Kamis, 18 Oktober 2018 | 00:22 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aplikasi

Ini aplikasi pencegah kehilangan barang karya anak bangsa

Sabtu, 02 Juni 2018 - 21:39 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Christian Laksmono, Ryan Nathan dan Kavin Leonardo, pencipta Track ID. Sumber foto: https://bit.ly/2LhISBJ
Christian Laksmono, Ryan Nathan dan Kavin Leonardo, pencipta Track ID. Sumber foto: https://bit.ly/2LhISBJ

Elshinta.com - Tiga alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Christian Laksmono, Ryan Nathan dan Kavin Leonardo mencipatkan aplikasi digital yang dinamai "Track ID" untuk mencegah kehilangan barang karena lupa.

Christian saat ditemui Antara di kampus setempat Sabtu (2/6) mengatakan cara kerja Track ID tinggal dimasukkan ke dalam dompet atau tas, setelah itu alat akan terkoneksi dengan aplikasi yang ada di telepon genggam.

"Jadi di telepon genggam ada aplikasi Track ID dan Trackker. Saat Trackker dimasukkan ke dalam tas, tas hilang untuk di jarak dekat bisa dibunyikan dan tahu lokasi tas itu ada di mana. Saat di kamar mau mencari dompet atau mencari HP, tinggal dipencet trackker dua kali HP akan bunyi," katanya.

Selain berfungsi untuk mencari barang yang kelupaan, alat ini juga punya sistem preventif yang dapat mencegah dompet, tas atau yang lainnya supaya tidak hilang.

"Contohnya saat kita di suatu tempat, meninggalkan sesuatu pada jarak 20 meter HP otomotis getar dan memberikan pemberitahuan jika tasnya ketinggalan," ujarnya.

Namun jika sudah berada di tempat yang jauh dari tas atau dompet, alat akan menyimpan pemberitahuan di mana tempat tas ketinggalan terakhir di Google Maps. Jika berada sangat jauh, pengguna Track ID di Surabaya akan saling membantu untuk informasi di mana tas tersebut.

Track ID juga hanya bisa terkoneksi ke satu HP. Meski HP prang lain bisa baca ID yang ada di alat tapi tetap saja tidak bisa menjalankan. Sementara satu HP bisa koneksi ke empat alat. Berbeda dengan alat sejenis yang memakai kartu sim, Christian menjelaskan, Track ID tidak pakai kartu sim. Jadi pengguna nantinya tidak perlu berlangganan atau apapun. Track ID sendiri sudah mulai dijual di Surabaya dengan harga jual Rp300 ribu satu alat. Namun bisa lebih murah jika beli di tempat. Selain di toko, Track ID juga dijual Bukalapak dan Tokopedia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 17 Oktober 2018 - 21:34 WIB

Indra Sjafri: Saya tidak perlu `striker` asal...

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 21:23 WIB

Menhub segera kaji penerapan `panic button` taksi online

Peluang | 17 Oktober 2018 - 21:15 WIB

Langkah-langkah membuka TK atau PAUD

Hukum | 17 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Menhub tegaskan akan atur taksi online

Arestasi | 17 Oktober 2018 - 20:47 WIB

Satreskrim Polres Langkat ringkus penjual togel

Elshinta.com - Tiga alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Christian Laksmono, Ryan Nathan dan Kavin Leonardo mencipatkan aplikasi digital yang dinamai "Track ID" untuk mencegah kehilangan barang karena lupa.

Christian saat ditemui Antara di kampus setempat Sabtu (2/6) mengatakan cara kerja Track ID tinggal dimasukkan ke dalam dompet atau tas, setelah itu alat akan terkoneksi dengan aplikasi yang ada di telepon genggam.

"Jadi di telepon genggam ada aplikasi Track ID dan Trackker. Saat Trackker dimasukkan ke dalam tas, tas hilang untuk di jarak dekat bisa dibunyikan dan tahu lokasi tas itu ada di mana. Saat di kamar mau mencari dompet atau mencari HP, tinggal dipencet trackker dua kali HP akan bunyi," katanya.

Selain berfungsi untuk mencari barang yang kelupaan, alat ini juga punya sistem preventif yang dapat mencegah dompet, tas atau yang lainnya supaya tidak hilang.

"Contohnya saat kita di suatu tempat, meninggalkan sesuatu pada jarak 20 meter HP otomotis getar dan memberikan pemberitahuan jika tasnya ketinggalan," ujarnya.

Namun jika sudah berada di tempat yang jauh dari tas atau dompet, alat akan menyimpan pemberitahuan di mana tempat tas ketinggalan terakhir di Google Maps. Jika berada sangat jauh, pengguna Track ID di Surabaya akan saling membantu untuk informasi di mana tas tersebut.

Track ID juga hanya bisa terkoneksi ke satu HP. Meski HP prang lain bisa baca ID yang ada di alat tapi tetap saja tidak bisa menjalankan. Sementara satu HP bisa koneksi ke empat alat. Berbeda dengan alat sejenis yang memakai kartu sim, Christian menjelaskan, Track ID tidak pakai kartu sim. Jadi pengguna nantinya tidak perlu berlangganan atau apapun. Track ID sendiri sudah mulai dijual di Surabaya dengan harga jual Rp300 ribu satu alat. Namun bisa lebih murah jika beli di tempat. Selain di toko, Track ID juga dijual Bukalapak dan Tokopedia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com