50 balita terjangkit virus Singapur di Purwakarta
Senin, 21 Mei 2018 - 19:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Tita Sopandi

Elshinta.com - Sedikitnya 50 balita dilaporkan warga Perum Gandasari di Kp. Cigelam, Desa Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta, Jawa Barat terjangkit virus Singapur sejak satu minggu lalu.

Virus Singapur itu telah menyerang para balita dengan usia dua tahun ke bawah, dimana mereka saat ini masih nampak dalam keadaan sakit dengan kondisinya rata-rata di bagian tubuh dan kakinya dalam keadaan bintik-bintik dengan mengandung air, bahkan sebagian balita karena bintik-bintiknya telah pecah sehingga berdampak luka.

Sebelumnya para balita yang terjangkit virus Singapur itu menderita demam tinggi disertai mulutnya luka sehingga tidak dapat menerima asupan makanan.

Nita Dwiyana warga Perum Gandasari Blok 1 mengatakan, selain anaknya bernama Arif berusia (2) juga seluruh balita yang berada di blok 1 itu lebih dari 20 balita dinyatakan dokter yang memeriksanya telah terjangkit virus Singapur. Selain di blok satu Perum Gandasari, virus Singapura itu telah menyerang balita balita yang ada di Blok dua dan juga Blok tiga, belum ditambah dengan blok lainya dan diketahuinya balita-balita di perum tersebut diserang virus Singapur dengan gejala yang dialaminya juga sama seperti anaknya bahkan dokter yang memeriksanya juga menyatakan hal yang sama yaitu virus Singapur.

"Meski telah dilaporkan terhadap pemerintah setempat namun hingga saat ini belum ada tindakan apapun kecuali hanya didata saja," kata Nita.

Dijelaskan Nita, bahwa Dinas Kesehatan Purwakarta melalui Puskesmas setempat telah mendatanginya dan mendata, dan menyatakan bahwa virus Singapur itu adalah penyakit biasa sehingga hanya dilakukan pendataan saja dan tidak diberikan obat apa pun.

"Dinas Kesehatan untuk segera menanggulangi virus Singapur yang sudah merebak di kalangan balita Perum Gandasari Purwakarta, dan dikhawatirkan penyakit itu dapat menimbulkan korban jiwa," ungkap Nita kepada Kontributor elshinta, Tita Sopandi. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 14 Januari 2019 - 21:33 WIB
Elshinta.com - ISPA atau infeksi saluran pernafasan akut, asma, pneumonia hingga jantung k...
Senin, 14 Januari 2019 - 06:46 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit d...
Minggu, 13 Januari 2019 - 17:57 WIB
Elshinta.com - Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengatakan minuman manis yang ding...
Jumat, 11 Januari 2019 - 07:07 WIB
Elshinta.com - Direktur Eksekutif LSM Indonesia AIDS Coalition (IAC) Aditya Wardhana memin...
Jumat, 11 Januari 2019 - 06:15 WIB
Elshinta.com - Penderita HIV AIDS di Indonesia terancam tidak bisa mendapatkan obat Antire...
Kamis, 10 Januari 2019 - 20:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan kepada masyarakat agar memperha...
Rabu, 09 Januari 2019 - 14:23 WIB
Elshinta.com - Alimuddin Arfah adalah peserta JKN-KIS yang tinggal di Kota Tarakan, Kalima...
Rabu, 09 Januari 2019 - 05:00 WIB
Elshinta.com - Minuman bervitamin ternyata tidak benar-benar bermanfaat bagi tubuh. Hal it...
Rabu, 09 Januari 2019 - 04:09 WIB
Elshinta.com - Seseorang dengan metabolime tubuh lambat biasanya mengalami gejala seperti ...
Rabu, 09 Januari 2019 - 03:11 WIB
Elshinta.com - Penelitian menunjukkan bahwa meditasi secara teratur dapat menjadi strategi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)