Senin, 19 November 2018 | 11:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Merapi masih keluarkan asap solfatara

Selasa, 05 Juni 2018 - 09:48 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Asap solfatara keluar dari kawah Gunung Merapi terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (3/6). Sumber foto: https://bit.ly/2JyI0LQ
Asap solfatara keluar dari kawah Gunung Merapi terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (3/6). Sumber foto: https://bit.ly/2JyI0LQ

Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menyatakan asap kawah atau solfatara bertekanan lemah hingga tebal masih mengepul di puncak Gunung Merapi, Selasa, setelah gunung berapi itu mengalami erupsi tiga kali pada Jumat (1/6).

"Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 10-20 meter di atas puncak kawah," kata Penyusun Laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Heri Suparwaka dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Antara di Jakarta, Selasa (5/6).

Menurut pantauan BPPTKG pukul 00.00-06.00 WIB, menurut Heri, ada sejumlah aktivitas kegempaan di Gunung Merapi. Gempa hembusan tercatat terjadi satu kali dengan amplitudo 9 mm dan durasi 17,5 detik, gempa guguran tercatat tiga kali terjadi dengan amplitudo 3-12 mm dan durasi 21-50 detik, gempa hybrid satu kali terjadi dengan amplitudo 14 mm dan durasi 19 detik, serta gempa tektonik jauh dua kali terjadi dengan amplitudo 5 mm dan durasi 68.9-255 detik.

Sementara cuaca di Gunung Merapi terpantau cerah, berawan, dan mendung dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan, barat daya, dan barat. Suhu udara 16 sampai 20.8 derajat Celsius kelembaban udara 71-94 persen dan tekanan udara 871 sampai 918.8 mmHg.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida meminta masyarakat tidak panik dengan asap solfatara yang akhir-akhir ini kerap berhembus dari gunung api teraktif di Indonesia itu. Hanik menjelaskan bahwa asap solfatara yang keluar dari gunung di perbatasan Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) serta Magelang, Boyolali dan Klaten di Jawa Tengah tersebut merupakan peristiwa normal yang menunjukkan adanya aktivitas vulkanik di Gunung Merapi.

"Karena memang mulai tanggal 11 Mei 2018 ada letusan, sehingga asap yang keluar tersebut selama beberapa minggu ini merupakan bagian adanya aktivitas," kata Hanik.

Berdasarkan data aktivitas vulkanik Merapi, hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:58 WIB

Presiden Jokowi resmikan pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Musibah | 19 November 2018 - 10:45 WIB

Perbaikan longsor di Jalan Kramat Tiu rampung diperbaiki

Kriminalitas | 19 November 2018 - 10:35 WIB

Polisi tangkap dalang bentrok di diskotek Bandara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:24 WIB

PMI DIY siagakan relawan jelang libur panjang

Ekonomi | 19 November 2018 - 10:15 WIB

Senin pagi, kurs rupiah melemah ke posisi Rp14.600

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 10:02 WIB

Dishub Bogor hentikan sementara operasi angkot modern

Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menyatakan asap kawah atau solfatara bertekanan lemah hingga tebal masih mengepul di puncak Gunung Merapi, Selasa, setelah gunung berapi itu mengalami erupsi tiga kali pada Jumat (1/6).

"Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 10-20 meter di atas puncak kawah," kata Penyusun Laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Heri Suparwaka dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Antara di Jakarta, Selasa (5/6).

Menurut pantauan BPPTKG pukul 00.00-06.00 WIB, menurut Heri, ada sejumlah aktivitas kegempaan di Gunung Merapi. Gempa hembusan tercatat terjadi satu kali dengan amplitudo 9 mm dan durasi 17,5 detik, gempa guguran tercatat tiga kali terjadi dengan amplitudo 3-12 mm dan durasi 21-50 detik, gempa hybrid satu kali terjadi dengan amplitudo 14 mm dan durasi 19 detik, serta gempa tektonik jauh dua kali terjadi dengan amplitudo 5 mm dan durasi 68.9-255 detik.

Sementara cuaca di Gunung Merapi terpantau cerah, berawan, dan mendung dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan, barat daya, dan barat. Suhu udara 16 sampai 20.8 derajat Celsius kelembaban udara 71-94 persen dan tekanan udara 871 sampai 918.8 mmHg.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida meminta masyarakat tidak panik dengan asap solfatara yang akhir-akhir ini kerap berhembus dari gunung api teraktif di Indonesia itu. Hanik menjelaskan bahwa asap solfatara yang keluar dari gunung di perbatasan Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) serta Magelang, Boyolali dan Klaten di Jawa Tengah tersebut merupakan peristiwa normal yang menunjukkan adanya aktivitas vulkanik di Gunung Merapi.

"Karena memang mulai tanggal 11 Mei 2018 ada letusan, sehingga asap yang keluar tersebut selama beberapa minggu ini merupakan bagian adanya aktivitas," kata Hanik.

Berdasarkan data aktivitas vulkanik Merapi, hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com