Bekasi batasi area terbang drone pemantau arus mudik
Selasa, 05 Juni 2018 - 08:08 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2svDx34

Elshinta.com - Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, membatasi area terbang bagi pesawat tanpa awak atau `drone` yang dioperasikan warga sipil maupun para pemantau arus mudik Lebaran 2018, guna menjaga keamanan wilayah.

"Kami melarang drone terbang di atas sejumlah objek vital di Kota Bekasi, seperti kantor pemerintahan, lintasan jalan tol, kantor polisi, kantor TNI, kantor Pertamina, kantor PLN dan lainnya" kata Pelaksana Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Aryo W, di Bekasi, Senin (4/6) malam.

Hal itu dikatakan Aryo dalam rangka menyikapi antusiasme sejumlah pemilik drone yang berasal dari komunitas hobi untuk terlibat dalam monitoring arus lalu lintas mudik Lebaran. Menurut dia, prosedur keamanan drone di Kota Bekasi akan mengacu pada Perturan Kementerian Perhubungan RI Nomor 180 Tahun 2015 tentang regulasi drone pemetaan udara pesawat tanpa awak, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 47 Tahun 2016 tentang regulasi drone UAV.

Dikatakan Aryo, pemantauan arus mudik memanfaatkan drone wajib mengikuti peraturan tersebut di antaranya wajib memiliki izin secara tertulis dari instansi terkait dari regulator seperti Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Perhubungan.

"Setiap operator wajib berkoordinasi dengan regulator lokal setiap hendak melaksanakan penerbangan," katanya.

Aryo mencontohkan, kualitas drone mini profesional dan profesional seperti merk DJI telah dilengkapi dengan instalasi `magic booster` dengan interval ketinggian terbang mencapai 1,3 kilometer yang bisa merambah ke lintasan pesawat terbang yang membahayakan apabila sampai masuk ke baling-baling pesawat. Menurut Aryo, pihak yang ingin terlibat dalam pemantauan arus mudik melalui drone diwajibkan mengantongi izin pengambilan gambar sebelum pesawat tanpa awak diterbangkan, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 12 Januari 2019 - 18:40 WIB
Elshinta.com - Pengguna dan pembuat konten YouTube mulai 31 Januari ini tidak akan bisa la...
Kamis, 03 Januari 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Pelindo 1 menggelar `Grand Go Live Indonesia Gateway Master Terminal (IGMT)...
Kamis, 03 Januari 2019 - 11:34 WIB
Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melakukan uji coba kecepatan ...
Rabu, 02 Januari 2019 - 11:52 WIB
Elshinta.com - Momen-momen perayaan tahun baru, di era digital kini tidak lagi hanya diras...
Jumat, 28 Desember 2018 - 09:57 WIB
Elshinta.com - Badan Aksesibiitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kementerian Komun...
Selasa, 25 Desember 2018 - 19:41 WIB
Elshinta.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa Base Tran...
Jumat, 21 Desember 2018 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan pesawat perin...
Senin, 17 Desember 2018 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Penetrasi internet di Indonesia berkembang dengan pesat, yaitu dari 25,37 p...
Senin, 17 Desember 2018 - 15:24 WIB
Elshinta.com - Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengungkapkan pihaknya...
Senin, 17 Desember 2018 - 15:14 WIB
Elshinta.com - Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengatakan pihaknya sebagai institusi be...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)