Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kuliner

Kue bay tat makin digemari untuk berbuka puasa

Jumat, 25 Mei 2018 - 16:14 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Kue bay tat. Sumber foto: https://bit.ly/2LtrKdw
Kue bay tat. Sumber foto: https://bit.ly/2LtrKdw

Elshinta.com - Kue tradisional Bengkulu bay tat kini semakin digemari masyarakat sebagai jajanan pembuka puasa seperti saat ini.

"Ini makanan tradisional masyarakat Bengkulu. Kue ini sudah ada sejak dulu," kata Riwana (63), seorang pembuat bay tat di Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, baru-baru ini.

Dihmipun Antara, kue lembut beraroma kelapa dan nanas banyak dijual di toko oleh-oleh. Bay tat merupakan sejenis roti pipih agak tebal yang dipanggang layaknya pizza. Bay tat terbuat dari terigu, mentega, telur, gula dan santan, sementara bagian atas roti dilumuri selai nanas ataupun selai kelapa.

Riwana menjelaskan, untuk membuat kue bay tat yang gurih, manis dan lembut di lidah, maka langkah pertama yang mesti dilakukan adalah mengocok gula pasir dan telur hingga mengembang. Setelah itu, masukan mentega, santan kelapa, soda kue dan tepung terigu. Aduk adonan itu hingga merata, lalu diamkan beberapa saat agar semua bahan menyatu sempurna sebelum dicetak.

"Kami menggunakan piring sebagai loyang agar bundarnya pas. Bagian atas kue dilumuri nanas agar makin enak. Setelah itu, dipanggang sekitar 30 menit," jelas Riwana.

Bentuk bay tat bundar dan dihias seperti bunga menjadikan kue itu semakin cantik. Aroma santan kelapa menjadi ciri khas kue berwarna kuning kecoklatan itu. Kue ini di banderol seharga Rp12.500 per loyang. Saat hari biasa, Riwana hanya memproduksi 50 kue bay tat per hari. Sedangkan saat Ramadan, produksinya meningkat berkisar 100 hingga 200 loyang per hari.

"Karena bentuknya yang bundar inilah, orang-orang menjulukinya pizza Bengkulu," tutur perempuan yang telah berjualan kue bay tat selama 23 tahun itu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 18:08 WIB

Polisi amankan wanita bawa sabu di Bandara

Kesehatan | 16 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Jenis kanker pada anak selain leukemia

Kecelakaan | 16 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Mobil pick up tabrak truk TNI, satu tewas dan dua orang terluka

Startup | 16 Oktober 2018 - 17:30 WIB

Bareksa, marketplace reksadana dorong penetrasi investasi

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:18 WIB

Belasan ribu pohon cabai terendam banjir

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:08 WIB

Pemkot Magelang siapkan tenaga administrasi SD-TK

Elshinta.com - Kue tradisional Bengkulu bay tat kini semakin digemari masyarakat sebagai jajanan pembuka puasa seperti saat ini.

"Ini makanan tradisional masyarakat Bengkulu. Kue ini sudah ada sejak dulu," kata Riwana (63), seorang pembuat bay tat di Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, baru-baru ini.

Dihmipun Antara, kue lembut beraroma kelapa dan nanas banyak dijual di toko oleh-oleh. Bay tat merupakan sejenis roti pipih agak tebal yang dipanggang layaknya pizza. Bay tat terbuat dari terigu, mentega, telur, gula dan santan, sementara bagian atas roti dilumuri selai nanas ataupun selai kelapa.

Riwana menjelaskan, untuk membuat kue bay tat yang gurih, manis dan lembut di lidah, maka langkah pertama yang mesti dilakukan adalah mengocok gula pasir dan telur hingga mengembang. Setelah itu, masukan mentega, santan kelapa, soda kue dan tepung terigu. Aduk adonan itu hingga merata, lalu diamkan beberapa saat agar semua bahan menyatu sempurna sebelum dicetak.

"Kami menggunakan piring sebagai loyang agar bundarnya pas. Bagian atas kue dilumuri nanas agar makin enak. Setelah itu, dipanggang sekitar 30 menit," jelas Riwana.

Bentuk bay tat bundar dan dihias seperti bunga menjadikan kue itu semakin cantik. Aroma santan kelapa menjadi ciri khas kue berwarna kuning kecoklatan itu. Kue ini di banderol seharga Rp12.500 per loyang. Saat hari biasa, Riwana hanya memproduksi 50 kue bay tat per hari. Sedangkan saat Ramadan, produksinya meningkat berkisar 100 hingga 200 loyang per hari.

"Karena bentuknya yang bundar inilah, orang-orang menjulukinya pizza Bengkulu," tutur perempuan yang telah berjualan kue bay tat selama 23 tahun itu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com