul berubah menjadi perseroan terbatas dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.

Namun satu tahun kemudian, suami Ibu Rakhmat Sulistio meninggal dunia. Setelah melihat usaha Jamu Sido Muncul sudah sangat besar, Ibu Rakhmat Sulistio memberikan tongkat estafet kepemimpinan perusahaan Jamu Sido Muncul kepada anaknya Desy Sulistio.

Ibu Rahmat Sulistio wafat pada tanggal 14 Februari 1983. Sepeningalnya, Desy Sulistion memindahkan pabrik yang berlokasi di Yogyakarta ke pabrik yang cukup besar dan modern di kawasan Kaligawe, Semarang pada tahun 1984. Pemindahan ini disebabkan pabrik sebelumnya sudah tidak mampu memproduksi karena kapasitas yang terbatas.

Beberapa tahun kemudian, kemajuan teknologi serta permintaan pasar yang semakin tinggi akan jamu Sido Muncul, akhirnya membuat PT Sido Muncul membuat pabrik besar yang lebih modern dimulai pada tahun 1997 yang beralamat di wilayah Unggaran, Yogyakarta.

Hingga saat ini, PT Jamu Sido Muncul sudah mengeluarkan 250 produk dengan produk unggulan berupa jamu kemasan dan minuman berenergi. Pangsa pasar produk PT Sido Muncul juga sudah merambah ke luar negeri di berbagai benua. Terdapat 109 distrbutor Sido Muncul yang tersebar di berbagai wilyah di Indonesia. Sido Muncul merupakan perusahaan Jamu pertama yang berstandar farmasi di Indonesia.

 

Dikutip dari: Biografiku.com

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 09:26 WIB

PKS Komitmen kawal moral partai dan kader

Ekonomi | 22 Oktober 2018 - 09:18 WIB

Adobsi teknologi dorong peningkatan DPK Bank Pasar

Badminton | 22 Oktober 2018 - 09:07 WIB

Kevin-Marcus `Minions` akhirnya juarai Denmark Terbuka

Event | 22 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Indra Sjafri yakin timnas Indonesia bisa bangkit

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 08:43 WIB

Pakar komunikasi ajak netizen deteksi berita hoax

Musibah | 22 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Wakil Bupati Pasaman Barat tinjau lokasi banjir

Elshinta.com - Sido Muncul adalah salah satu perusahaan jamu terkenal di Indonesia. Sido Muncul yang awalnya hanya berasal dari produksi rumahan saja didirikan oleh Ibu Rakhmat Sulistio.

Ibu Rakhmat Sulistio lahir pada tanggal 13 Agustus 1897. Ia merupakan wanita keuturunan Tionghoa dengan nama asli Go Djing Nio. Tidak banyak informasi yang diketahui mengenai kehidupan dari Ibu Rakhmat Sulistio. Ia menikah dengan Siem Thiam Hie.

Setelah menikah, pasangan suami istri itu kemudian membuka usaha pemerasan susu sapi dengan nama usaha Melkrey di wilayah Ambarawa.

Usaha mereka berhenti ketika perang Malese terjadi pada tahun 1928. Ibu Rakhmat Sulistio kemudian menutup usahanya dan pindah ke Solo pada tahun 1930. Untuk menyambung hidup, Ibu. Rahmat Sulistio bersama dengan suaminya membuka usaha toko roti bernama Roti Muncul.

Lima tahun setelah membuka toko roti, Ibu Rakhmat Sulistio yang hobi dalam meramu jamu serta rempah-rempah kemudian mendirikan usaha jamu di Yogyakarta. Kerja kerasnya membuat usaha pasangan suami istri tersebut berkembang pesat.

Pada tahun 1941, Ibu Rakhmat membuat Jamu Tolak Angin yang ketika itu kia namakan Jamu Tujuh Angin. Usaha mereka kemudian berkembang dari tahun ke tahun sejak membuka usaha jamu. Namun usaha sempat terhenti karena agresi militer Belanda terjadi pada tahun 1949.

Ibu Rakhmat Sulistio bersama dengan suaminya memilih mengungsi ke Semarang. Di Kota tersebut, mereka berdua mendirikan usaha pabrik jamu yang mereka beri nama Sido Muncul yang memiliki arti ‘Impian yang terwujud’.

Ibu Rakhmat Sulistio menggunakan rumahnya yang beralamat di Jalan Mlaten Trenggulun, No. 104 sebagai tempat untuk memproduksi jamu buatannya. Dalam memproduksi jamu Sido Muncul, Ibu Rakhmat Sulistio dibantu oleh tiga orang karyawan.

Dalam perkembangannya, Ibu Rakhmat Sulistio membuat terobosan dengan mengemas jamu tolak angin dalam bentuk serbuk dan membuatnya dalam kemasan yang praktis. Permintaan konsumen akan jamu tolak angin meningkat.

Beberapa puluh tahun kemudian, usaha Jamu Sido Muncul milik Ibu Rakhmat Sulistio sudah cukup besar. Untuk itu di tahun 1970, Ia membentuk badan usaha dalam bentuk persekutuan komanditer dengan nama CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Lima tahun kemudian tepatnya pada tahun 1975, CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul berubah menjadi perseroan terbatas dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.

Namun satu tahun kemudian, suami Ibu Rakhmat Sulistio meninggal dunia. Setelah melihat usaha Jamu Sido Muncul sudah sangat besar, Ibu Rakhmat Sulistio memberikan tongkat estafet kepemimpinan perusahaan Jamu Sido Muncul kepada anaknya Desy Sulistio.

Ibu Rahmat Sulistio wafat pada tanggal 14 Februari 1983. Sepeningalnya, Desy Sulistion memindahkan pabrik yang berlokasi di Yogyakarta ke pabrik yang cukup besar dan modern di kawasan Kaligawe, Semarang pada tahun 1984. Pemindahan ini disebabkan pabrik sebelumnya sudah tidak mampu memproduksi karena kapasitas yang terbatas.

Beberapa tahun kemudian, kemajuan teknologi serta permintaan pasar yang semakin tinggi akan jamu Sido Muncul, akhirnya membuat PT Sido Muncul membuat pabrik besar yang lebih modern dimulai pada tahun 1997 yang beralamat di wilayah Unggaran, Yogyakarta.

Hingga saat ini, PT Jamu Sido Muncul sudah mengeluarkan 250 produk dengan produk unggulan berupa jamu kemasan dan minuman berenergi. Pangsa pasar produk PT Sido Muncul juga sudah merambah ke luar negeri di berbagai benua. Terdapat 109 distrbutor Sido Muncul yang tersebar di berbagai wilyah di Indonesia. Sido Muncul merupakan perusahaan Jamu pertama yang berstandar farmasi di Indonesia.

 

Dikutip dari: Biografiku.com

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com