Senin, 22 Oktober 2018 | 00:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

Ikutilah pola makan seperti ini untuk mencegah kematian prematur

Kamis, 07 Juni 2018 - 10:31 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sayur-sayuran dan buah-buahan (sumber foto: https://bit.ly/2LpL4aD)
Sayur-sayuran dan buah-buahan (sumber foto: https://bit.ly/2LpL4aD)

Elshinta.com - Hampir semua orang tentunya menghendaki panjang umur dan sehat. Rupanya ada satu kiat sederhana, yang apabila diikuti dapat mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian dini antara lain masalah terkait jantung dan stroke hingga 42 persen. Hal yang terbaik dari kebiasaan ini adalah tidak adanya tindakan medis atau konsumsi obat-obatan sama sekali. Yang dibutuhkan hanyalah perubahan pola makan.

Rupanya konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan setiap hari menjadi kunci daripada hidup yang lebih sehat itu. Namun jumlah yang dikonsumsi itulah yang menjadi kunci. Seperti dilansir The Daily Health Post, disarankan untuk mengkonsumsi lebih dari tujuh porsi sayur-sayuran dan buah-buahan setiap hari selama 7 jari seminggu. Manfaat kesehatan yang diperoleh serta penurunan kemungkinan sakit yang menyebabkan kematian diperoleh yang menjaga pola makan seperti itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Journal Epidemiol Community Health, kebiasaan makan hingga tiga porsi sayur-sayuran dan buah-buahan mengurangi risiko kematian dini hingga 14 persen; sementara konsumsi hingga lima porsi mengurangi risiko hingga 29 persen; kemudian hingga tujuh porsi dapat mengurangi risiko hingga 36 persen. Konsumsi di atas porsi itulah yang dianggap memberikan manfaat paling optimal.

Kecenderungan ini berlaku bagi siapa saja, terlepas usia, ras, jenis kelamin, apakah menderita obesitas atau kebiasaan merokok. Yang harus diingat porsi makanan yang dimaksud di sini adalah konsumsi makanan segar.

Diketahui bahwa minum jus tidak memiliki dampak positif, sedangkan mengkonsumsi makanan dari kaleng justru ditenggarai dapat menimbulkan masalah-masalah kesehatan nantinya.

Supaya lebih maksimal lagi, studi ini juga menyarankan supaya konsumsi makanan yang mengandung gula, minuman soda dapat dihindari dari pola makan sehari-hari.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

Elshinta.com - Hampir semua orang tentunya menghendaki panjang umur dan sehat. Rupanya ada satu kiat sederhana, yang apabila diikuti dapat mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian dini antara lain masalah terkait jantung dan stroke hingga 42 persen. Hal yang terbaik dari kebiasaan ini adalah tidak adanya tindakan medis atau konsumsi obat-obatan sama sekali. Yang dibutuhkan hanyalah perubahan pola makan.

Rupanya konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan setiap hari menjadi kunci daripada hidup yang lebih sehat itu. Namun jumlah yang dikonsumsi itulah yang menjadi kunci. Seperti dilansir The Daily Health Post, disarankan untuk mengkonsumsi lebih dari tujuh porsi sayur-sayuran dan buah-buahan setiap hari selama 7 jari seminggu. Manfaat kesehatan yang diperoleh serta penurunan kemungkinan sakit yang menyebabkan kematian diperoleh yang menjaga pola makan seperti itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Journal Epidemiol Community Health, kebiasaan makan hingga tiga porsi sayur-sayuran dan buah-buahan mengurangi risiko kematian dini hingga 14 persen; sementara konsumsi hingga lima porsi mengurangi risiko hingga 29 persen; kemudian hingga tujuh porsi dapat mengurangi risiko hingga 36 persen. Konsumsi di atas porsi itulah yang dianggap memberikan manfaat paling optimal.

Kecenderungan ini berlaku bagi siapa saja, terlepas usia, ras, jenis kelamin, apakah menderita obesitas atau kebiasaan merokok. Yang harus diingat porsi makanan yang dimaksud di sini adalah konsumsi makanan segar.

Diketahui bahwa minum jus tidak memiliki dampak positif, sedangkan mengkonsumsi makanan dari kaleng justru ditenggarai dapat menimbulkan masalah-masalah kesehatan nantinya.

Supaya lebih maksimal lagi, studi ini juga menyarankan supaya konsumsi makanan yang mengandung gula, minuman soda dapat dihindari dari pola makan sehari-hari.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com