Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Lingkungan

Hari Lingkungan Hidup, BBKSDA Sumut lepas 7 ekor Elang Bondol

Rabu, 06 Juni 2018 - 17:21 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: M Salim/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: M Salim/Radio Elshinta

Elshinta.com  - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara. Melepasliarkan tujuh ekor Elang Bondol yang merupakan satwa terbang yang dilindungi undang-undang.

Elang Bondol yang dilepasliarkan tersebut, merupakan hasil sitaan Balai Penegakkan Hukum Wilayah Sumatera dan juga penyerahan dari masyarakat. Demikian disampaikan Kepala Balai Besar KSDA Sumut, Hotmauli Sianturi, Selasa (5/6) dikawasan SM Karang Gading LTL, Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

"Momen hari lingkungan hidup yang jatuh pada tanggal 5 Juni tahun ini, kami melepasliarkan tiga ekor elang bondol berasal dari hasil operasi Balai Gakkum wilayah Sumatera dan empat ekor dari penyerahan masyarakat," terang Hotmauli didampingi Kabid KSDA wilayah I Kabanjahe, MI Lubis dan Kasi KSDA Wilayah II Stabat, Herbert BP Aritonang.

Masih Hotmauli, ketujuh ekor Elang Bondol tersebut satu diantaranya betina, dilepas di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading Langkat Timur Laut, karena kawasan pantai merupakan habitatnya. Sebelum dilepasliarkan, menurut Hotma, elang tersebut sudah dirawat oleh dokter hewan di pusat penyelamatan satwa (PPS) di Sibolangit, Deli Serdang dan yang paling lama sekitar 1,5 tahun dalam perawatan, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim.

Lebih lanjut dikatakan Hotmauli, pelepasliaran satwa dilindungi ini merupakan salah satu cara untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat bahwa satwa apapun yang dilindungi tidak boleh dipelihara dalam kandang, dia harus dikembalikan ke habitatnya.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa hewan yang akan dilepasliarkan tersebut terlebih dahulu dilepas diruang Habituasi yang berada di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat untuk beradaptasi dengan alam dan latihan terbang. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 15:06 WIB

Pemerintah belum bahas rencana pembelian Sukhoi

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com  - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara. Melepasliarkan tujuh ekor Elang Bondol yang merupakan satwa terbang yang dilindungi undang-undang.

Elang Bondol yang dilepasliarkan tersebut, merupakan hasil sitaan Balai Penegakkan Hukum Wilayah Sumatera dan juga penyerahan dari masyarakat. Demikian disampaikan Kepala Balai Besar KSDA Sumut, Hotmauli Sianturi, Selasa (5/6) dikawasan SM Karang Gading LTL, Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

"Momen hari lingkungan hidup yang jatuh pada tanggal 5 Juni tahun ini, kami melepasliarkan tiga ekor elang bondol berasal dari hasil operasi Balai Gakkum wilayah Sumatera dan empat ekor dari penyerahan masyarakat," terang Hotmauli didampingi Kabid KSDA wilayah I Kabanjahe, MI Lubis dan Kasi KSDA Wilayah II Stabat, Herbert BP Aritonang.

Masih Hotmauli, ketujuh ekor Elang Bondol tersebut satu diantaranya betina, dilepas di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading Langkat Timur Laut, karena kawasan pantai merupakan habitatnya. Sebelum dilepasliarkan, menurut Hotma, elang tersebut sudah dirawat oleh dokter hewan di pusat penyelamatan satwa (PPS) di Sibolangit, Deli Serdang dan yang paling lama sekitar 1,5 tahun dalam perawatan, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim.

Lebih lanjut dikatakan Hotmauli, pelepasliaran satwa dilindungi ini merupakan salah satu cara untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat bahwa satwa apapun yang dilindungi tidak boleh dipelihara dalam kandang, dia harus dikembalikan ke habitatnya.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa hewan yang akan dilepasliarkan tersebut terlebih dahulu dilepas diruang Habituasi yang berada di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat untuk beradaptasi dengan alam dan latihan terbang. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com