Senin, 15 Oktober 2018 | 15:03 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Lingkungan

16 perusahaan di Purwakarta diduga cemari Citarum

Selasa, 05 Juni 2018 - 21:36 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta

Elshinta.com  - Sebanyak 16 perusahaan di Purwakarta Jawa Barat diduga telah mencemari lingkungan dengan membuang limbah ke Sungai Citarum tanpa melalui proses terlebih dahulu, saat ini lima perusahaan sudah disegel.

Kasat reskrim Polres Purwakarta Jawa Barat AKP Agta Bhuwana mengatakan, hari ini perusahaan garmen PT Waranty Industries yang berlokasi di Jalan Raya Purwakarta-Subang tepatnya Kampung Sukamukti, Kecamatan Cibatu, Purwakarta instalasi pengolahan limbahnya disegel karena telah ditemukan sejumlah fakta pengelolaan air limbah yang buruk, dimana perusahaan tersebut telah membuang limbah ke Sungai Cliamaya dengan tanpa melalui proses sehingga telah melanggar undang-undang lingkungan hidup.

PT Warrenty ditindak Kepolisian Polres Purwakarta, sebagai bentuk penindakan awal, pihak kepolisian melakukan penyegelan terhadap tempat pengelolaan air limbah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi Accesories Garment tersebut.

Menurut Agta untuk mendukung program Citarum Harum, pihaknya dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup akan terus menindak seluruh perusahaan yang dinilai telah mencemari lingkungan dan tidak hanya perusahaan yang membuang limbah cair ke DAS citarum saja tetapi terhadap seluruh perusaahaan yang berada di wilayahnya akan ditindak tegas apabila tidak mentaatinya.

"Selain itu kita juga akan cek administrasi yang wajib dimilki oleh pihak perusahaan terkait pengelolaan limbahnya," ungkap Agta kepada Kontributor Elshinta, Tita Sopandy, Selasa (5/6).

Sementara itu, menurut Super Visor produksi PT Weranty Industries yaitu Supar, pihaknya mengakui bahwa limbah di perusahaanya dibuang tanpa melalui proses terlebih dahulu dengan alasan instalasi pengolahan limbah di perusahaan itu dalam keadaan rusak. Selanjutnya untuk memperlancar dalam hal produksinya yang selama ini terhenti akibat penyegelan itu, pihaknya akan memperbaiki seluruh kekurangan yang ada di perusahaan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 15 Oktober 2018 - 14:58 WIB

KPK periksa intensif 10 orang terkait OTT di Bekasi

Aktual Dalam Negeri | 15 Oktober 2018 - 14:50 WIB

Tim KPK lakukan aksi pejegalan untuk lakukan OTT

Aktual Dalam Negeri | 15 Oktober 2018 - 14:41 WIB

Wali Kota Depok dan Kasdam Jaya buka TMMD ke-103

Aktual Dalam Negeri | 15 Oktober 2018 - 14:34 WIB

Ridwan Kamil ajak masyarakat Salat Istisqa

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Oktober 2018 - 14:15 WIB

PKB targetkan Jokowi-Ma'ruf raih 60 persen suara di Jabar

Elshinta.com  - Sebanyak 16 perusahaan di Purwakarta Jawa Barat diduga telah mencemari lingkungan dengan membuang limbah ke Sungai Citarum tanpa melalui proses terlebih dahulu, saat ini lima perusahaan sudah disegel.

Kasat reskrim Polres Purwakarta Jawa Barat AKP Agta Bhuwana mengatakan, hari ini perusahaan garmen PT Waranty Industries yang berlokasi di Jalan Raya Purwakarta-Subang tepatnya Kampung Sukamukti, Kecamatan Cibatu, Purwakarta instalasi pengolahan limbahnya disegel karena telah ditemukan sejumlah fakta pengelolaan air limbah yang buruk, dimana perusahaan tersebut telah membuang limbah ke Sungai Cliamaya dengan tanpa melalui proses sehingga telah melanggar undang-undang lingkungan hidup.

PT Warrenty ditindak Kepolisian Polres Purwakarta, sebagai bentuk penindakan awal, pihak kepolisian melakukan penyegelan terhadap tempat pengelolaan air limbah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi Accesories Garment tersebut.

Menurut Agta untuk mendukung program Citarum Harum, pihaknya dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup akan terus menindak seluruh perusahaan yang dinilai telah mencemari lingkungan dan tidak hanya perusahaan yang membuang limbah cair ke DAS citarum saja tetapi terhadap seluruh perusaahaan yang berada di wilayahnya akan ditindak tegas apabila tidak mentaatinya.

"Selain itu kita juga akan cek administrasi yang wajib dimilki oleh pihak perusahaan terkait pengelolaan limbahnya," ungkap Agta kepada Kontributor Elshinta, Tita Sopandy, Selasa (5/6).

Sementara itu, menurut Super Visor produksi PT Weranty Industries yaitu Supar, pihaknya mengakui bahwa limbah di perusahaanya dibuang tanpa melalui proses terlebih dahulu dengan alasan instalasi pengolahan limbah di perusahaan itu dalam keadaan rusak. Selanjutnya untuk memperlancar dalam hal produksinya yang selama ini terhenti akibat penyegelan itu, pihaknya akan memperbaiki seluruh kekurangan yang ada di perusahaan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:58 WIB

KPK periksa intensif 10 orang terkait OTT di Bekasi

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:50 WIB

Tim KPK lakukan aksi pejegalan untuk lakukan OTT

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:41 WIB

Wali Kota Depok dan Kasdam Jaya buka TMMD ke-103

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:34 WIB

Ridwan Kamil ajak masyarakat Salat Istisqa

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:08 WIB

KPK periksa Bupati non aktif Lampung Selatan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com