Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:47 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Lingkungan

Pertanian Indonesia dinilai kuat hadapi cuaca ekstrem

Rabu, 06 Juni 2018 - 16:45 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2JiMumv
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2JiMumv

Elshinta.com  - Pertanian di Indonesia dinilai memiliki daya yang kuat untuk menghadapi cuaca yang ekstrem sehingga produktivitas pangan sejatinya bisa tetap kontinyu sepanjang tahun.

Peneliti Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian di Bogor, Destika Cahyana SP MSc, di Jakarta, Rabu (6/6), mengatakan Indonesia memiliki daya yang kuat menghadapi prediksi cuaca ekstrem. "Di Indonesia terdapat lahan kering dan lahan basah yang secara turun-temurun menjadi lahan pertanian termasuk padi," katanya.

Ia mencontohkan, bila terjadi kemarau panjang, padi dari lahan rawa akan surplus. "Sebaliknya bila terjadi kemarau basah maka panen padi gogo bagus," kata Destika, seperti dikutip Antara.

Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri telah menyosialisasikan sistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim ekstrem. Sebut saja melalui pertanian hemat air, pengaturan air oleh kelompok P3A (petani pengelola dan pemakai air), penggunaan bibit adaptif segala cuaca yang telah diuji multilokasi, serta dorongan peningkatan produksi yang mulai membaik. "Intinya bagaimana pemerintah dapat memobilisasi pemimpin daerah untuk memprioritaskan lahan dan sarana prasarana produksi di daerah masing-masing sesuai prediksi iklim," katanya.

Sementara itu Direktur Institut Agroekologi Indonesia (INAgri) Syahroni mengatakan Bulog perlu mendapat dukungan penuh masyarakat karena bersikukuh menolak impor beras. Menurutnya, gudang Bulog terbukti penuh karena serapan gabah hasil panen optimal. "Pemerintah tak usah khawatir, stok beras juga terdistribusi di masyarakat, petani, penggilingan, bahkan di pesantren-pesantren di pedesaan," tutur Syahroni.

Syahroni menduga ada mafia yang berusaha bermain dengan alasan stok pangan harus aman menjelang Lebaran di tahun politik dan kampanye pilpres. "Tanpa impor pasti aman di seputaran lebaran. Beras zakat fitrah saja akan menjadi stok di setiap rumah tangga masyarakat yang menerima," kata Syahroni.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 15 Agustus 2018 - 15:14 WIB

MUI tunggu hasil investigasi praktik Kerajaan Ubur-ubur

Bencana Alam | 15 Agustus 2018 - 15:08 WIB

Dinsos Kediri kirim bumbu sambal pecel untuk korban gempa Lombok

Arestasi | 15 Agustus 2018 - 14:56 WIB

Polisi tangkap pelaku penipuan yang mengaku anggota KPK

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com