Mahasiswa ITB ciptakan alat indentifikasi kecelakaan laut
Elshinta
Selasa, 29 Mei 2018 - 12:23 WIB |
Mahasiswa ITB ciptakan alat indentifikasi kecelakaan laut
Ilustrasi mencari korban kecelakaan di laut. Sumber Foto: https://bit.ly/2KZtWIz

Elshinta.com  - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menciptakan karya yakni sebuah produk pencari korban kecelakaan bencana di laut yang diberi nama HDS (Human Detection System).

HDS yang merupakan gabungan teknologi Machine Learning dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) ini dirancang oleh tiga orang mahasiswa ITB yakni Muhammad Arkaan Izhraqi, Nyoman Abiwinanda, dan Adinda Sekarwangi. "Karya ini dibuat untuk membantu pencarian korban kecelakaan di laut, mengingat kecelakaan semacam ini kerap terjadi di Indonesia," kata Muhmmad Arkaan Izhraqi, di Bandung, Selasa (29/5).

Arkaan menuturkan sejumlah kecelakaan kapal di lautan memang menimbulkan banyak korban hilang di laut seperti kasus hilangnya lima orang nelayan di perairan supiori pada bulan januari 2015 lalu. "Jadi awalnya terinspirasi dari Badan SAR Nasional yang menggunakan drone sebagai suatu sistem UAV dalam pencarian korban di laut, namun pencariannya masih bersifat manual tanpa adanya suatu sistem pendeteksi sehingga akan membutuhkan waktu yang lama dalam pencariannya," ujar Arkaan, seperti dikutip dari laman Antara.

Menurut dia berbeda dengan UAV pada umumnya, HDS lebih unggul karena dapat bekerja secara otomatis tanpa harus melakukan pemantauan secara terus menerus oleh operator di ground station. Daerah pencarian yang cukup luas dan operator yang tidak memungkinkan untuk memantau pencarian selama 24 jam, HDS menjadi solusi yang efektif untuk memecahkan masalah ini.

Ia menuturkan karya ini dibuat dengan mengintegrasikan sistem autopilot UAV berupa Hexa Copter dengan perangkat lunak pendeteksian obyek, sehingga proses pencarian dapat diotomatisasi, dan proses pencarian memungkinkan dilakukan secara paralel.

Arkan menjelaskan alat ini menggunakan hexacopter yang dikendalikan secara autopilot dan pertama Hexa Copter akan terbang sesuai dengan waypoint yang ditetapkan oleh operator di ground station sebagai bentuk inisiasi awal. "Lalu video akan ditransmisikan ke ground station kemudian di proses dengan software pendeteksi manusia. Di bagian antarmuka ground station, akan ditampilkan notifikasi berupa bonding box," katanya.

"Jadi kalau ada manusia yang terdeteksi maka kemudian akan diikuti bunyi alarm. Output akhir yang dihasilkan dari antar muka adalah posisi korban dalam bentuk koordinat," lanjut dia.

Proses pendeteksian korban di HDS ini menggunakan algoritma khusus. Algoritma Deteksi yang disebut You Only Look Once (YOLOv2) ditanam di komputer ground station, dan dioptimasi lebih lanjut dengan boosting tracker berkecepatan 18 FPS (Frames per Second). Objek yang dapat dideteksi menggunakan algoritma ini adalah manusia dan kapal. "Sejauh ini, HDS baru mampu mendeteksi objek di dekat permukaan laut saja. Sehingga perlu dilakukan peningkatan pada pengambilan gambar seperti dengan digunakannya kamera inframerah," kata Arkaan.

Oleh karena itu dirinya berharap karyanya ini dapat diaplikasikan di kemudian hari, sehingga membantu lebih cepat evakuasi korban kecelakaan di laut.

Lebih lanjut ia mengatakan perancangan HDS ini di bawah bimbingan dosen Teknik Elektro ITB, yakni Arif Sasongko, S.T., M.T., Ph.d. dan Muhammad Iqbal Arsyad, S.T., M.T. HDS ini telah dipamerkan di salah satu stand EEDays 2018 yang berlangsung pada tanggal 22-24 Mei 2018, di Aula Timur ITB, sebagai salah satu syarat kelulusan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Robot AUMR lawan tangguh Covid-19
Kamis, 28 Mei 2020 - 20:46 WIB
Robot itu diberi nama AUMR (Autonomous UVC Mobile Robot). AUMR, robot buatan anak negeri ini sengaja...
Menristek: Robot RAISA bantu tenaga medis tangani pasien COVID-19
Kamis, 14 Mei 2020 - 16:11 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengapresiasi inovasi Robot RAISA ya...
Mahasiswa Politeknik Negeri Jember sumbang robot untuk penanganan COVID-19
Sabtu, 02 Mei 2020 - 17:39 WIB
Kontribusi Politeknik Negeri Jember Jawa Timur dalam penanganan Corona (COVID-19) telah mendiskusika...
Gugus Tugas Sulsel uji coba drone deteksi suhu tubuh warga
Selasa, 31 Maret 2020 - 10:33 WIB
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Provinsi Sulsel yang diketuai Pangdam XIV/Hasanud...
Ratusan pelajar antusias ikuti workshop `Kompetisi Robot Terbang`
Rabu, 26 Februari 2020 - 20:42 WIB
Workshop Kompetisi Robot Terbang yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitb...
Robot ini bisa berkeringat seperti manusia
Selasa, 04 Februari 2020 - 17:15 WIB
Tetapi ada robot jenis baru yang memiliki sifat paling manusiawi. Para peneliti telah berhasil menge...
Menko PMK kagumi tiga drone ciptaan dosen UMM
Minggu, 12 Januari 2020 - 07:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy kesengsem dengan has...
AI gantikan Eselon III dan IV, ini komentar Menkominfo
Jumat, 06 Desember 2019 - 21:09 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menilai soal pemangkasan Eselon III dan IV masuk a...
LAPAN luncurkan Dadali, drone pengangkut manusia
Selasa, 24 September 2019 - 20:25 WIB
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin meresmikan peluncuran D...
Penguji sebut robot asmara berpotensi bunuh sang pemilik
Senin, 26 Agustus 2019 - 18:44 WIB
Penguji produk robotik di Realbotix dan Abyss, bernama samaran Brick Dollbanger menyebutkan bahwa ke...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV