Senin, 22 Oktober 2018 | 09:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Hiburan / Program Radio & TV

Mekanisme dan sistematis teguran KPI

Kamis, 07 Juni 2018 - 11:05 WIB    |    Penulis : Fransiskus Yuno    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2kTrOH5
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2kTrOH5

Elshinta.com Ketika berbicara entitas program siaran, tidak dapat disamakan antara program reguler dengan program non reguler. Namun baik program reguler maupun non regular tersebut terdapat akumulasi sanksi.

Demikian dikatakan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Nuning Rodiah kepada Elshinta, Kamis (7/5) pagi terkait mekanisme sanksi yang dimiliki KPI. 

Ia mengatakan, standarisasi KPI dalam memberikan teguran atau sanksi yakni teguran tertulis 1, teguran tertulis 2, pengurangan durasi, dan penghentian program siaran.

“Tidak bisa kemudian sebuah televisi melakukan pelanggaran 1 kali langsung serta merta kena penghentian program siaran. Kecuali pelanggaran di pasal-pasal tertentu semisal pasal kekerasan atau ada adegan menyayat-nyayat, menyabet sehingga kepalanya putus, dan lain sebagainya itu pasti langsung kena pasal penghentian program,” terangnya. 

Untuk kata-kata kasar, lebih lanjut Nuning menjelaskan, juga menjadi salah satu faktor penghentian sebuah program. “Beberapa program, artisnya atau talentnya pernah terjadi, mengumpat dan sebagainya, itu bisa langsung kena penghentian program,” pungkasnya. 

 

 

Penulis : Yuno.

Editor : Dewi Rusiana.

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 09:26 WIB

PKS Komitmen kawal moral partai dan kader

Ekonomi | 22 Oktober 2018 - 09:18 WIB

Adobsi teknologi dorong peningkatan DPK Bank Pasar

Badminton | 22 Oktober 2018 - 09:07 WIB

Kevin-Marcus `Minions` akhirnya juarai Denmark Terbuka

Event | 22 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Indra Sjafri yakin timnas Indonesia bisa bangkit

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 08:43 WIB

Pakar komunikasi ajak netizen deteksi berita hoax

Musibah | 22 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Wakil Bupati Pasaman Barat tinjau lokasi banjir

Elshinta.com Ketika berbicara entitas program siaran, tidak dapat disamakan antara program reguler dengan program non reguler. Namun baik program reguler maupun non regular tersebut terdapat akumulasi sanksi.

Demikian dikatakan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Nuning Rodiah kepada Elshinta, Kamis (7/5) pagi terkait mekanisme sanksi yang dimiliki KPI. 

Ia mengatakan, standarisasi KPI dalam memberikan teguran atau sanksi yakni teguran tertulis 1, teguran tertulis 2, pengurangan durasi, dan penghentian program siaran.

“Tidak bisa kemudian sebuah televisi melakukan pelanggaran 1 kali langsung serta merta kena penghentian program siaran. Kecuali pelanggaran di pasal-pasal tertentu semisal pasal kekerasan atau ada adegan menyayat-nyayat, menyabet sehingga kepalanya putus, dan lain sebagainya itu pasti langsung kena pasal penghentian program,” terangnya. 

Untuk kata-kata kasar, lebih lanjut Nuning menjelaskan, juga menjadi salah satu faktor penghentian sebuah program. “Beberapa program, artisnya atau talentnya pernah terjadi, mengumpat dan sebagainya, itu bisa langsung kena penghentian program,” pungkasnya. 

 

 

Penulis : Yuno.

Editor : Dewi Rusiana.

 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Ed dan Lorraine Warren ambil bagian di `Annabelle 3`

Senin, 15 Oktober 2018 - 13:55 WIB

Keira perempuan dengan tujuh kepribadian

Minggu, 14 Oktober 2018 - 12:41 WIB

Penyanyi legendaris Saleem meninggal dunia

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 10:27 WIB

Yoseob Highlight akan ikut wajib militer tahun depan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com