Senin, 18 Juni 2018 | 13:07 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

Luar Negeri / Eropa

Ukraina pertama kalinya uji coba sistem rudal AS

Rabu, 23 Mei 2018 - 06:35 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2rZwY8y
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2rZwY8y

Elshinta.com  - Ukraina pada Selasa (22/5) menguji coba sistem peluru kendali Javelin untuk pertama kalinya sejak menerima persenjataan itu dari Amerika Serikat guna meningkatkan kemampuan pertahanan dalam konflik dengan para separatis dukungan Rusia.

Washington selama ini merupakan salah satu pendukung setia Kiev sejak Moskow mencaplok Krimea pada 2014 serta munculnya serangkaian pertempuran di Donbass di Ukraina timur, yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang. Kiev dan Washington meyakini bahwa sistem rudal antitank itu akan membantu Ukraina membangun kemampuan pertahannya untuk jangka panjang.

Amerika Serikat mengatakan Javelin tidak bisa digunakan secara efektif untuk merebut wilayah, tapi Rusia mengatakan bahwa memasok peralatan itu akan semakin mengganggu stabilitas dengan mendorong penggunaan kekuatan.

Presiden Ukraina Petra Poroshenko, melalui Twitter, mengumumkan pengujicobaan pertama rudal tersebut. "Akhirnya hari ini tiba," katanya, seperti dikutip dari Antara.

"Saya berterima kasih kepada (Amerika Serikat) ... untuk keputusan tegasnya bahwa Ukraina harus dipersenjatai." Uji coba itu dilakukan di Ukraina utara, jauh dari garis depan timur. Bentrokan terus terjadi di wilayah-wilayah timur walaupun sudah ada gencatan senjata semu serta upaya-upaya perdamaian diplomatik.

Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE), yang mengamati pelaksanaan perjanjian perdamaian "Minsk" Ukraina, yang banyak dilanggar, pada Selasa memperingatkan akan peningkatan pertempuaran di sepanjang garis depan. "Saya mendesak pihak-pihak (terkait) untuk segera berhenti bertempur ... dan melakukan upaya terbaik untuk melindungi para penduduk sipil," kata Wakil Khusus OSCE Martin Sajdik dalam pernyataan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 12:36 WIB

M Iriawan dilantik sebagai Penjabat Gubernur Jabar

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 12:27 WIB

Arus balik mulai terjadi di Garut

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 12:15 WIB

Menhub pastikan semua instansi siap hadapi puncak arus balik

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 11:49 WIB

Bupati Malang akan beri sanksi ASN yang tambah libur

Megapolitan | 18 Juni 2018 - 11:37 WIB

Antrean kendaraan arah Ciawi capai dua kilometer

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 17 Juni 2018 - 18:22 WIB

Dubes: WNI ke Rusia terus meningkat

Minggu, 17 Juni 2018 - 17:05 WIB

Prancis tutup situs gelap narkoba

Minggu, 17 Juni 2018 - 13:57 WIB

Angelina Jolie berkunjung ke Irak

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com