Minggu, 19 Agustus 2018 | 03:22 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

Dalam Negeri / Pendidikan

APTISI: Kemenristekdikti akan kerepotan pantau medsos mahasiswa

Rabu, 06 Juni 2018 - 07:57 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ketua APTISI, Prof Muhammad Budi Djatmiko. Sumber foto: https://bit.ly/2HosDRb
Ketua APTISI, Prof Muhammad Budi Djatmiko. Sumber foto: https://bit.ly/2HosDRb

Elshinta.com - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menilai Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bakal kerepotan dalam memantau media sosial dan mendata telepon seluler dosen dan mahasiswa dalam mencegah paham radikal.

"Saat ini diperkirakan jumlah mahasiswa mencapai 7,5 juta, kemudian dosen mencapai 300.000 dan tenaga kependidikan 200.000, jadi diperkirakan harus mendata sekitar 8 juta jiwa," ujar Ketua APTISI, Prof Muhammad Budi Djatmiko, di Jakarta, Rabu (6/6), dikutip Antara.

Dia menilai jangan sampai peranan Kemristekdikti dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi justru beralih menjadi polisi siber.

"Pastinya Kemristekdikti akan kerepotan dalam melakukan pemantauan dan pendataan. Apalagi jika dosen dan mahasiswa diawasi media sosialnya, maka bentuk pengawasan tersebut dapat mengganggu suasana akademik," lanjut dia.

Budi menjelaskan semua pihak sepakat bahwa terorisme adalah musuh bersama. Akan tetapi, langkahnya penangananya harus kondusif dan persuasif. Dia juga mengusulkan pemerintah fokus dalam membangun kesadaran kolektif untuk memerangi teroris. Budi menjelaskan pendekatan yang efektif adalah pendidikan pada rakyat berbasis suri tauladan, terutama para pejabat, harus menjadi contoh praktis bagi rakyatnya dengan memberikan rasa keadilan, kesederajatan, kesejahteraan, solidaritas, dan lainnya.

Budi yang khawatir bahwa kampus akan ditinggalkan calon mahasiswa karena stigma "kampus gudangnya radikalisme" menilai upaya lain untuk menangkal tumbuhnya radikalisme di kampus bisa dilakukan dengan membangun sinergi yang baik antara pemerintah, orang tua mahasiswa dan kampus. Sehingga, dapat tercipta suasana kebersamaan dan tidak saling curiga. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 18 Agustus 2018 - 21:40 WIB

Buronan pembakar satu keluarga dibekuk

Aktual Dalam Negeri | 18 Agustus 2018 - 21:29 WIB

Dubes harapkan WNI di Swiss wujudkan Indonesia yang lebih maju

Asian Games 2018 | 18 Agustus 2018 - 21:12 WIB

Dirjen: Asian Games kesempatan emas bagi Indonesia

Aktual Dalam Negeri | 18 Agustus 2018 - 20:50 WIB

Pasukan Polri-korban perang rayakan kemerdekaan di Sudan

Aktual Dalam Negeri | 18 Agustus 2018 - 20:39 WIB

Warga Indonesia dan Malaysia rayakan HUT Kemerdekaan bersama

Megapolitan | 18 Agustus 2018 - 20:28 WIB

Kemendagri: Hak partai Aher jadi wagub DKI

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com