Oman dilanda topan, dua orang tewas tiga lainnya masih hilang
Elshinta
Minggu, 27 Mei 2018 - 09:28 WIB |
Oman dilanda topan, dua orang tewas tiga lainnya masih hilang
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2si4ZjE

Elshinta.com - Dua orang, termasuk seorang bocah, tewas dan tiga lagi hilang di Provinsi Dhofar, Oman, sesudah topan Mekunu menghantam wilayah selatan Negara Teluk Arab itu, kata polisi dan media negara Oman pada Sabtu.

Ketiga orang hilang itu adalah warga negara Asia, kata kantor berita negara ONA. Mekunu mulai melemah menjadi badai tropika di Oman dan pihak berwenang memulai gerakan pemberesan pada Sabtu sesudah hujan deras tapi memperingatkan warga tetap tinggal di rumah, dengan limpasan dari lembah sungai membanjiri sebagian besar jalan utama di Dhofar.

Topan itu juga menewaskan sedikit-dikitnya tujuh orang di pulau Socotra, Yaman, kata pejabat Yaman pada Sabtu. Sedikit-sedikitnya, 40 orang hilang. Yaman mengumumkan keadaan darurat pada Kamis untuk Socotra, yang terletak di antara Yaman selatan dengan Tanduk Afrika dan terkenal karena kekhasan binatang dan tumbuhannya.

Sebagian besar daerah itu tidak tersentuh perang tiga tahun Yaman, berada di bawah kendali pemerintah, yang diakui secara internasional, yang presidennya, Abdu Rabbu Mansour Hadi, berada di pengasingan di Arab Saudi.

Badai membanjiri desa dan menenggelamkan perahu di Socotra, membuat banyak wilayah pulau itu kehilangan akses pada komunikasi. Pihak berwenang di Oman mengatakan memperkirakan topan itu melewati kota Salalah pada Jumat malam. Saat angin dan hujan mulai menghantam Oman selatan pada siang hari, badai itu memperpanjang penutupan bandar udara kota tersebut hingga Sabtu, demikian Antara yang mengutip Reuters.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Merkel sebut Jerman akan perketat pembatasan COVID-19
Rabu, 30 September 2020 - 14:11 WIB
Jerman akan membatasi jumlah pertemuan dan mendenda orang-orang yang melanggar aturan pelacakan dala...
Tiongkok temukan 25 kasus baru COVID-19
Jumat, 04 September 2020 - 09:15 WIB
Tiongkok menemukan 25 kasus baru COVID-19 pada Kamis (3/9), naik dari 11 kasus dibandingkan satu har...
103 penerbangan di Tiongkok dibatalkan akibat topan, sekolah diliburkan
Jumat, 04 September 2020 - 08:11 WIB
Sebanyak 103 jadwal penerbangan ke Bandar Udara Internasioal Taiping, Harbin, di wilayah Tiongkok ti...
Warga Korsel diimbau kerja dari rumah saat kasus COVID-19 meningkat
Kamis, 27 Agustus 2020 - 12:55 WIB
Korea Selatan pada Kamis (27/8) mendesak para pelaku bisnis untuk membuat karyawan bekerja dari ruma...
Tiongkok kirim pasukan lengkap ke LCS, Selat Taiwan
Jumat, 21 Agustus 2020 - 10:39 WIB
Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) mengirimkan pasukan lengkap ke dua wilayah perairan sekalig...
Satu polisi tewas, 142 orang terluka dalam aksi protes Lebanon
Minggu, 09 Agustus 2020 - 15:56 WIB
Satu polisi tewas dan 142 orang lainnya terluka akibat bentrokan selama aksi protes di Beirut pada S...
Pesawat repatriasi India kecelakaan, sedikitnya 17 orang tewas
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:55 WIB
Sedikitnya 17 orang tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka pada peristiwa kecelakaan pesawat repat...
Pertama kalinya dalam 29 tahun, ekonomi Filipina jatuh ke dalam resesi
Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:56 WIB
Ekonomi Filipina anjlok lebih dalam dari yang diperkirakan pada kuartal kedua, jatuh ke dalam resesi...
Filipina laporkan 162 kematian COVID-19, angka tertinggi harian
Senin, 13 Juli 2020 - 13:27 WIB
Kementerian Kesehatan Filipina pada Senin (13/7) mengonfirmasi 162 kematian baru akibat penyakit vir...
Banjir dan longsor di Nepal tewaskan 23 orang, puluhan orang hilang
Sabtu, 11 Juli 2020 - 18:14 WIB
Banjir bandang dan longsor akibat hujan deras menewaskan setidaknya 23 orang, menyebabkan puluhan wa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV