Kue bay tat makin digemari untuk berbuka puasa
Elshinta
Jumat, 25 Mei 2018 - 16:14 WIB |
Kue bay tat makin digemari untuk berbuka puasa
Kue bay tat. Sumber foto: https://bit.ly/2LtrKdw

Elshinta.com - Kue tradisional Bengkulu bay tat kini semakin digemari masyarakat sebagai jajanan pembuka puasa seperti saat ini.

"Ini makanan tradisional masyarakat Bengkulu. Kue ini sudah ada sejak dulu," kata Riwana (63), seorang pembuat bay tat di Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, baru-baru ini.

Dihmipun Antara, kue lembut beraroma kelapa dan nanas banyak dijual di toko oleh-oleh. Bay tat merupakan sejenis roti pipih agak tebal yang dipanggang layaknya pizza. Bay tat terbuat dari terigu, mentega, telur, gula dan santan, sementara bagian atas roti dilumuri selai nanas ataupun selai kelapa.

Riwana menjelaskan, untuk membuat kue bay tat yang gurih, manis dan lembut di lidah, maka langkah pertama yang mesti dilakukan adalah mengocok gula pasir dan telur hingga mengembang. Setelah itu, masukan mentega, santan kelapa, soda kue dan tepung terigu. Aduk adonan itu hingga merata, lalu diamkan beberapa saat agar semua bahan menyatu sempurna sebelum dicetak.

"Kami menggunakan piring sebagai loyang agar bundarnya pas. Bagian atas kue dilumuri nanas agar makin enak. Setelah itu, dipanggang sekitar 30 menit," jelas Riwana.

Bentuk bay tat bundar dan dihias seperti bunga menjadikan kue itu semakin cantik. Aroma santan kelapa menjadi ciri khas kue berwarna kuning kecoklatan itu. Kue ini di banderol seharga Rp12.500 per loyang. Saat hari biasa, Riwana hanya memproduksi 50 kue bay tat per hari. Sedangkan saat Ramadan, produksinya meningkat berkisar 100 hingga 200 loyang per hari.

"Karena bentuknya yang bundar inilah, orang-orang menjulukinya pizza Bengkulu," tutur perempuan yang telah berjualan kue bay tat selama 23 tahun itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ahli gizi jelaskan cara membuat sayur jadi menggiurkan untuk anak
Minggu, 21 Februari 2021 - 07:36 WIB
Dokter spesialis gizi klinik Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM, Lu...
Malang jadi tuan rumah FSI 2021
Rabu, 17 Februari 2021 - 14:30 WIB
Setelah sukses tahun lalu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif /Badan Pariwisata dan Ekonomi ...
Kurangi asupan makanan olahan demi sehat
Jumat, 29 Januari 2021 - 19:23 WIB
Makanan olahan apalagi masuk kategori ultra proses seperti minuman dan makanan ringan dalam kemasan ...
 Mie sumpit terbang, bikin penasaran warga Majalengka
Selasa, 22 Desember 2020 - 12:26 WIB
Memanfaatkan kreatifitas untuk menarik pelanggan, salah satu kedai Mie di Majalengka viral karena me...
Taco Bell resmi buka gerai di Indonesia
Jumat, 18 Desember 2020 - 19:45 WIB
Taco Bell resmi membuka gerai perdananya di Indonesia dengan konsep moderen, artistik dan Instagram...
Inilah jumlah asupan vitamin C harian yang dibutuhkan tubuh
Senin, 07 Desember 2020 - 13:05 WIB
Vitamin C yang juga dikenal sebagai asam askorbat, punya banyak khasiat untuk tubuh, seperti antioks...
Menu serba cokelat, Nutella buka pop-up cafe di sekitar Jakarta
Sabtu, 05 Desember 2020 - 05:59 WIB
Nutella membuka 10 pop-up cafe dengan masa berlaku yang terbatas di sekitar Jakarta via aplikasi GoF...
 Anak muda di Majalengka lestarikan kue apem melalui festival
Minggu, 11 Oktober 2020 - 14:46 WIB
Melestarikan tradisi di Bulan Safar, sekelompok anak muda di wilayah utara Majalengka yang tergabung...
Amankah mengkonsumsi makanan beku siap santap?
Rabu, 16 September 2020 - 20:56 WIB
Sejak pandemi virus corona yang mengharuskan semua orang untuk tetap berada di rumah, makanan beku a...
Agar tetap sehat saat santap hidangan Idul Adha
Jumat, 31 Juli 2020 - 10:26 WIB
Sebagian orang menyukai hidangan khas Idul Adha semisal gulai daging kambing, sapi, satai dan lainny...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV