Senin, 20 Agustus 2018 | 19:48 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

Gaya Hidup / Kesehatan

50 balita terjangkit virus Singapur di Purwakarta

Senin, 21 Mei 2018 - 19:36 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Tita Sopandi
Foto: Tita Sopandi

Elshinta.com - Sedikitnya 50 balita dilaporkan warga Perum Gandasari di Kp. Cigelam, Desa Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta, Jawa Barat terjangkit virus Singapur sejak satu minggu lalu.

Virus Singapur itu telah menyerang para balita dengan usia dua tahun ke bawah, dimana mereka saat ini masih nampak dalam keadaan sakit dengan kondisinya rata-rata di bagian tubuh dan kakinya dalam keadaan bintik-bintik dengan mengandung air, bahkan sebagian balita karena bintik-bintiknya telah pecah sehingga berdampak luka.

Sebelumnya para balita yang terjangkit virus Singapur itu menderita demam tinggi disertai mulutnya luka sehingga tidak dapat menerima asupan makanan.

Nita Dwiyana warga Perum Gandasari Blok 1 mengatakan, selain anaknya bernama Arif berusia (2) juga seluruh balita yang berada di blok 1 itu lebih dari 20 balita dinyatakan dokter yang memeriksanya telah terjangkit virus Singapur. Selain di blok satu Perum Gandasari, virus Singapura itu telah menyerang balita balita yang ada di Blok dua dan juga Blok tiga, belum ditambah dengan blok lainya dan diketahuinya balita-balita di perum tersebut diserang virus Singapur dengan gejala yang dialaminya juga sama seperti anaknya bahkan dokter yang memeriksanya juga menyatakan hal yang sama yaitu virus Singapur.

"Meski telah dilaporkan terhadap pemerintah setempat namun hingga saat ini belum ada tindakan apapun kecuali hanya didata saja," kata Nita.

Dijelaskan Nita, bahwa Dinas Kesehatan Purwakarta melalui Puskesmas setempat telah mendatanginya dan mendata, dan menyatakan bahwa virus Singapur itu adalah penyakit biasa sehingga hanya dilakukan pendataan saja dan tidak diberikan obat apa pun.

"Dinas Kesehatan untuk segera menanggulangi virus Singapur yang sudah merebak di kalangan balita Perum Gandasari Purwakarta, dan dikhawatirkan penyakit itu dapat menimbulkan korban jiwa," ungkap Nita kepada Kontributor elshinta, Tita Sopandi. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 20 Agustus 2018 - 19:48 WIB

Kudus kirim relawan keahlian khusus dan bantuan ke Lombok

Aktual Sepakbola | 20 Agustus 2018 - 19:34 WIB

Anies apresiasi prestasi tim U-14 DKI Jakarta

Aktual Dalam Negeri | 20 Agustus 2018 - 19:22 WIB

Pertamina bangun ruang kelas PAUD Bunda Pertiwi

Ekonomi | 20 Agustus 2018 - 19:06 WIB

IHSG Senin ditutup menguat 108,39 poin

Ekonomi | 20 Agustus 2018 - 18:57 WIB

Musim kemarau keterserapan pupuk kujang menurun

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 20 Agustus 2018 - 15:06 WIB

Jangan tuntut anak berkompetisi sejak dini

Senin, 20 Agustus 2018 - 14:03 WIB

Merasa lebih muda ternyata baik untuk kesehatan

Senin, 20 Agustus 2018 - 12:03 WIB

Hati-hati, ini tujuh bahaya diet ekstrem

Minggu, 19 Agustus 2018 - 17:57 WIB

Kali Talang dikembangkan sebagai kawasan ekowisata

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com