Rusia minta Apple hapus Telegram dari App Store
Rabu, 30 Mei 2018 - 14:37 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2AkRTEu

Elshinta.com  - Aplikasi pesan Telegram dilarang di Rusia sejak bulan April, tetapi sejauh ini, aplikasi tersebut dilaporkan masih tersedia di Apple App Store Rusia.

Sebagai langkah lain untuk benar-benar melarang Telegram, Rusia saat ini meminta Apple untuk menghapus aplikasi tersebut dari App Store dan memblokir notifikasi ke pengguna lokal, seperti dilansir Antara dari The Verge.

Dalam surat yang secara hukum mengikat kepada Apple, pihak berwenang mengatakan bahwa mereka memberi Apple waktu satu bulan untuk mematuhi sebelum mereka menerapkan hukuman atas pelanggaran. Aplikasi yang berbasis di Moskow ini mendapat masalah, pada bulan April, karena menolak berbagi kunci sandi dengan Dinas Keamanan Federal Rusia.

Putusan pengadilan melarang Telegram digunakan di negara itu hingga aplikasi tersebut menyediakan kunci, mengingat adanya anacaman para penjahat dan teroris yang menggunakan platform terenkripsi untuk komunikasi.

Kemudian pada awal Mei, Rusia memblokir 50 layanan VPN dan anonymizers internet untuk lebih membatasi akses ke Telegram. Namun, meskipun ada upaya-upaya seperti ini, mayoritas pengguna di Rusia masih mengakses aplikasi tersebut, kata badan sensor Rusia, Roskomnadzor, Senin (28/5).

Hanya 15 hingga 30 persen dari operasi Telegram yang telah terganggu sejauh ini, yang menyebabkan Rusia beralih ke Apple untuk membantu membatasi akeses aplikasi tersebut.

Badan sensor tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan Google untuk melarang aplikasi tersebut di Play Store. Meskipun Apple telah menyatakan dukungannya untuk enkripsi dan keamanan data, Apple juga membuat konsesi untuk tuntutan lokal. Di China, Apple telah menarik sejumlah aplikasi VPN dari App Store dan memindahkan operasi iCloud ke perusahaan lokal yang memiliki hubungan dengan pemerintah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 11 Januari 2019 - 14:21 WIB
Elshinta.com - WhatsApp dikabarkan sedang membuat fitur Touch ID untuk otentikasi keamanan...
Kamis, 10 Januari 2019 - 19:13 WIB
Elshinta.com - Trimawariah mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya aplikasi antre...
Kamis, 03 Januari 2019 - 11:07 WIB
Elshinta.com - Aplikasi pesan WhatsApp telah mengakhiri dukungan untuk platform perangkat ...
Rabu, 26 Desember 2018 - 20:23 WIB
Elshinta.com - Facebook dikabarkan sedang mengembangkan mata uang kripto agar mengirim uan...
Rabu, 19 Desember 2018 - 16:22 WIB
Elshinta.com - Twitter baru saja mengumumkan bahwa telah menambahkan fitur baru di aplikas...
Selasa, 18 Desember 2018 - 19:57 WIB
Elshinta.com - Biro perjalanan daring (OTA) Traveloka enggan berkomentar mengenai kabar me...
Selasa, 18 Desember 2018 - 10:13 WIB
Elshinta.com - Internet memudahkan setiap orang mendapat informasi atau dikenal dengan ist...
Jumat, 14 Desember 2018 - 19:33 WIB
Elshinta.com - Platform agregator dan uang kembalian (cashback) untuk e-commerce, ShopBack...
Rabu, 12 Desember 2018 - 06:56 WIB
Elshinta.com - Facebook memperkenalkan Panduan Facebook dan Instagram bagi Politisi dan Pa...
Kamis, 06 Desember 2018 - 06:54 WIB
Elshinta.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika bisa saja membuka blokir terhadap me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/usr/lib/php/20151012/apc.so' - /usr/lib/php/20151012/apc.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: