Rabu, 15 Agustus 2018 | 17:50 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Sosbud

Pemerintah diminta tegas berikan sanksi agen elpiji nakal

Kamis, 07 Juni 2018 - 15:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2sOijwF
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2sOijwF

Elshinta.com - Legislator meminta pemerintah memberikan sanksi lebih tegas kepada agen-agen elpiji nakal guna mencegah kelangkaan elpiji khususnya tabung tiga kg bersubsidi di berbagai daerah pada Lebaran 2018.

Anggota Komisi VII DPR Andi Yulianis Paris dalam pernyataan tertulisnya yang dihimpun Antara, di Jakarta, Kamis (7/6), mengatakan, salah satu hal yang dicemaskan adalah konsumsi elpiji akan meningkat baik selama masa Lebaran. Untuk itu, PT Pertamina (Persero) diharapkan betul-betul mengawasi agen serta memberikan sanksi tegas kepada agen nakal seperti yang mengoplos elpiji subsidi ke nonsubsidi.

"Ini yang tidak kami inginkan. Karena kasihan rakyat yang seharusnya mendapatkan elpiji subsidi tidak mendapatkannya," katanya.

Andi juga menginginkan pemerintah benar-benar memperhatikan stok elpiji tiga kilogram agar tidak terjadi kelangkaan menjelang Lebaran atau momen penting lain.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 15 Agustus 2018 - 17:45 WIB

Waspada, Lumajang masuk potensi 10 besar bencana di Indonesia

Asian Games 2018 | 15 Agustus 2018 - 17:34 WIB

Siswa SD gelar aksi teatrikal meriahkan Asian Games

Timnas Indonesia | 15 Agustus 2018 - 17:24 WIB

Tingkatkan skill, 5 pemain Timnas U-16 dikirim ke Portugal

Kecantikan | 15 Agustus 2018 - 17:07 WIB

Perawatan kulit ala Korea, perhatikan pengaplikasiannya

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Agustus 2018 - 16:57 WIB

Sandiaga Uno sapa pedagang pasar tradisional di Lombok

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com