Tempat pembuangan sampah liar muncul di Karawang
Senin, 04 Juni 2018 - 08:49 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2JqxYfS

Elshinta.com  - Tempat pembuangan sampah liar bermunculan di sejumlah titik sekitar perkotaan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyusul meningkatnya produksi sampah pada bulan Ramadan.

"Sudah beberapa hari ini sampah menumpuk., padahal tempat ini bukan TPS (tempat pembuangan sementara) sampah," kata Iwan, salah seorang warga Johar, Kelurahan Karawang Wetan, Karawang, Senin (4/6).

Ia mengatakan, pada awalnya titik di sisi irigasi dekat jembatan Johar itu bukan pembuangan sampah. Hanya diakui ada beberapa warga yang membuang sampah di titik tersebut, tapi langsung dibakar sampah yang telah dibuangnya. Kini sampah di titik itu tidak bisa langsung dibakar, karena sampahnya sudah cukup banyak dan semakin menumpuk. Warga setempat berharap agar petugas sampah bisa mengangkut sampah yang menumpuk di TPS liar itu.

Pantauan Antara, penumpukan sampah yang terjadi selama beberapa hari terakhir tidak hanya terjadi di TPS liar. Di sejumlah titik TPS juga terjadi penumpukan sampah. Bahkan, terjadi penumpukan sampah di TPS-TPS sepanjang sisi saluran irigasi, dari mulai belakang Kodim hingga daerah sekitar Desa Warung Bambu. Beberapa sampah yang menumpuk di TPS tersebut juga banyak yang sampah tumpah ke saluran irigasi.

Kondisi itu diduga terjadi karena Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang tidak mampu mengangkut seluruh sampah dari tempat pembuangan sementara ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat Nevi Fatimah sebelumnya mengakui volume sampah selama bulan Ramadan ini meningkat. "Kalau timbunan sampah itu fluktuatif. Kalau volume sampah selama Ramadan, relatif meningkat," katanya.

Volume sampah pada sejumlah daerah sekitar Karawang meningkat pada bulan suci Ramadan, karena cukup banyak masyarakat yang membuka usaha takjil selama Ramadan. Tapi Nevi tidak bisa menjelaskan lebih rinci persentase peningkatan volume sampah pada bulan Ramadan ini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 14 Januari 2019 - 18:31 WIB
Elshinta.com - Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dianugerahi Piala Adipura untuk ketiga kal...
Senin, 14 Januari 2019 - 17:41 WIB
Elshinta.com - Prestasi penghargaan kota terbersih kembali diraih Kabupaten Kudus, Jawa Te...
Minggu, 13 Januari 2019 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Kota Surabaya, Jawa Timur, akan menerima tiga penghargaan dari Kementerian ...
Kamis, 10 Januari 2019 - 21:26 WIB
Elshinta.com - Dalam memperingati Hari Sejuta Pohon, pengelola Bandara Internasional Soeka...
Selasa, 08 Januari 2019 - 17:16 WIB
Elshinta.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menggalakkan pengurangan sampah plastik d...
Selasa, 08 Januari 2019 - 13:42 WIB
Elshinta.com - Kepala Distrik Sentani, Budi Yokhu meninjau saluran drainase, yang ada...
Senin, 07 Januari 2019 - 09:04 WIB
Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai mengantisipasi terj...
Kamis, 03 Januari 2019 - 21:13 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah akan memperluas dan menyiapkan ...
Kamis, 03 Januari 2019 - 19:25 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Indonesia optimis kesepakatan mengenai upaya penurunan emisi den...
Selasa, 01 Januari 2019 - 21:52 WIB
Elshinta.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan aka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)