Sekjen PDIP: Kasus OTT Marianus Sae tak sepenuhnya dilandasi kebenaran hukum
Jumat, 01 Juni 2018 - 15:38 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Sumber foto: https://bit.ly/2LL920O

Elshinta.com - Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyatakan tetap mendukung pasangan Marianus Sae-Emilia Nomleni (MS-Emi) di Pilgub NTT 2018 sebab kasus yang melanda Marianus ternyata tak sepenuhnya dilandasi kebenaran hukum itu sendiri.

"Saya sampaikan dengan tegas bahwa kami akan tetap mendukung penuh pasangan Marhaen, sebab kasus yang melanda Marianus tidak sepenuhnya dilandasi kebenaran hukum," katanya di hadapan ribuan kader dan simpatisan PDI Perjuangan yang mengikuti rapat konsolidasi pemenangan Pilgub NTT Kabupaten Ngada, Jumat (1/6).

Dihimpun Antara, hal itu dilandasi dari Hasto yang berkesimpulan kasus Marianus tidak terlepas dari dinamika politik NTT akibat ada yang khawatir dengan sosok pemimpin yang menyatu dengan rakyatnya. Ia mengatakan walaupun mempunyai pemikiran seperti itu, namun proses hukum yang tetap berjalan akan tetap dihormati oleh Hasto dan seluruh kadernya.

"Kita tetap hormati KPK menjalankan tugasnya memberantas korupsi. Tapi harusnya kebenaran dan keadilan ditegakkan di atas prinsip kebenaran dan keadilan itu sendiri, bukan atas orderan," lanjut Hasto.

Politisi asal Yogyakarta ini mengakui, selama hadir di Bajawa, Kabupaten Ngada, rakyat terus menyampaikan antusiasme dan kecintaan terhadap Marianus sehingga dirinya optimis dengan mengatakan di Ngada ada OTT yang berarti Orang Tetap Tusuk (memilih) Marianus-Emi.

"Saya percaya dan seyakin-yakinnya, Pak Marianus Sae jadi korban konspirasi politik. Tapi kita tetap kokoh dalam keyakinan kita. Kita anti korupsi, tapi mendukung anti korupsi yang bersendikan kebenaran itu sendiri," tukasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 10:08 WIB
Elshinta.com -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan menemukan sebanyak 65 jenis pelanggaran...
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:17 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 2.000 polisi dikerahkan untuk mengamankan debat perdana capres-caw...
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:34 WIB
Elshinta.com - Dalam menghadapi Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangera...
Rabu, 16 Januari 2019 - 12:34 WIB
Elshinta.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengatakan, akar terorisme...
Rabu, 16 Januari 2019 - 09:25 WIB
Elshinta.com - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Sembiring menjamin pelaksanaan P...
Rabu, 16 Januari 2019 - 09:04 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilu Kota Surabaya mempertanyakan pemanggilan oleh Polrest...
Rabu, 16 Januari 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Dewan Pers mengingatkan independensi wartawan, khususnya selama melaksanaka...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:24 WIB
Elshinta.com - Kepala Satgas Nusantara Polri, Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan banyakny...
Selasa, 15 Januari 2019 - 18:14 WIB
Elshinta.com - Deputi V Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani me...
Senin, 14 Januari 2019 - 19:39 WIB
Elshinta.com - Kapolres Bojonegoro menggandeng Offroader Bojonegoro, Jawa Timur untuk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)