Senin, 22 Oktober 2018 | 11:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Polisi minta kesempatan usut kebakaran rumah kos di Surabaya

Rabu, 30 Mei 2018 - 10:00 WIB    |    Penulis : Fransiskus Yuno    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2xz1fAv
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2xz1fAv

Elshinta.com Terkait kebakaran yang terjadi di rumah kos dua lantai di Surabaya, pihak kepolisian meminta agar keluarga korban untuk dapat lebih bersabar dan meminta kesempatan untuk bekerja agar dapat lebih maksimal.

Demikian disampaikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Budi Setiadi di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/5) pagi. 

Kapolres menyatakan, pihaknya tengah memaksimalkan kinerja guna mengusut kasus tersebut. “Mohon berkenan untuk lebih bersabar, kami turut berbelasungkawa semoga di terima disisi-Nya. Keluarga korban menuntut cepat, kami juga ingin cepat, tapi kami juga dituntut untuk menyampaikan hal yang benar, jadi berikan kami kesempatan kerja yang benar,” kata Anton.

Sebanyak 13 orang menjadi korban kebakaran yang terjadi di rumah kos dua lantai di Jalan Kebalen Kulon Gang 2, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (29/5). Delapan orang di antaranya meninggal dunia dan lima orang mengalami luka-luka.

Terungkapnya jumlah korban akibat kebakaran baru diketahui setelah petugas kebakaran selesai melakukan pemadaman. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Pantauan Kontributor Elshinta, keluarga korban yang datang dan meminta data-data korban kebakaran justru memaksa masuk kamar jenazah dan ingin cepat-cepat membawa jenazah pulang. Beberapa keluarga korban terus mendesak. Anggota keluarga yang tidak sanggup melihat kondisi jasad korban yang sudah tidak bisa dikenali langsung histeris, ada pula yang pingsan. 

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 22 Oktober 2018 - 11:37 WIB

Hidayat Nur Wahid minta Presiden berikan contoh politik kebohongan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:28 WIB

Polisi ringkus penganiaya bocah perempuan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:19 WIB

BNN konsisten edukasi bahaya narkoba pada pelajar

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Ribuan siswa peringati Hari Santri di Alun-alun Kebumen

Hukum | 22 Oktober 2018 - 11:01 WIB

KPK panggil lagi Sjamsul Nursalim

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 10:52 WIB

Polisi ringkus juru parkir karena edarkan narkoba

Elshinta.com Terkait kebakaran yang terjadi di rumah kos dua lantai di Surabaya, pihak kepolisian meminta agar keluarga korban untuk dapat lebih bersabar dan meminta kesempatan untuk bekerja agar dapat lebih maksimal.

Demikian disampaikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Budi Setiadi di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/5) pagi. 

Kapolres menyatakan, pihaknya tengah memaksimalkan kinerja guna mengusut kasus tersebut. “Mohon berkenan untuk lebih bersabar, kami turut berbelasungkawa semoga di terima disisi-Nya. Keluarga korban menuntut cepat, kami juga ingin cepat, tapi kami juga dituntut untuk menyampaikan hal yang benar, jadi berikan kami kesempatan kerja yang benar,” kata Anton.

Sebanyak 13 orang menjadi korban kebakaran yang terjadi di rumah kos dua lantai di Jalan Kebalen Kulon Gang 2, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (29/5). Delapan orang di antaranya meninggal dunia dan lima orang mengalami luka-luka.

Terungkapnya jumlah korban akibat kebakaran baru diketahui setelah petugas kebakaran selesai melakukan pemadaman. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Pantauan Kontributor Elshinta, keluarga korban yang datang dan meminta data-data korban kebakaran justru memaksa masuk kamar jenazah dan ingin cepat-cepat membawa jenazah pulang. Beberapa keluarga korban terus mendesak. Anggota keluarga yang tidak sanggup melihat kondisi jasad korban yang sudah tidak bisa dikenali langsung histeris, ada pula yang pingsan. 

 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 09:47 WIB

KA terguling di Taiwan, belum ada laporan korban WNI

Senin, 22 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Wakil Bupati Pasaman Barat tinjau lokasi banjir

Senin, 22 Oktober 2018 - 07:50 WIB

Korban penyanderaan KKB di rawat di RS Bhayangkara

Minggu, 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com