Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Polisi tetapkan seorang penumpang Lion Air sebagai tersangka

Rabu, 30 Mei 2018 - 06:35 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Proses evakuasi penumpang Lion Air JT 687 Pontianak-Jakarta, dan pelaku FN. Sumber foto: https://bit.ly/2IWzfMk
Proses evakuasi penumpang Lion Air JT 687 Pontianak-Jakarta, dan pelaku FN. Sumber foto: https://bit.ly/2IWzfMk

Elshinta.com - Polresta Pontianak menetapkan FN, salah seorang penumpang maskapai Lion Air, sebagai tersangka kasus candaan bom, Senin (28/5) malam, yang berdampak menimbulkan kekacauan. 

"Penetapan FN sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara dengan kesimpulan, bahwa perbuatan FN melanggar pasal 437 ayat (1) dan (2), UU No. 1/2009 tentang Penerbangan," kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo saat dihubungi sebagaimana dihimpun Antara, di Pontianak, Selasa (29/5) malam.

Ia menjelaskan, dengan ditetapkannya FN sebagai tersangka, maka langsung dilakukan penahanan karena dikhawatirkan melarikan diri.

Nanang menjelaskan, gelar perkara dilakukan pada Selasa (29/5) malam sekitar pukul 19.30 WIB bertempat di ruang kerja kasat Reskrim Polresta Pontianak. Adapun peserta gelar perkara tersebut di antaranya, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli, kemudian Kasubdit PPNS Penerbangan Ditjen Hubungan Udara Kemenhub, Budianto; dan PPNS Penerbangan Ditjen Hubungan Udara Kemenhub, yakni M Anshar, Nursyamsu, dan Aditya P R, serta beberapa tim penyidik dari Polresta Pontianak.

Sebelumnya, pada Senin (28/5) malam, sekitar pukul 18.30 WIB, pesawat Lion Air JT 687 dari Pontianak tujuan Jakarta, mengalami penundaan karena salah seorang penumpang berinisial FN mengutarakan adanya bom kepada salah seorang pramugari Lion Air pada saat menaruh tas bawaannya di bagasi di kabin pesawat tersebut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:41 WIB

Ribuan petani unjuk rasa nilai SK Bupati penertiban KJA merugikan

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Menteri KKP sebut pemicu perang masa depan adalah sumber daya alam

Pembangunan | 17 Oktober 2018 - 15:15 WIB

Presiden ingin rumah sakit Indonesia menjadi `Smart Hospital`

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:07 WIB

Presiden: Teknologi picu gaya hidup tidak sehat

Hukum | 17 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Fayakhun mengaku dikenalkan keluarga Jokowi kasus Bakamla

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:42 WIB

Lubang di ruang anggota fraksi DPR Demokrat diketahui sejak Selasa

Elshinta.com - Polresta Pontianak menetapkan FN, salah seorang penumpang maskapai Lion Air, sebagai tersangka kasus candaan bom, Senin (28/5) malam, yang berdampak menimbulkan kekacauan. 

"Penetapan FN sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara dengan kesimpulan, bahwa perbuatan FN melanggar pasal 437 ayat (1) dan (2), UU No. 1/2009 tentang Penerbangan," kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo saat dihubungi sebagaimana dihimpun Antara, di Pontianak, Selasa (29/5) malam.

Ia menjelaskan, dengan ditetapkannya FN sebagai tersangka, maka langsung dilakukan penahanan karena dikhawatirkan melarikan diri.

Nanang menjelaskan, gelar perkara dilakukan pada Selasa (29/5) malam sekitar pukul 19.30 WIB bertempat di ruang kerja kasat Reskrim Polresta Pontianak. Adapun peserta gelar perkara tersebut di antaranya, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli, kemudian Kasubdit PPNS Penerbangan Ditjen Hubungan Udara Kemenhub, Budianto; dan PPNS Penerbangan Ditjen Hubungan Udara Kemenhub, yakni M Anshar, Nursyamsu, dan Aditya P R, serta beberapa tim penyidik dari Polresta Pontianak.

Sebelumnya, pada Senin (28/5) malam, sekitar pukul 18.30 WIB, pesawat Lion Air JT 687 dari Pontianak tujuan Jakarta, mengalami penundaan karena salah seorang penumpang berinisial FN mengutarakan adanya bom kepada salah seorang pramugari Lion Air pada saat menaruh tas bawaannya di bagasi di kabin pesawat tersebut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 17 Oktober 2018 - 10:07 WIB

17 Oktober 1952: demo tuntut DPRS dibubarkan

Rabu, 17 Oktober 2018 - 07:55 WIB

Dibutuhkan 18 ribu tenda untuk pengungsi Sulteng

Rabu, 17 Oktober 2018 - 07:42 WIB

Dua jenazah korban gempa Sulteng kembali ditemukan

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com