Senin, 19 November 2018 | 21:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

SDGs / Aktual SDGs

KPPPA: Kesenjangan gender dalam ketenagakerjaan masih terjadi

Rabu, 06 Juni 2018 - 11:36 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Vennetia R Danes. Sumber foto: https://bit.ly/2kUXPPn
Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Vennetia R Danes. Sumber foto: https://bit.ly/2kUXPPn

Elshinta.com - Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Vennetia R Danes mengatakan, kesenjangan gender dalam ketenagakerjaan di Indonesia masih terjadi karena masih ada diskriminasi dan kekerasan gender di dunia kerja.

"Bila perempuan dapat bekerja dengan aman dan nyaman, tentu akan meningkatkan produktivitas mereka yang pada akhirnya menguntungkan pengusaha," kata Vennetia melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (6/6).

Dilansir dari laman Antara, Vennetia berharap peningkatan kesadaran gender dan komitmen semua pihak dapat mewujudkan kesetaraan gender di bidang ketenagakerjaan.

Isu kekerasan dan kesenjangan di dunia kerja menjadi bahasan dalam Konferensi Buruh Internasional (ILC) ke-17 yang diadakan di Jenewa, Swiss. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Kementerian Ketenagakerjaan ikut terlibat dalam delegasi pemerintah Indonesia.

"Pertemuan ILC tahun ini menjadi instrumen penting yang harus ditindaklanjuti berupa penyusunan kebijakan, implementasi, monitoring dan evaluasinya," tuturnya.

Instrumen tersebut merupakan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di tempat kerja, serta pemberdayaan korban, sehingga secara efektif melindungi pekerja perempuan.

"Adanya perbedaan relasi kekuasaan antara bawahan dan atasan, kerap menimbulkan kasus kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Mirisnya, perempuan menjadi kelompok yang rentan menjadi korban," kata Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan Lies Rosdianty.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 19 November 2018 - 21:35 WIB

Peralatan olahraga eks Asian Games 2018 diinventarisasi

Bencana Alam | 19 November 2018 - 21:26 WIB

BPBD Purbalingga minta warga waspadai bencana

Aktual Luar Negeri | 19 November 2018 - 21:18 WIB

Kapolri sepakat tingkatkan kerja sama penegakan hukum dengan AS

Hukum | 19 November 2018 - 21:07 WIB

Kejaksaan Agung tunda eksekusi Baiq Nuril

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 20:57 WIB

Kodam III Siliwangi tandatangani zona integritas menuju WBK

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 20:44 WIB

Disnakertrans Karawang khawatir kenaikan UMK memicu PHK

Elshinta.com - Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Vennetia R Danes mengatakan, kesenjangan gender dalam ketenagakerjaan di Indonesia masih terjadi karena masih ada diskriminasi dan kekerasan gender di dunia kerja.

"Bila perempuan dapat bekerja dengan aman dan nyaman, tentu akan meningkatkan produktivitas mereka yang pada akhirnya menguntungkan pengusaha," kata Vennetia melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (6/6).

Dilansir dari laman Antara, Vennetia berharap peningkatan kesadaran gender dan komitmen semua pihak dapat mewujudkan kesetaraan gender di bidang ketenagakerjaan.

Isu kekerasan dan kesenjangan di dunia kerja menjadi bahasan dalam Konferensi Buruh Internasional (ILC) ke-17 yang diadakan di Jenewa, Swiss. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Kementerian Ketenagakerjaan ikut terlibat dalam delegasi pemerintah Indonesia.

"Pertemuan ILC tahun ini menjadi instrumen penting yang harus ditindaklanjuti berupa penyusunan kebijakan, implementasi, monitoring dan evaluasinya," tuturnya.

Instrumen tersebut merupakan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di tempat kerja, serta pemberdayaan korban, sehingga secara efektif melindungi pekerja perempuan.

"Adanya perbedaan relasi kekuasaan antara bawahan dan atasan, kerap menimbulkan kasus kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Mirisnya, perempuan menjadi kelompok yang rentan menjadi korban," kata Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan Lies Rosdianty.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com