Rabu, 21 November 2018 | 01:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Penyidikan kasus dugaan tindak pidana pornografi Rizieq berpotensi dihentikan

Kamis, 07 Juni 2018 - 06:54 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Rizieq Shihab. Sumber foto: http://bit.ly/2HyoWtw
Rizieq Shihab. Sumber foto: http://bit.ly/2HyoWtw

Elshinta.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, kasus dugaan tindak pidana pornografi yang menjerat tokoh Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, berpotensi dihentikan penyidikannya.

"Bisa jadi di-SP3," kata Iqbal di Jakarta, Rabu (6/6), seraya menjelaskan bahwa potensi SP3 itu pasalnya pelaku pengunggah percakapan mesum melalui aplikasi WhatsApp hingga kini belum juga diperiksa. 

"Penyidik yang menangani kasus ini harus memeriksa pengunggah chat tersebut. Pengunggahnya belum diperiksa," katanya, dikutip Antara.

Kendati demikian, Iqbal tidak menerangkan penyebab pelaku pengunggah percakapan WhatsApp itu belum diperiksa polisi.

Sementara itu, kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera mengklaim Polda Metro Jaya telah menghentikan penyidikan kasus Rizieq sejak Februari 2018. "Kasus chat HRS sudah di-SP3 oleh polisi. Sudah lama, sejak sekitar Februari 2018," kata Kapitra.

Sebelumnya, dalam kasus ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan Rizieq sebagai tersangka. Selain Rizieq, wanita yang diduga mengobrol berkonten porno dengan Rizieq yakni Firza Husein, juga ditetapkan sebagai tersangka.
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
| 20 November 2018 - 21:31 WIB

157 CPNS Situbondo lulus SKD

Aktual Dalam Negeri | 20 November 2018 - 21:09 WIB

Serikat petani nilai serapan beras Bulog belum maksimal

Aktual Dalam Negeri | 20 November 2018 - 20:48 WIB

Besok, pihak UNPRI dipanggil Polrestabes Medan

Elshinta.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, kasus dugaan tindak pidana pornografi yang menjerat tokoh Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, berpotensi dihentikan penyidikannya.

"Bisa jadi di-SP3," kata Iqbal di Jakarta, Rabu (6/6), seraya menjelaskan bahwa potensi SP3 itu pasalnya pelaku pengunggah percakapan mesum melalui aplikasi WhatsApp hingga kini belum juga diperiksa. 

"Penyidik yang menangani kasus ini harus memeriksa pengunggah chat tersebut. Pengunggahnya belum diperiksa," katanya, dikutip Antara.

Kendati demikian, Iqbal tidak menerangkan penyebab pelaku pengunggah percakapan WhatsApp itu belum diperiksa polisi.

Sementara itu, kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera mengklaim Polda Metro Jaya telah menghentikan penyidikan kasus Rizieq sejak Februari 2018. "Kasus chat HRS sudah di-SP3 oleh polisi. Sudah lama, sejak sekitar Februari 2018," kata Kapitra.

Sebelumnya, dalam kasus ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan Rizieq sebagai tersangka. Selain Rizieq, wanita yang diduga mengobrol berkonten porno dengan Rizieq yakni Firza Husein, juga ditetapkan sebagai tersangka.
 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com