Mengenal penyakit sariawan
Elshinta
Kamis, 07 Juni 2018 - 12:04 WIB | Penulis : Fransiskus Yuno | Editor : Dewi Rusiana
Mengenal penyakit sariawan
Ilustrasi. Sumber Foto : https://bit.ly/2sBinjR

Elshinta.com Pada bulan puasa seperti saat ini, kerap kali seseorang terkena sakit sariawan. Lalu apakah sariawan itu sendiri?

Dalam pembahasan bersama Elshinta, Kamis (7/6), Dr. Deanto Hengky Saputra, Medical Manager PT Kalbe Farma mengatakan, sariawan dalam dunia medis disebut stomatitis. “Stoma itu artinya mulut, itis itu artinya peradangan. Jadi stomatitis atau sariawan ini adalah peradangan rongga mulut yang berbentuk luka,” jelasnya. 

Luka tersebut biasanya berbentuk bulat atau oval dan ukurannya pun bervariasi. Sementara untuk klasifikasi sariawan biasanya ditentukan berdasarkan ukurannya.

Menurut Didi, sapaan akrabnya, sariawan memiliki warna putih atau putih kekuningan dan di bagian pinggirnya berwarna kemerahan, dimana warna kemerahan tersebut adalah suatu tanda inflamasi atau peradangan.

“Klasifikasi terhadap sariawan itu ada beberapa, ada yang mengklasifikasikannya berdasarkan penyebabnya ada juga berdasarkan pulang. Tetapi secara umum banyak yang menggunakan dari jenis ukuran dari stomatitis ini,” terang dia. 

Jika berdasarkan ukuran stomatitis yang kecil itu akan disebut stomatitis minor. Untuk stomatitis minor biasanya ukurannya relatif kecil dengan ukuran diameternya 2 sampai 4 mm dan untuk jumlahnya itu bisa tunggal atau banyak.

Sedangkan yang lebih berat biasanya disebut stomatitis mayor dengan ukuran stomatitis lebih besar dan biasanya lukanya itu bisa lebih dalam dibandingkan yang minor dan yang pasti lebih sakit. Untuk ukurannya sendiri terdapat di range 6 sampai 8 mm.

“Untuk proses penyembuhannya stomatitis mayor ini biasanya kan lebih panjang jika stomatitis minor itu akan penyembuhan selama 10 hingga 14 hari. Untuk yang mayor bisa 2 sampai 4 minggu. Sembuh sendiri tanpa pengobatan,” tuturnya.

Selain kedua jenis itu, terdapat pula stomatitis herpetiformis yang penyebabnya adalah virus herpes simplex. “Jadi jumlahnya kecil-kecil, tapi bergerombol. Karena ini menyerangnya saraf jadi sakitnya akan lebih hebat, sakit yang diikuti dengan sensasi terbakar,” pungkasnya. 

 

 

Penulis : Yuno.

Editor : Dewi Rusiana.

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Apa penyebab disfungsi ereksi pada usia muda?
Kamis, 28 Mei 2020 - 23:15 WIB
Biasanya impotensi selama ini identik dengan penyakit usia tua. Namun jumlah pria berusia di bawah ...
Wagub Sumbar apresiasi kerja tim laboratorium periksa sampel swap
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:26 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengapresiasi tim laboratorium yang bertu...
Hadapi COVID-19, terapkan 4 Sehat 5 Sempurna kekinian
Kamis, 28 Mei 2020 - 07:37 WIB
Masih ingat dengan slogan 4 Sehat 5 Sempurna? Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 atau ...
Fakta tentang pria dan seks
Rabu, 27 Mei 2020 - 23:15 WIB
Seks menjadi penting, dan bahkan dipercaya dapat mengurai kusutnya hubungan yang terjadi dalam rumah...
BIN bantu RSUP Persahabatan peralatan medis penanganan COVID-19
Rabu, 27 Mei 2020 - 20:38 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) menyerahkan bantuan peralatan medis penanganan COVID-19 ke Rumah Sakit ...
TNI disiagakan untuk penegakan disiplin kesehatan di Garut 
Rabu, 27 Mei 2020 - 19:37 WIB
Sejumlah personel TNI Angkatan Darat bersama petugas dari instansi lainnya akan disiagakan untuk pen...
Jubir  Presiden: Dua keuntungan dengan penerapan disiplin sosial protokol kesehatan
Rabu, 27 Mei 2020 - 19:26 WIB
Presiden Joko Widodo memutuskan peningkatan disiplin sosial protokol kesehatan di masa pandemi Covid...
Satu lagi warga Langkat positif COVID-19
Rabu, 27 Mei 2020 - 18:37 WIB
Bertambah satu lagi warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, positif COVID-19 hal itu diketahui, Min...
 Apakah semua pria mengalami krisis paruh baya?
Selasa, 26 Mei 2020 - 23:15 WIB
Krisis paruh baya atau midlife crisis dialami oleh orang berumur 40 hingga 50-an. Keresahan orang ya...
Dua hari berturut-turut DIY tanpa penambahan kasus positif COVID-19
Selasa, 26 Mei 2020 - 19:55 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan selama dua hari beturut-turut hingga Selasa tidak ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV