Senin, 18 Juni 2018 | 13:10 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

Gaya Hidup / Hobby

Asyiknya berburu perangko zadul hingga zaman now yang bergambar Dilan dan Milea

Selasa, 15 Mei 2018 - 11:50 WIB    |    Penulis : Administrator    |    Editor : Administrator
Perangko Dilan 1990
Perangko Dilan 1990

Elshinta.com - Filateli adalah aktivitas hobi mengumpulkan perangko dan benda-benda pos lainnya. Kata 'Filateli' berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata philos dan ateleia. Philos artinya teman dan ateleia artinya bebas bea. Jadi, jika diterjemahkan secara bebas, filateli berarti membebaskan teman dari bea pos. Nah, pembebasan dari bea pos itu diwujudkan dalam bentuk perangko yang ditempelkan pada amplop sebagai bukti pembayaran yang dikirimkan ke berbagai alamat di dunia.

Mereka yang hobi mengumpulkan benda-benda pos itu lebih mengutamakan perangko edisi lama, walau ada juga edisi barunya, tapi tidak banyak. Semakin tua usia benda pos tersebut, harganya semakin tinggi.

Di Indonesia, kegiatan Filateli didukung oleh PT Pos Indonesia. Di setiap kantor pos besar terdapat loket atau ruang untuk para penghobi perangko.

Dengan kemajuan teknologi informasi saat ini memang hobi mengumpulkan perangko tidak sepopuler 10-15 tahun lalu, dimana sekarang masyarakat kurang menggemari aktivitas surat-menyurat. Walaupun begitu, dengan fasilitas dari Pos Indonesia, kegiatan atau aktivitas dan hobi pengumpulan prangko itu tetap eksis, khususnya bagi mereka yang menghargai sejarah, keunikan, kekhasan, budaya, dan keindahan yang tergambar secara unik di dalam perangko.

Perangko Dilan 1990

Seiring dengan kesuksesan film remaja yang berjudul "Dilan 1990," PT Pos Indonesia takl mau ketinggalan untuk turut mengabadikan demam film tersebut melalui perangko. Bekerja sama dengan sang penulis novel Dilan 1990, Pidi Baiq, Pos Indonesia menerbitkan perangko edisi khusus bergambar Dilan dan Milea.

Tentu perangko yang mulai dijual ke masyarakat sejak 6 Maret 2018 akan menjadi buruan para filatelis, selain harga per lembarnya yang hanya Rp 25.000, perangko tersebut juga dicetak terbatas, yakni 100 ribu lembar saja. Apakah Anda sudah memilikinya?

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 12:36 WIB

M Iriawan dilantik sebagai Penjabat Gubernur Jabar

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 12:27 WIB

Arus balik mulai terjadi di Garut

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 12:15 WIB

Menhub pastikan semua instansi siap hadapi puncak arus balik

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 11:49 WIB

Bupati Malang akan beri sanksi ASN yang tambah libur

Megapolitan | 18 Juni 2018 - 11:37 WIB

Antrean kendaraan arah Ciawi capai dua kilometer

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 17 Juni 2018 - 18:51 WIB

Puluhan ribu wisatawan padati wisata Gunung Kidul

Minggu, 17 Juni 2018 - 16:46 WIB

Okupansi hotel Bandung capai 90 persen

Minggu, 17 Juni 2018 - 16:35 WIB

Ribuan warga padati Kebun Binatang Kasang Kulim

Minggu, 17 Juni 2018 - 16:14 WIB

Kota Bandung tawarkan destinasi wisata tematik

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com