Senin, 22 Oktober 2018 | 00:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

Pengajuan penambahan dana Polri untuk bentuk satgas Antiteror di 34 Polda

Rabu, 06 Juni 2018 - 14:34 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto. Foto: Doddy H.,/Elshinta.com.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto. Foto: Doddy H.,/Elshinta.com.

Elshinta.com - Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan pembentukan Satgas Antiteror di 34 Polda se-Indonesia  membutuhkan  dana besar.

"Jadi begini. Satgas dulu ada di setiap polda. Kemudian kita ciutkan, kalau tidak salah 2011 atau 2012 menjadi hanya 16 Polda saja yang memiliki satgas," katanya di Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (6/6).

Sebelumnya diberitakan, Polri mengajukan penambahan dana sebesar Rp 44,4 triliun untuk tahun anggaran 2019. Anggaran Polri sekarang Rp 76,9 triliun.

Dijelaskannya, Satgas Antiteror memang perlu dibentuk di seluruh Polda, karena  tingginya ancaman terorisme, sehingga Kapolri meminta Densus 88 membina Satgas Antiteror di daerah-daerah.

"Jadi Satgas Antiteror di daerah ini binaan Densus 88, tapi mereka berada di Polda masing-masing, personelnya juga masing-masing," ujarnya seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko. 

Penambahan anggaran dipergunakan juga untuk belanja pegawai, kebutuhan operasional Polri, dan biaya kenaikan tunjangan anggota. Kepolisian membutuhkan belanja dan pembaruan perangkat IT, yang terus berkembang setiap enam bulan.

"Tunjangan kerja kita  juga naik, diumumkan Pak Presiden 70 persen. Yang sekarang 53 persen. Lebi lebih banyak lagi memerlukan biaya. IT kadang-kadang enam bulan sudah berubah, sudah out of date. Nah kita memerlukan peralatan yang canggih untuk penyidikan, investigasi yang scientific," paparnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

Elshinta.com - Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan pembentukan Satgas Antiteror di 34 Polda se-Indonesia  membutuhkan  dana besar.

"Jadi begini. Satgas dulu ada di setiap polda. Kemudian kita ciutkan, kalau tidak salah 2011 atau 2012 menjadi hanya 16 Polda saja yang memiliki satgas," katanya di Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (6/6).

Sebelumnya diberitakan, Polri mengajukan penambahan dana sebesar Rp 44,4 triliun untuk tahun anggaran 2019. Anggaran Polri sekarang Rp 76,9 triliun.

Dijelaskannya, Satgas Antiteror memang perlu dibentuk di seluruh Polda, karena  tingginya ancaman terorisme, sehingga Kapolri meminta Densus 88 membina Satgas Antiteror di daerah-daerah.

"Jadi Satgas Antiteror di daerah ini binaan Densus 88, tapi mereka berada di Polda masing-masing, personelnya juga masing-masing," ujarnya seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko. 

Penambahan anggaran dipergunakan juga untuk belanja pegawai, kebutuhan operasional Polri, dan biaya kenaikan tunjangan anggota. Kepolisian membutuhkan belanja dan pembaruan perangkat IT, yang terus berkembang setiap enam bulan.

"Tunjangan kerja kita  juga naik, diumumkan Pak Presiden 70 persen. Yang sekarang 53 persen. Lebi lebih banyak lagi memerlukan biaya. IT kadang-kadang enam bulan sudah berubah, sudah out of date. Nah kita memerlukan peralatan yang canggih untuk penyidikan, investigasi yang scientific," paparnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com