Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Amerika

Jimmy Carter: Trump layak dapat Nobel jika berhasil damaikan Korut

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:15 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Sigit Kurniawan
Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter. Sumber foto: https://bit.ly/2x2hrJW
Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter. Sumber foto: https://bit.ly/2x2hrJW

Elshinta.com - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter, Selasa (22/5), mengatakan bahwa Donald Trump harus diperhitungkan untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian jika dia berhasil menempa perdamaian dengan Korea Utara.

"Jika Presiden Trump berhasil mengupayakan perjanjian damai yang diterima kedua belah pihak dengan Korea Utara, saya pikir dia harus dipertimbangkan untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian," ujar Carter dalam wawancaranya dengan Politico yang dipublikasikan pada Selasa (22/5).

"Saya pikir itu akan menjadi prestasi yang layak dan penting yang belum pernah bisa dicapai oleh presiden sebelumnya," ujar mantan presiden berusia 93 tahun itu.

Pada saat yang sama, Carter mengatakan dirinya yakin Trump memberikan “pukulan telak” terhadap perdamaian di Timur Tengah dengan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, dikutip dari laman Antara.

Mantan presiden dari 1977-1981 yang dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada 2002 itu terlibat masalah dengan Trump di beberapa bidang lain.

"Saya di sini tidak untuk mengkritik, tetapi saya pikir, Anda tahu, memberi tahu kebenaran adalah salah satu nilai moral dasar yang penting," ujar Carter.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 15:06 WIB

Pemerintah belum bahas rencana pembelian Sukhoi

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter, Selasa (22/5), mengatakan bahwa Donald Trump harus diperhitungkan untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian jika dia berhasil menempa perdamaian dengan Korea Utara.

"Jika Presiden Trump berhasil mengupayakan perjanjian damai yang diterima kedua belah pihak dengan Korea Utara, saya pikir dia harus dipertimbangkan untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian," ujar Carter dalam wawancaranya dengan Politico yang dipublikasikan pada Selasa (22/5).

"Saya pikir itu akan menjadi prestasi yang layak dan penting yang belum pernah bisa dicapai oleh presiden sebelumnya," ujar mantan presiden berusia 93 tahun itu.

Pada saat yang sama, Carter mengatakan dirinya yakin Trump memberikan “pukulan telak” terhadap perdamaian di Timur Tengah dengan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, dikutip dari laman Antara.

Mantan presiden dari 1977-1981 yang dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada 2002 itu terlibat masalah dengan Trump di beberapa bidang lain.

"Saya di sini tidak untuk mengkritik, tetapi saya pikir, Anda tahu, memberi tahu kebenaran adalah salah satu nilai moral dasar yang penting," ujar Carter.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com