Rabu, 24 Oktober 2018 | 11:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aktual IPTEK

Bekasi batasi area terbang drone pemantau arus mudik

Selasa, 05 Juni 2018 - 08:08 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2svDx34
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2svDx34

Elshinta.com - Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, membatasi area terbang bagi pesawat tanpa awak atau `drone` yang dioperasikan warga sipil maupun para pemantau arus mudik Lebaran 2018, guna menjaga keamanan wilayah.

"Kami melarang drone terbang di atas sejumlah objek vital di Kota Bekasi, seperti kantor pemerintahan, lintasan jalan tol, kantor polisi, kantor TNI, kantor Pertamina, kantor PLN dan lainnya" kata Pelaksana Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Aryo W, di Bekasi, Senin (4/6) malam.

Hal itu dikatakan Aryo dalam rangka menyikapi antusiasme sejumlah pemilik drone yang berasal dari komunitas hobi untuk terlibat dalam monitoring arus lalu lintas mudik Lebaran. Menurut dia, prosedur keamanan drone di Kota Bekasi akan mengacu pada Perturan Kementerian Perhubungan RI Nomor 180 Tahun 2015 tentang regulasi drone pemetaan udara pesawat tanpa awak, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 47 Tahun 2016 tentang regulasi drone UAV.

Dikatakan Aryo, pemantauan arus mudik memanfaatkan drone wajib mengikuti peraturan tersebut di antaranya wajib memiliki izin secara tertulis dari instansi terkait dari regulator seperti Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Perhubungan.

"Setiap operator wajib berkoordinasi dengan regulator lokal setiap hendak melaksanakan penerbangan," katanya.

Aryo mencontohkan, kualitas drone mini profesional dan profesional seperti merk DJI telah dilengkapi dengan instalasi `magic booster` dengan interval ketinggian terbang mencapai 1,3 kilometer yang bisa merambah ke lintasan pesawat terbang yang membahayakan apabila sampai masuk ke baling-baling pesawat. Menurut Aryo, pihak yang ingin terlibat dalam pemantauan arus mudik melalui drone diwajibkan mengantongi izin pengambilan gambar sebelum pesawat tanpa awak diterbangkan, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pertunjukan | 24 Oktober 2018 - 10:53 WIB

Susi Pudjiastuti kembali tampil di show Anne Avantie

Manajemen | 24 Oktober 2018 - 10:34 WIB

Ketahui bagaimana memisahkan uang pribadi dengan uang usaha

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 10:25 WIB

Dzeko aktor kemenangan 3-0 Roma atas CSKA

Kriminalitas | 24 Oktober 2018 - 10:15 WIB

JPU tuntut dua terdakwa pengeroyokan suporter Persija

Elshinta.com - Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, membatasi area terbang bagi pesawat tanpa awak atau `drone` yang dioperasikan warga sipil maupun para pemantau arus mudik Lebaran 2018, guna menjaga keamanan wilayah.

"Kami melarang drone terbang di atas sejumlah objek vital di Kota Bekasi, seperti kantor pemerintahan, lintasan jalan tol, kantor polisi, kantor TNI, kantor Pertamina, kantor PLN dan lainnya" kata Pelaksana Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Aryo W, di Bekasi, Senin (4/6) malam.

Hal itu dikatakan Aryo dalam rangka menyikapi antusiasme sejumlah pemilik drone yang berasal dari komunitas hobi untuk terlibat dalam monitoring arus lalu lintas mudik Lebaran. Menurut dia, prosedur keamanan drone di Kota Bekasi akan mengacu pada Perturan Kementerian Perhubungan RI Nomor 180 Tahun 2015 tentang regulasi drone pemetaan udara pesawat tanpa awak, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 47 Tahun 2016 tentang regulasi drone UAV.

Dikatakan Aryo, pemantauan arus mudik memanfaatkan drone wajib mengikuti peraturan tersebut di antaranya wajib memiliki izin secara tertulis dari instansi terkait dari regulator seperti Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Perhubungan.

"Setiap operator wajib berkoordinasi dengan regulator lokal setiap hendak melaksanakan penerbangan," katanya.

Aryo mencontohkan, kualitas drone mini profesional dan profesional seperti merk DJI telah dilengkapi dengan instalasi `magic booster` dengan interval ketinggian terbang mencapai 1,3 kilometer yang bisa merambah ke lintasan pesawat terbang yang membahayakan apabila sampai masuk ke baling-baling pesawat. Menurut Aryo, pihak yang ingin terlibat dalam pemantauan arus mudik melalui drone diwajibkan mengantongi izin pengambilan gambar sebelum pesawat tanpa awak diterbangkan, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 09:58 WIB

Pendiri Oculus akan tinggalkan Facebook

Minggu, 21 Oktober 2018 - 14:45 WIB

China akan luncurkan Bulan buatan untuk terangi kota

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 10:45 WIB

Facebook rekrut mantan wakil PM Inggris Nick Clegg

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com