Kamis, 18 Oktober 2018 | 00:21 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

50 balita terjangkit virus Singapur di Purwakarta

Senin, 21 Mei 2018 - 19:36 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Tita Sopandi
Foto: Tita Sopandi

Elshinta.com - Sedikitnya 50 balita dilaporkan warga Perum Gandasari di Kp. Cigelam, Desa Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta, Jawa Barat terjangkit virus Singapur sejak satu minggu lalu.

Virus Singapur itu telah menyerang para balita dengan usia dua tahun ke bawah, dimana mereka saat ini masih nampak dalam keadaan sakit dengan kondisinya rata-rata di bagian tubuh dan kakinya dalam keadaan bintik-bintik dengan mengandung air, bahkan sebagian balita karena bintik-bintiknya telah pecah sehingga berdampak luka.

Sebelumnya para balita yang terjangkit virus Singapur itu menderita demam tinggi disertai mulutnya luka sehingga tidak dapat menerima asupan makanan.

Nita Dwiyana warga Perum Gandasari Blok 1 mengatakan, selain anaknya bernama Arif berusia (2) juga seluruh balita yang berada di blok 1 itu lebih dari 20 balita dinyatakan dokter yang memeriksanya telah terjangkit virus Singapur. Selain di blok satu Perum Gandasari, virus Singapura itu telah menyerang balita balita yang ada di Blok dua dan juga Blok tiga, belum ditambah dengan blok lainya dan diketahuinya balita-balita di perum tersebut diserang virus Singapur dengan gejala yang dialaminya juga sama seperti anaknya bahkan dokter yang memeriksanya juga menyatakan hal yang sama yaitu virus Singapur.

"Meski telah dilaporkan terhadap pemerintah setempat namun hingga saat ini belum ada tindakan apapun kecuali hanya didata saja," kata Nita.

Dijelaskan Nita, bahwa Dinas Kesehatan Purwakarta melalui Puskesmas setempat telah mendatanginya dan mendata, dan menyatakan bahwa virus Singapur itu adalah penyakit biasa sehingga hanya dilakukan pendataan saja dan tidak diberikan obat apa pun.

"Dinas Kesehatan untuk segera menanggulangi virus Singapur yang sudah merebak di kalangan balita Perum Gandasari Purwakarta, dan dikhawatirkan penyakit itu dapat menimbulkan korban jiwa," ungkap Nita kepada Kontributor elshinta, Tita Sopandi. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 17 Oktober 2018 - 21:34 WIB

Indra Sjafri: Saya tidak perlu `striker` asal...

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 21:23 WIB

Menhub segera kaji penerapan `panic button` taksi online

Peluang | 17 Oktober 2018 - 21:15 WIB

Langkah-langkah membuka TK atau PAUD

Hukum | 17 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Menhub tegaskan akan atur taksi online

Arestasi | 17 Oktober 2018 - 20:47 WIB

Satreskrim Polres Langkat ringkus penjual togel

Elshinta.com - Sedikitnya 50 balita dilaporkan warga Perum Gandasari di Kp. Cigelam, Desa Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta, Jawa Barat terjangkit virus Singapur sejak satu minggu lalu.

Virus Singapur itu telah menyerang para balita dengan usia dua tahun ke bawah, dimana mereka saat ini masih nampak dalam keadaan sakit dengan kondisinya rata-rata di bagian tubuh dan kakinya dalam keadaan bintik-bintik dengan mengandung air, bahkan sebagian balita karena bintik-bintiknya telah pecah sehingga berdampak luka.

Sebelumnya para balita yang terjangkit virus Singapur itu menderita demam tinggi disertai mulutnya luka sehingga tidak dapat menerima asupan makanan.

Nita Dwiyana warga Perum Gandasari Blok 1 mengatakan, selain anaknya bernama Arif berusia (2) juga seluruh balita yang berada di blok 1 itu lebih dari 20 balita dinyatakan dokter yang memeriksanya telah terjangkit virus Singapur. Selain di blok satu Perum Gandasari, virus Singapura itu telah menyerang balita balita yang ada di Blok dua dan juga Blok tiga, belum ditambah dengan blok lainya dan diketahuinya balita-balita di perum tersebut diserang virus Singapur dengan gejala yang dialaminya juga sama seperti anaknya bahkan dokter yang memeriksanya juga menyatakan hal yang sama yaitu virus Singapur.

"Meski telah dilaporkan terhadap pemerintah setempat namun hingga saat ini belum ada tindakan apapun kecuali hanya didata saja," kata Nita.

Dijelaskan Nita, bahwa Dinas Kesehatan Purwakarta melalui Puskesmas setempat telah mendatanginya dan mendata, dan menyatakan bahwa virus Singapur itu adalah penyakit biasa sehingga hanya dilakukan pendataan saja dan tidak diberikan obat apa pun.

"Dinas Kesehatan untuk segera menanggulangi virus Singapur yang sudah merebak di kalangan balita Perum Gandasari Purwakarta, dan dikhawatirkan penyakit itu dapat menimbulkan korban jiwa," ungkap Nita kepada Kontributor elshinta, Tita Sopandi. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com