Ramadan, Kementan tingkatkan stok pangan 20-30 persen
Elshinta
Selasa, 22 Mei 2018 - 19:16 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Ramadan, Kementan tingkatkan stok pangan 20-30 persen
Foto: Istimewa.

Elshinta.com - Pemerintah terus berupaya menjaga kestabilan kondisi pasokan pangan di masyarakat selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang ditemui oleh awak media saat menghadiri Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK) menyatakan bahwa telah meningkatkan pasokan kebutuhan pangan 20-30 persen daripada hari-hari biasanya. "Sekali lagi kami sampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia, untuk pangan, cukup, lebih dari cukup (stoknya). Kami sudah siapakan stok 20-30 persen dari normal untuk Ramadan. Kami minta para pedagang, jangan naikkan harga", jelas Menteri Amran.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Menteri Pertanian bersama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan Anggota IV BPK Prof. Rizal Djalil menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Ketersediaan Pangan : Swasembada vs Impor (Hasil Audit BPK RI) bertempat di Auditorium BPK RI Jakarta Pusat. Turut hadir pula berbagai elemen yang membidangi dalam hal perberasan seperti DPR Komisi IV, Bulog, KPPU, Pemerintah Daerah, serta Asosiasi Perberasan.

Anggota IV BPK Prof Rizal Djalil pada paparannya menilai bahwa komoditas pangan khususnya beras menjadi sangat strategis perannya bagi kedaulatan bangsa. "Kuasai minyak maka kamu akan kuasai bangsa, kuasai makanan maka kamu akan kuasai masyarakatnya", ujar Djalil mengutip  pernyataan tokoh Amerika Serikat Henri Kissinger. Djalil menyoroti persaingan atas kebutuhan pangan dari segi konsumsi dan nilai jual menjadi sangat krusial dalam persaingan perdagangan antar negara. Selain itu, Djalil juga mengapresiasi capaian perluasan lahan pertanian di era Menteri Amran. "Menteri Pertanian dengan jajarannya telah berhasil melakukan pencetakan sawah baru, dengan kantong utama Jawa dan Sulsel", ujarnya. "Ada pendapat supaya itu distop, menurut saya kurang arif, kalau ada masalah dengan oencetakan itu, kita perbaiki saja, bukan programnya distop", tambahnya lebih lanjut.

"Bicara soal pangan, ini memang bicara bisnis besar, bisnis triliyunan. Yang hanya modal paper, keuntungan bisa dalam waktu singkat diraih", pernyataan pertama yang diungkapkan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Komitmen Jokowi bangun Papua tersaji dalam Capaian Kinerja 2021
Rabu, 20 Oktober 2021 - 15:45 WIB
Komitmen Presiden Joko Widodo dalam pembangunan Tanah Papua tersaji dalam buku laporan Capaian Kiner...
 Laksanakan kerja bakti, Satgas Yonif RK 751/VJS jadi promotor dalam pembangunan kantor klasis
Senin, 18 Oktober 2021 - 21:11 WIB
Bersama masyarakat dan Jemaat GKI Oraetlabora Kurima, Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS membangun ...
Akademisi: Kota Medan butuh perbaikan infrastruktur jalan
Senin, 18 Oktober 2021 - 07:01 WIB
Akademisi Universitas Medan Area (UMA), Dadang Darmawan Pasaribu, MSi, menyebutkan bahwa Kota Medan ...
Stafsus Menteri BUMN bantah ada utang tersembunyi proyek kereta cepat
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 16:15 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menegaskan bahwa tidak ada utang tersembunyi China terkait ...
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah 79 persen
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 14:15 WIB
Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta- Bandung (KCJB) hingga saat ini sudah mencapai 79 persen, da...
Wapres Ma`ruf Amin beri bantuan kepada gereja di Papua Barat
Jumat, 15 Oktober 2021 - 14:45 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberi bantuan kepada gereja untuk pengembangan sekolah dan rumah ibad...
Menteri PUPR ingatkan pengembang bangun rumah berkualitas bagi MBR
Kamis, 14 Oktober 2021 - 10:45 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kembali mengingatkan kepada pe...
Wapres berharap miskin ekstrem tersisa hanya 8 persen di 2024
Rabu, 13 Oktober 2021 - 18:23 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap angka kemiskinan ekstrem di Indonesia menjadi tersisa hanya de...
Presidensi G20 Indonesia fokus pada pemulihan ekonomi
Rabu, 13 Oktober 2021 - 08:23 WIB
Presidensi G20 2022, Pemerintah memfokuskan pada pemulihan pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan be...
PLN investasikan Rp10,5 miliar listriki empat dusun di Pulau Sumbawa
Senin, 11 Oktober 2021 - 09:05 WIB
PT PLN (Persero) menginvestasikan dana sebesar Rp10,5 miliar untuk bisa melistriki empat dusun di Pu...