Minggu, 16 Desember 2018 | 04:58 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Hiburan / Program Radio & TV

Mekanisme dan sistematis teguran KPI

Kamis, 07 Juni 2018 - 11:05 WIB    |    Penulis : Fransiskus Yuno    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2kTrOH5
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2kTrOH5

Elshinta.com Ketika berbicara entitas program siaran, tidak dapat disamakan antara program reguler dengan program non reguler. Namun baik program reguler maupun non regular tersebut terdapat akumulasi sanksi.

Demikian dikatakan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Nuning Rodiah kepada Elshinta, Kamis (7/5) pagi terkait mekanisme sanksi yang dimiliki KPI. 

Ia mengatakan, standarisasi KPI dalam memberikan teguran atau sanksi yakni teguran tertulis 1, teguran tertulis 2, pengurangan durasi, dan penghentian program siaran.

“Tidak bisa kemudian sebuah televisi melakukan pelanggaran 1 kali langsung serta merta kena penghentian program siaran. Kecuali pelanggaran di pasal-pasal tertentu semisal pasal kekerasan atau ada adegan menyayat-nyayat, menyabet sehingga kepalanya putus, dan lain sebagainya itu pasti langsung kena pasal penghentian program,” terangnya. 

Untuk kata-kata kasar, lebih lanjut Nuning menjelaskan, juga menjadi salah satu faktor penghentian sebuah program. “Beberapa program, artisnya atau talentnya pernah terjadi, mengumpat dan sebagainya, itu bisa langsung kena penghentian program,” pungkasnya. 

 

 

Penulis : Yuno.

Editor : Dewi Rusiana.

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com Ketika berbicara entitas program siaran, tidak dapat disamakan antara program reguler dengan program non reguler. Namun baik program reguler maupun non regular tersebut terdapat akumulasi sanksi.

Demikian dikatakan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Nuning Rodiah kepada Elshinta, Kamis (7/5) pagi terkait mekanisme sanksi yang dimiliki KPI. 

Ia mengatakan, standarisasi KPI dalam memberikan teguran atau sanksi yakni teguran tertulis 1, teguran tertulis 2, pengurangan durasi, dan penghentian program siaran.

“Tidak bisa kemudian sebuah televisi melakukan pelanggaran 1 kali langsung serta merta kena penghentian program siaran. Kecuali pelanggaran di pasal-pasal tertentu semisal pasal kekerasan atau ada adegan menyayat-nyayat, menyabet sehingga kepalanya putus, dan lain sebagainya itu pasti langsung kena pasal penghentian program,” terangnya. 

Untuk kata-kata kasar, lebih lanjut Nuning menjelaskan, juga menjadi salah satu faktor penghentian sebuah program. “Beberapa program, artisnya atau talentnya pernah terjadi, mengumpat dan sebagainya, itu bisa langsung kena penghentian program,” pungkasnya. 

 

 

Penulis : Yuno.

Editor : Dewi Rusiana.

 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com