Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aplikasi

BIG luncurkan Peta Jalur Mudik 2018

Kamis, 31 Mei 2018 - 11:05 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanudin Zainal Abidin bersama Wakil Rektor bidang Perencanaan dan Kerja Sama ITENAS Bandung Dewi Kania Sari saat peluncuran Peta Atlas Jalur Mudik 2018. Sumber foto: https://bit.ly/2stvfYs
Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanudin Zainal Abidin bersama Wakil Rektor bidang Perencanaan dan Kerja Sama ITENAS Bandung Dewi Kania Sari saat peluncuran Peta Atlas Jalur Mudik 2018. Sumber foto: https://bit.ly/2stvfYs

Elshinta.com - Badan Informasi Geospasial (BIG) meluncurkan Peta Atlas Jalur Mudik 2018 Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi untuk memudahkan pemudik melakukan perjalanan.

"Keunggulannya lebih akurat, lengkap, lebih detail, dan ada relief (perbukitan dan pegunungan)," kata Kepala BIG, Hasanudin Zainal Abidin di Cibinong, Kamis (31/5).

Dihimpun Antara, pembuatan Peta Atlas Jalur Mudik 2018 ini merupakan hasil kerja sama BIG dengan Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung. Menurut Hasan, dalam pendistribusian peta mudik, masyarakat dapat men-download melalui telepon seluler berbasis android ataupun mencetak dengan membuka situs resmi milik BIG. Ini adalah salah satu terobosan dimana pemudik tidak perlu kebingungan dalam menghadapi kemacetan pada ruas jalan. Di dalam peta tersebut juga dilengkapi dengan informasi rawan bencana (longsor dan banjir) dan kecelakaan.

"Jadi jika mudik saat hujan deras sebaiknya jangan melintasi jalur-jalur yang rawan bencana sebagaimana yang telah di informasikan dalam peta atlas jalur mudik 2018 ini," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor bidang Perencanaan dan Kerja Sama ITENAS Bandung, Dewi Kania Sari menjelaskan kelebihan dari peta atlas ini adalah semuanya serba mutakhir dan detail.

"Selain nama-nama ibu kota provinsi, kota/kabupaten, juga ada nama kecamatan. Bandar udara, pelabuhan, bahkan tempat wisata juga ada," katanya.

Dengan memutakhirkan jalur mudik khususnya bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat. Namun untuk roda dua juga biaa digunakan, tapi dari segi akurasi kurang begitu baik. Pasalnya dalam peta tersebut lebih kepada pengguna roda empat. Pasalnya dalam peta tersebut juga menjelaskan informasi selain jalur utama mudik, jalan tol operasional, tol fungsional. Dan juga dijelaskan secara detail jalur alternatif mudik, hingga fasilitas rest area, SPBU dan informasi rumah sakit, bahkan tentang ketinggian.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Menteri KKP sebut pemicu perang masa depan adalah sumber daya alam

Pembangunan | 17 Oktober 2018 - 15:15 WIB

Presiden ingin rumah sakit Indonesia menjadi `Smart Hospital`

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:07 WIB

Presiden: Teknologi picu gaya hidup tidak sehat

Hukum | 17 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Fayakhun mengaku dikenalkan keluarga Jokowi kasus Bakamla

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:42 WIB

Lubang di ruang anggota fraksi DPR Demokrat diketahui sejak Selasa

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:31 WIB

Presiden tegur manajemen sistem BPJS Kesehatan

Elshinta.com - Badan Informasi Geospasial (BIG) meluncurkan Peta Atlas Jalur Mudik 2018 Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi untuk memudahkan pemudik melakukan perjalanan.

"Keunggulannya lebih akurat, lengkap, lebih detail, dan ada relief (perbukitan dan pegunungan)," kata Kepala BIG, Hasanudin Zainal Abidin di Cibinong, Kamis (31/5).

Dihimpun Antara, pembuatan Peta Atlas Jalur Mudik 2018 ini merupakan hasil kerja sama BIG dengan Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung. Menurut Hasan, dalam pendistribusian peta mudik, masyarakat dapat men-download melalui telepon seluler berbasis android ataupun mencetak dengan membuka situs resmi milik BIG. Ini adalah salah satu terobosan dimana pemudik tidak perlu kebingungan dalam menghadapi kemacetan pada ruas jalan. Di dalam peta tersebut juga dilengkapi dengan informasi rawan bencana (longsor dan banjir) dan kecelakaan.

"Jadi jika mudik saat hujan deras sebaiknya jangan melintasi jalur-jalur yang rawan bencana sebagaimana yang telah di informasikan dalam peta atlas jalur mudik 2018 ini," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor bidang Perencanaan dan Kerja Sama ITENAS Bandung, Dewi Kania Sari menjelaskan kelebihan dari peta atlas ini adalah semuanya serba mutakhir dan detail.

"Selain nama-nama ibu kota provinsi, kota/kabupaten, juga ada nama kecamatan. Bandar udara, pelabuhan, bahkan tempat wisata juga ada," katanya.

Dengan memutakhirkan jalur mudik khususnya bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat. Namun untuk roda dua juga biaa digunakan, tapi dari segi akurasi kurang begitu baik. Pasalnya dalam peta tersebut lebih kepada pengguna roda empat. Pasalnya dalam peta tersebut juga menjelaskan informasi selain jalur utama mudik, jalan tol operasional, tol fungsional. Dan juga dijelaskan secara detail jalur alternatif mudik, hingga fasilitas rest area, SPBU dan informasi rumah sakit, bahkan tentang ketinggian.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 14 Oktober 2018 - 14:28 WIB

Samsung masih kuasai pasar smartphone global

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 08:13 WIB

Kereta terbang buatan China Melaju 1.000 km/jam

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:26 WIB

Internet dunia dapat berhenti dalam 48 jam ke depan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com