Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Sepakbola / Liga lainnya

Ulah suporter bikin Sriwijaya FC didenda Rp380 juta

Minggu, 03 Juni 2018 - 12:22 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto:  https://bit.ly/2xM4CnN
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xM4CnN

Elshinta.com  - Sriwijaya FC telah didenda Rp380 juta oleh Komisi Disiplin PSSI akibat ulah suporter yang melepaskan bom asap, flare, kembang api dalam pertandingan resmi Liga 1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Mursyid di Palembang, Minggu (3/6) mengatakan, apa yang terjadi ini sangat mengecewakan karena penyelenggara pertandingan selalu mengingatkan kepada suporter dan penonton umum untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan klub di setiap pertandingan. "Terbaru, Sriwijaya didenda Rp150 juta oleh operator liga, jika ditotal sudah Rp380 juta, ini jelas bukan jumlah yang sedikit. Padahal kami sedang bekerja keras untuk menambah sponsor demi memenuhi kebutuhan klub seperti perjalanan tandang dan gaji bulanan yang jumlahnya miliaran," ujar Faisal, seperti dikutip dari laman Antara.

Ia menjelaskan awalnya Sriwijaya mendapatkan denda Rp30 juta, kemudian pada tanggal 12 Mei saat pertandingan melawan Bhayangkara FC didenda Rp200 juta karena ada bom asap. Terkait denda ini, manajemen tidak melakukan banding karena terekam secara visual terjadi pada menit 40, menit 45, dan menit 48.

Kemudian, hal serupa terjadi lagi pada pertandingan melawan PSIS Semarang pada 22 Mei lalu. Berdasarkan surat yang diterima manajemen klub pada 31 Mei 2018 disebutkan bahwa dalam sidang Komdis diputuskan Sriwijaya FC didenda Rp150 juta karena terjadinya pelepasan bom asap, flare, dan petasan di tribun timur.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Komdis PSSI Asep Edwin Firdaus disebutkan bahwa keputusan ini diambil merujuk pada Pasal 70 Lampiran 1 jo Pasal 41 ayat (1) Kode Displin PSSI. "Terkait denda Rp150 juta ini, Sriwijaya FC belum memutuskan apakah akan banding atau tidak, karena kejadian terjadi setelah pertandingan," kata dia.

Namun, ia menambahkan, meski sudah diingatkan di setiap pertandingan khususnya pada laga melawan Persela Lamongan, Sabtu (2/5), justru hal serupa terjadi lagi. Pelepasan bom asap terjadi lagi di tribun timur, dan petasan di tribun utara, tepatnya setelah pluit tanda pertandingan usai. "Kami tentunya akan melakukan rapat dengan ketua-ketua suporter terkait kejadian. Kalau hal ini terjadi dan terjadi lagi, jelas klub lebih dirugikan. Lebih parah lagi, bisa dihukum dengan pertandingan tanpa penonton," kata dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 15:06 WIB

Pemerintah belum bahas rencana pembelian Sukhoi

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com  - Sriwijaya FC telah didenda Rp380 juta oleh Komisi Disiplin PSSI akibat ulah suporter yang melepaskan bom asap, flare, kembang api dalam pertandingan resmi Liga 1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Mursyid di Palembang, Minggu (3/6) mengatakan, apa yang terjadi ini sangat mengecewakan karena penyelenggara pertandingan selalu mengingatkan kepada suporter dan penonton umum untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan klub di setiap pertandingan. "Terbaru, Sriwijaya didenda Rp150 juta oleh operator liga, jika ditotal sudah Rp380 juta, ini jelas bukan jumlah yang sedikit. Padahal kami sedang bekerja keras untuk menambah sponsor demi memenuhi kebutuhan klub seperti perjalanan tandang dan gaji bulanan yang jumlahnya miliaran," ujar Faisal, seperti dikutip dari laman Antara.

Ia menjelaskan awalnya Sriwijaya mendapatkan denda Rp30 juta, kemudian pada tanggal 12 Mei saat pertandingan melawan Bhayangkara FC didenda Rp200 juta karena ada bom asap. Terkait denda ini, manajemen tidak melakukan banding karena terekam secara visual terjadi pada menit 40, menit 45, dan menit 48.

Kemudian, hal serupa terjadi lagi pada pertandingan melawan PSIS Semarang pada 22 Mei lalu. Berdasarkan surat yang diterima manajemen klub pada 31 Mei 2018 disebutkan bahwa dalam sidang Komdis diputuskan Sriwijaya FC didenda Rp150 juta karena terjadinya pelepasan bom asap, flare, dan petasan di tribun timur.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Komdis PSSI Asep Edwin Firdaus disebutkan bahwa keputusan ini diambil merujuk pada Pasal 70 Lampiran 1 jo Pasal 41 ayat (1) Kode Displin PSSI. "Terkait denda Rp150 juta ini, Sriwijaya FC belum memutuskan apakah akan banding atau tidak, karena kejadian terjadi setelah pertandingan," kata dia.

Namun, ia menambahkan, meski sudah diingatkan di setiap pertandingan khususnya pada laga melawan Persela Lamongan, Sabtu (2/5), justru hal serupa terjadi lagi. Pelepasan bom asap terjadi lagi di tribun timur, dan petasan di tribun utara, tepatnya setelah pluit tanda pertandingan usai. "Kami tentunya akan melakukan rapat dengan ketua-ketua suporter terkait kejadian. Kalau hal ini terjadi dan terjadi lagi, jelas klub lebih dirugikan. Lebih parah lagi, bisa dihukum dengan pertandingan tanpa penonton," kata dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:18 WIB
Piala AFC U-19

Ini tuntutan Indra Sjafri usai laga Indonesia kontra Taiwan

Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:06 WIB
Piala AFC U-19

Taiwan gagal keluar dari tekanan Indonesia

Jumat, 19 Oktober 2018 - 06:10 WIB
Piala AFC U-19

UEA menang tipis atas Qatar di Piala AFC U-19

Kamis, 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com