Senin, 22 Oktober 2018 | 11:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Pasca keracunan massal, warga Bogor diimbau tidak konsumsi tutut

Minggu, 27 Mei 2018 - 15:50 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2LvcFb7
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2LvcFb7

Elshinta.com - Warga Bogor diimbau untuk tidak mengonsumsi tutut pasca-kejadian keracunan massal yang dialami warga di Tanah Baru, Kota Bogor. 

"Tujuannya untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang lagi, karena keracunan itu berasal dari tutut yang dibeli dari sumber yang sama," kata Kepala Puskesmas Bogor Utara, dr Oki Kurniawan, Minggu (27/5) dikutip Antara.

Imbauan ini telah disampaikan kepada seluruh petugas kesehatan dan kader di Puskesmas Bogor Utara untuk disosialisasikan kepada masyarakat di wilayah Tanah Baru dan sekitarnya.

"Semua yang menderita mual, muntah, diare itu mengakui makan tutut, bahkan hanya dengan mencicipi kuahnya saja jadi diare," kata Oki.

Hingga Minggu pagi, jumlah pasien keracunan bertambah jadi 86 orang. Mereka yang keracunan adalah warga dalam satu RW dari tiga RT berbeda yakni RW 07, RT 01, RT 02 dan RT 05. Penyebab pasti keracunan yang dialami 86 warga di Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru sedang dianalisis di Laboratorium Labkesda Kota Bogor dan Labkesda Provinsi Jawa Barat.

Petugas kepolisian telah mengamankan tutut dari rumah Yayah warga RT 04/RW 07, pembuat masakan tutut tersebut. Tutut yang tersimpan di rumahnya hampir mencapai satu karung.

Menurut Oki, bisa jadi masakan tutut diolah tidak secara higienis, atau sumber air yang digunakan untuk memasak kurang bagus sehingga menyebabkan keracunan. "Ini semua sedang ditelusuri, sampel sudah diambil, sisa tutut yang ada, memeriksa air sumur, serta bumbu masakannya," kata Oki.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 22 Oktober 2018 - 11:37 WIB

Hidayat Nur Wahid minta Presiden berikan contoh politik kebohongan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:28 WIB

Polisi ringkus penganiaya bocah perempuan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:19 WIB

BNN konsisten edukasi bahaya narkoba pada pelajar

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Ribuan siswa peringati Hari Santri di Alun-alun Kebumen

Hukum | 22 Oktober 2018 - 11:01 WIB

KPK panggil lagi Sjamsul Nursalim

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 10:52 WIB

Polisi ringkus juru parkir karena edarkan narkoba

Elshinta.com - Warga Bogor diimbau untuk tidak mengonsumsi tutut pasca-kejadian keracunan massal yang dialami warga di Tanah Baru, Kota Bogor. 

"Tujuannya untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang lagi, karena keracunan itu berasal dari tutut yang dibeli dari sumber yang sama," kata Kepala Puskesmas Bogor Utara, dr Oki Kurniawan, Minggu (27/5) dikutip Antara.

Imbauan ini telah disampaikan kepada seluruh petugas kesehatan dan kader di Puskesmas Bogor Utara untuk disosialisasikan kepada masyarakat di wilayah Tanah Baru dan sekitarnya.

"Semua yang menderita mual, muntah, diare itu mengakui makan tutut, bahkan hanya dengan mencicipi kuahnya saja jadi diare," kata Oki.

Hingga Minggu pagi, jumlah pasien keracunan bertambah jadi 86 orang. Mereka yang keracunan adalah warga dalam satu RW dari tiga RT berbeda yakni RW 07, RT 01, RT 02 dan RT 05. Penyebab pasti keracunan yang dialami 86 warga di Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru sedang dianalisis di Laboratorium Labkesda Kota Bogor dan Labkesda Provinsi Jawa Barat.

Petugas kepolisian telah mengamankan tutut dari rumah Yayah warga RT 04/RW 07, pembuat masakan tutut tersebut. Tutut yang tersimpan di rumahnya hampir mencapai satu karung.

Menurut Oki, bisa jadi masakan tutut diolah tidak secara higienis, atau sumber air yang digunakan untuk memasak kurang bagus sehingga menyebabkan keracunan. "Ini semua sedang ditelusuri, sampel sudah diambil, sisa tutut yang ada, memeriksa air sumur, serta bumbu masakannya," kata Oki.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 09:47 WIB

KA terguling di Taiwan, belum ada laporan korban WNI

Senin, 22 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Wakil Bupati Pasaman Barat tinjau lokasi banjir

Senin, 22 Oktober 2018 - 07:50 WIB

Korban penyanderaan KKB di rawat di RS Bhayangkara

Minggu, 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com