Senin, 22 Oktober 2018 | 00:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

Sekjen PDIP: Kasus OTT Marianus Sae tak sepenuhnya dilandasi kebenaran hukum

Jumat, 01 Juni 2018 - 15:38 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Sumber foto: https://bit.ly/2LL920O
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Sumber foto: https://bit.ly/2LL920O

Elshinta.com - Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyatakan tetap mendukung pasangan Marianus Sae-Emilia Nomleni (MS-Emi) di Pilgub NTT 2018 sebab kasus yang melanda Marianus ternyata tak sepenuhnya dilandasi kebenaran hukum itu sendiri.

"Saya sampaikan dengan tegas bahwa kami akan tetap mendukung penuh pasangan Marhaen, sebab kasus yang melanda Marianus tidak sepenuhnya dilandasi kebenaran hukum," katanya di hadapan ribuan kader dan simpatisan PDI Perjuangan yang mengikuti rapat konsolidasi pemenangan Pilgub NTT Kabupaten Ngada, Jumat (1/6).

Dihimpun Antara, hal itu dilandasi dari Hasto yang berkesimpulan kasus Marianus tidak terlepas dari dinamika politik NTT akibat ada yang khawatir dengan sosok pemimpin yang menyatu dengan rakyatnya. Ia mengatakan walaupun mempunyai pemikiran seperti itu, namun proses hukum yang tetap berjalan akan tetap dihormati oleh Hasto dan seluruh kadernya.

"Kita tetap hormati KPK menjalankan tugasnya memberantas korupsi. Tapi harusnya kebenaran dan keadilan ditegakkan di atas prinsip kebenaran dan keadilan itu sendiri, bukan atas orderan," lanjut Hasto.

Politisi asal Yogyakarta ini mengakui, selama hadir di Bajawa, Kabupaten Ngada, rakyat terus menyampaikan antusiasme dan kecintaan terhadap Marianus sehingga dirinya optimis dengan mengatakan di Ngada ada OTT yang berarti Orang Tetap Tusuk (memilih) Marianus-Emi.

"Saya percaya dan seyakin-yakinnya, Pak Marianus Sae jadi korban konspirasi politik. Tapi kita tetap kokoh dalam keyakinan kita. Kita anti korupsi, tapi mendukung anti korupsi yang bersendikan kebenaran itu sendiri," tukasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

Elshinta.com - Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyatakan tetap mendukung pasangan Marianus Sae-Emilia Nomleni (MS-Emi) di Pilgub NTT 2018 sebab kasus yang melanda Marianus ternyata tak sepenuhnya dilandasi kebenaran hukum itu sendiri.

"Saya sampaikan dengan tegas bahwa kami akan tetap mendukung penuh pasangan Marhaen, sebab kasus yang melanda Marianus tidak sepenuhnya dilandasi kebenaran hukum," katanya di hadapan ribuan kader dan simpatisan PDI Perjuangan yang mengikuti rapat konsolidasi pemenangan Pilgub NTT Kabupaten Ngada, Jumat (1/6).

Dihimpun Antara, hal itu dilandasi dari Hasto yang berkesimpulan kasus Marianus tidak terlepas dari dinamika politik NTT akibat ada yang khawatir dengan sosok pemimpin yang menyatu dengan rakyatnya. Ia mengatakan walaupun mempunyai pemikiran seperti itu, namun proses hukum yang tetap berjalan akan tetap dihormati oleh Hasto dan seluruh kadernya.

"Kita tetap hormati KPK menjalankan tugasnya memberantas korupsi. Tapi harusnya kebenaran dan keadilan ditegakkan di atas prinsip kebenaran dan keadilan itu sendiri, bukan atas orderan," lanjut Hasto.

Politisi asal Yogyakarta ini mengakui, selama hadir di Bajawa, Kabupaten Ngada, rakyat terus menyampaikan antusiasme dan kecintaan terhadap Marianus sehingga dirinya optimis dengan mengatakan di Ngada ada OTT yang berarti Orang Tetap Tusuk (memilih) Marianus-Emi.

"Saya percaya dan seyakin-yakinnya, Pak Marianus Sae jadi korban konspirasi politik. Tapi kita tetap kokoh dalam keyakinan kita. Kita anti korupsi, tapi mendukung anti korupsi yang bersendikan kebenaran itu sendiri," tukasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com