Rabu, 15 Agustus 2018 | 17:45 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Gaya Hidup / Kesehatan

Mengenal penyakit sariawan

Kamis, 07 Juni 2018 - 12:04 WIB    |    Penulis : Fransiskus Yuno    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2sBinjR
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2sBinjR

Elshinta.com Pada bulan puasa seperti saat ini, kerap kali seseorang terkena sakit sariawan. Lalu apakah sariawan itu sendiri?

Dalam pembahasan bersama Elshinta, Kamis (7/6), Dr. Deanto Hengky Saputra, Medical Manager PT Kalbe Farma mengatakan, sariawan dalam dunia medis disebut stomatitis. “Stoma itu artinya mulut, itis itu artinya peradangan. Jadi stomatitis atau sariawan ini adalah peradangan rongga mulut yang berbentuk luka,” jelasnya. 

Luka tersebut biasanya berbentuk bulat atau oval dan ukurannya pun bervariasi. Sementara untuk klasifikasi sariawan biasanya ditentukan berdasarkan ukurannya.

Menurut Didi, sapaan akrabnya, sariawan memiliki warna putih atau putih kekuningan dan di bagian pinggirnya berwarna kemerahan, dimana warna kemerahan tersebut adalah suatu tanda inflamasi atau peradangan.

“Klasifikasi terhadap sariawan itu ada beberapa, ada yang mengklasifikasikannya berdasarkan penyebabnya ada juga berdasarkan pulang. Tetapi secara umum banyak yang menggunakan dari jenis ukuran dari stomatitis ini,” terang dia. 

Jika berdasarkan ukuran stomatitis yang kecil itu akan disebut stomatitis minor. Untuk stomatitis minor biasanya ukurannya relatif kecil dengan ukuran diameternya 2 sampai 4 mm dan untuk jumlahnya itu bisa tunggal atau banyak.

Sedangkan yang lebih berat biasanya disebut stomatitis mayor dengan ukuran stomatitis lebih besar dan biasanya lukanya itu bisa lebih dalam dibandingkan yang minor dan yang pasti lebih sakit. Untuk ukurannya sendiri terdapat di range 6 sampai 8 mm.

“Untuk proses penyembuhannya stomatitis mayor ini biasanya kan lebih panjang jika stomatitis minor itu akan penyembuhan selama 10 hingga 14 hari. Untuk yang mayor bisa 2 sampai 4 minggu. Sembuh sendiri tanpa pengobatan,” tuturnya.

Selain kedua jenis itu, terdapat pula stomatitis herpetiformis yang penyebabnya adalah virus herpes simplex. “Jadi jumlahnya kecil-kecil, tapi bergerombol. Karena ini menyerangnya saraf jadi sakitnya akan lebih hebat, sakit yang diikuti dengan sensasi terbakar,” pungkasnya. 

 

 

Penulis : Yuno.

Editor : Dewi Rusiana.

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 15 Agustus 2018 - 17:34 WIB

Siswa SD gelar aksi teatrikal meriahkan Asian Games

Timnas Indonesia | 15 Agustus 2018 - 17:24 WIB

Tingkatkan skill, 5 pemain Timnas U-16 dikirim ke Portugal

Kecantikan | 15 Agustus 2018 - 17:07 WIB

Perawatan kulit ala Korea, perhatikan pengaplikasiannya

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Agustus 2018 - 16:57 WIB

Sandiaga Uno sapa pedagang pasar tradisional di Lombok

Kriminalitas | 15 Agustus 2018 - 16:36 WIB

Polisi tembak pelaku asusila di Garut

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Senin, 13 Agustus 2018 - 09:31 WIB

Mitos seputar menyusui dan MPASI

Minggu, 12 Agustus 2018 - 19:36 WIB

Ini manfaat baik jangkrik untuk usus

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com