Kamis, 18 Oktober 2018 | 00:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

KPA ingatkan masyarakat waspadai HIV/AIDS

Sabtu, 02 Juni 2018 - 18:27 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2spqUq4
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2spqUq4

Elshinta.com - Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah meminta masyarakat mewaspadai penyebaran virus mematikan HIV/AIDS di daerah tersebut.

"Hindari seks bebas, apalagi dilakukan tanpa menggunakan pengaman. Sebab penyebab tertinggi penularan virus mematikan HIV/AIDS karena diawali perbuatan seks bebas" kata Sekretaris KPA Kota Palangka Raya, Susi Idawati Hasbi, di Palangka Raya, Sabtu (2/6).

Selain karena perilaku seks bebas, katanya, penularan virus yang melemahkan kekebalan tubuh tersebut juga karena penggunaan jarum suntik secara bergantian. Hal itu biasanya terjadi pada pengguna narkoba.

"Hal lain yang perlu dihindari oleh masyarakat agar terhindar atau tidak tertular virus HIV/AIDS adalah dengan tidak melakukan seks menyimpang, seperti hubungan yang dilakulan sesama jenis maupun secara heteroseksual," kata Susi.

Pihaknya makin khawatir dengan penularan HIV/AIDS karena tren penyebarannya terus meningkat dan para penderitanya didominasi oleh masyarakat usia produktif. Dia menambahkan, penyebaran penyakit itu juga seperti fenomena gunung es yang mana dimungkinkan banyak masyarakat terjangkit namun tak segera berobat atau belum tahu jika dirinya terinveksi HIV/AIDS.

Untuk itu, selain melakukan sosialisasi, penyuluhan, dan pendampingan terhadap masyarakat berisiko terkena penyakit itu, KPA Kota Palangka Raya juga menggandeng para pegiat komunitas serta membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) untuk memperluas jangkauan sosialisasi.

"Saat ini sudah ada lima WPA yang tersebar di lima kelurahan di Palangka Raya, di antaranya WPA di Kelurahan Palangka, Langkai, Petuk Ketimpun, dan Kelurahan Kereng Bangkirai. Masing-masing WPA terdiri atas 10-12 anggota," kata Susi.

Berdasarkan data, terkait dengan kasus reaktif HIV dan AIDS pada 2008 dan 2009 berjumlah lima orang positif, pada 2010 jumlah masyarakat positif menjadi sembilan orang, dan pada 2011 naik lagi menjadi 14 orang. Pada 2012 ada 13 orang yang dinyatakan positif, pada 2013 ada 15 orang, 2014 ada 40 orang, pada 2015 tercatat 54 orang, dan selama 2016 tercatat 65 orang yang dinyatakan positif. Yang terakhir pada 2017, dua dari 61 warga setempat yang tercatat terjangkit HIV/AIDS telah meninggal dunia, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 17 Oktober 2018 - 21:34 WIB

Indra Sjafri: Saya tidak perlu `striker` asal...

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 21:23 WIB

Menhub segera kaji penerapan `panic button` taksi online

Peluang | 17 Oktober 2018 - 21:15 WIB

Langkah-langkah membuka TK atau PAUD

Hukum | 17 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Menhub tegaskan akan atur taksi online

Arestasi | 17 Oktober 2018 - 20:47 WIB

Satreskrim Polres Langkat ringkus penjual togel

Elshinta.com - Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah meminta masyarakat mewaspadai penyebaran virus mematikan HIV/AIDS di daerah tersebut.

"Hindari seks bebas, apalagi dilakukan tanpa menggunakan pengaman. Sebab penyebab tertinggi penularan virus mematikan HIV/AIDS karena diawali perbuatan seks bebas" kata Sekretaris KPA Kota Palangka Raya, Susi Idawati Hasbi, di Palangka Raya, Sabtu (2/6).

Selain karena perilaku seks bebas, katanya, penularan virus yang melemahkan kekebalan tubuh tersebut juga karena penggunaan jarum suntik secara bergantian. Hal itu biasanya terjadi pada pengguna narkoba.

"Hal lain yang perlu dihindari oleh masyarakat agar terhindar atau tidak tertular virus HIV/AIDS adalah dengan tidak melakukan seks menyimpang, seperti hubungan yang dilakulan sesama jenis maupun secara heteroseksual," kata Susi.

Pihaknya makin khawatir dengan penularan HIV/AIDS karena tren penyebarannya terus meningkat dan para penderitanya didominasi oleh masyarakat usia produktif. Dia menambahkan, penyebaran penyakit itu juga seperti fenomena gunung es yang mana dimungkinkan banyak masyarakat terjangkit namun tak segera berobat atau belum tahu jika dirinya terinveksi HIV/AIDS.

Untuk itu, selain melakukan sosialisasi, penyuluhan, dan pendampingan terhadap masyarakat berisiko terkena penyakit itu, KPA Kota Palangka Raya juga menggandeng para pegiat komunitas serta membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) untuk memperluas jangkauan sosialisasi.

"Saat ini sudah ada lima WPA yang tersebar di lima kelurahan di Palangka Raya, di antaranya WPA di Kelurahan Palangka, Langkai, Petuk Ketimpun, dan Kelurahan Kereng Bangkirai. Masing-masing WPA terdiri atas 10-12 anggota," kata Susi.

Berdasarkan data, terkait dengan kasus reaktif HIV dan AIDS pada 2008 dan 2009 berjumlah lima orang positif, pada 2010 jumlah masyarakat positif menjadi sembilan orang, dan pada 2011 naik lagi menjadi 14 orang. Pada 2012 ada 13 orang yang dinyatakan positif, pada 2013 ada 15 orang, 2014 ada 40 orang, pada 2015 tercatat 54 orang, dan selama 2016 tercatat 65 orang yang dinyatakan positif. Yang terakhir pada 2017, dua dari 61 warga setempat yang tercatat terjangkit HIV/AIDS telah meninggal dunia, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com