Senin, 22 Oktober 2018 | 09:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Hiburan / Program Radio & TV

KPI telah keluarkan 2 sanksi dan sejumlah teguran selama Ramadan

Kamis, 07 Juni 2018 - 10:56 WIB    |    Penulis : Fransiskus Yuno    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2Lt7TtR
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2Lt7TtR

Elshinta.com Majelis Ulama Indonesia (MUI) merekomendasikan lima program tayangan Ramadan di beberapa stasiun televisi swasta dihentikan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada 17 Mei hingga 31 Mei 2018, tayangan tersebut dinilai melampaui kepatutan dan kepantasan.

Dikutip dari laman mui.co.id, program yang direkomendasikan untuk dihentikan tersebut adalah Ramadan di Rumah Kuya (Trans 7), Brownis Sahur (Trans TV), Ngabuburit Happy (Trans TV), Sahurnya Pesbukers (ANTV), dan Pesbukers Ramadhan (ANTV).

Menyusul adanya rekomendasi itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Nuning Rodiyah saat dihubungi Elshinta, Kamis (7/6) pagi, mengatakan, selama bulan Ramadan 2018 pihaknya telah mengeluarkan dua sanksi administrasi dan beberapa teguran kepada program siaran yang berpotensi terjadinya pelanggaran terhadap pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran.

Menurutnya, sanksi yang dikeluarkan KPI tersebut ada yang sama dengan yang direkomendasikan oleh MUI dan ada pula yang tidak.

Program-program tersebut di antaranya adalah program variety show, game show, program reality show, pencarian bakat, dan beberapa program lainnya.

 

 

Penulis : Yuno.

Editor : Dewi Rusiana.

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 09:26 WIB

PKS Komitmen kawal moral partai dan kader

Ekonomi | 22 Oktober 2018 - 09:18 WIB

Adobsi teknologi dorong peningkatan DPK Bank Pasar

Badminton | 22 Oktober 2018 - 09:07 WIB

Kevin-Marcus `Minions` akhirnya juarai Denmark Terbuka

Event | 22 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Indra Sjafri yakin timnas Indonesia bisa bangkit

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 08:43 WIB

Pakar komunikasi ajak netizen deteksi berita hoax

Musibah | 22 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Wakil Bupati Pasaman Barat tinjau lokasi banjir

Elshinta.com Majelis Ulama Indonesia (MUI) merekomendasikan lima program tayangan Ramadan di beberapa stasiun televisi swasta dihentikan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada 17 Mei hingga 31 Mei 2018, tayangan tersebut dinilai melampaui kepatutan dan kepantasan.

Dikutip dari laman mui.co.id, program yang direkomendasikan untuk dihentikan tersebut adalah Ramadan di Rumah Kuya (Trans 7), Brownis Sahur (Trans TV), Ngabuburit Happy (Trans TV), Sahurnya Pesbukers (ANTV), dan Pesbukers Ramadhan (ANTV).

Menyusul adanya rekomendasi itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Nuning Rodiyah saat dihubungi Elshinta, Kamis (7/6) pagi, mengatakan, selama bulan Ramadan 2018 pihaknya telah mengeluarkan dua sanksi administrasi dan beberapa teguran kepada program siaran yang berpotensi terjadinya pelanggaran terhadap pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran.

Menurutnya, sanksi yang dikeluarkan KPI tersebut ada yang sama dengan yang direkomendasikan oleh MUI dan ada pula yang tidak.

Program-program tersebut di antaranya adalah program variety show, game show, program reality show, pencarian bakat, dan beberapa program lainnya.

 

 

Penulis : Yuno.

Editor : Dewi Rusiana.

 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Ed dan Lorraine Warren ambil bagian di `Annabelle 3`

Senin, 15 Oktober 2018 - 13:55 WIB

Keira perempuan dengan tujuh kepribadian

Minggu, 14 Oktober 2018 - 12:41 WIB

Penyanyi legendaris Saleem meninggal dunia

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 10:27 WIB

Yoseob Highlight akan ikut wajib militer tahun depan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com